Konspirasi Yahudi

February 16th, 2008

Hari Valentine dan hubungannya dengan persekutuan Yahudi.

Sumatra Barat

Ketua I MUI Sumatra Barat Buya Mas'oed Abidin mengeluh pada tanggal 12 Februari bahwa perayaan Hari Valentine adalah bukti kalau Indonesia semakin lama semakin tunduk akan budaya global asing:

Kegemaran tersebut perlu segera dihentikan, karena hal itu tidak cocok dengan budaya kita.

Dalam laporan asal Republika juga ada singgungan bahwa Hari Valentine, dirayakan oleh kaum muda diseluruh dunia, adalah persekongkolan Yahudi-kapitalis. Walaupun begitu, tidak jelas apakah tanggapan ini merupakan pernyataan redaktur atau pendapat Buya Mas'oed Abidin sendiri.

Buya Mas'oed Abidin kemudian berujar:

Seharusnya ninik mamak, para pendidik, mubalig dan ormas Islam perlu segera menyerukan dan mengimbau generasi muda tidak membudayakan Valentine Day itu.

Usaha untuk mengentikan perayaan Hari Valentine sangatlah penting, karena semua bencana alam yang telah diderita Indonesia baru-baru ini, seperti banjir, tsunami, dan gempa, katanya. Nampaknya ia juga memberi kesan bahwa kenaikan harga bahan makanan pokok juga terkait dengan masalah ini.

Sebagai jawaban, beliau mengusulkan pemerintah negara menjadikan Hari Sumpah Pemuda di tanggal 28 Oktober sebagai hari kasih sayang untuk menggantikan Hari Valentine, karena para tokoh 1928 tersebut memiliki banyak cinta terhadap Indonesia.

Sementara itu di Bukittinggi, Sumatra Barat, Wakil Wali Kota Ismet Azis menyatakan pada tanggal 13 Februari bahwa merayakan Hari Valentine merupakan pelanggaran huku, jika mengusut pada Peraturan Daerah tentang Pemberantasan Maksiat:

Itu bukan budaya kita, dan Valentin Day ini dekat dengan maksiat, maaf saja, di acara ini biasanya ada yang berpelukan, berciuman, itu kan maksiat.

Seratus satuan polisi pamong praja kan berkeliaran di jalanan Bukittingi mencari pasangan yang berjalan bersama. Mereka juga akan merazia hotel-hotel.

Rumah makan dan hotel juga dilarang mengadakan acara-acara yang berhubungan dengan Hari Valentine.

Pemerintah kota telah menghimbau sekolah-sekolah untuk memasukkan pelajarnya ke mesjid di tanggal 14 Februari, dan memberitahu para ustadz agar menyiapkan ceramah khusus untuk para remaja Bukittinggi.

Ismet Azis kemudian menyatakan perayaan Tahun Baru juga akan diberhentikan karena kemapuannya untuk mendorong orang berbuat dosa. Bukittingi dikenal sebagai tujuan wisatawan, namun:

Jadi biarlah Bukittinggi ini sepi tanpa wisatawan dari pada banyak maksiat.

Sumatra Utara

Rekan imbangan Buya Mas'oed Abidin di Sumatra Utara, Abdullah Syah, menyatakan pada tanggal 13 Februari bahwa MUI memutuskan kalau merayakan Hari Valentine adalah haram untuk masyarakat Muslim di propinsi tersebut.

Merayakan hari yang juga disebut sebagai 'hari kasih sayang' itu bertentangan dengan ajaran Islam.

Ia juga mengatakan Hari Valentine adalah hasil budaya asing, dan karena itu amat terlarang.

Artikel ini diterjemahkan oleh Hannah Mulders dari versi bahasa Inggris - Jewish Conspiracy.

67 Komentar on “Konspirasi Yahudi”

Halaman: [1] 2 3 »

  1. avatar Princesspetas bilang:
    March 10th, 2008 at 4:10 pm

    Sudah saatnya remaja dan semua orang di Indonesia membuka mata lebar-lebar akan konspirasi Yahudi internasional dan semua usahanya untuk menghancurkan umat Islam, saat ini sudah banyak tersedia di pasaran buku-buku yang membahas mengenai Yahudi dan kebusukannya.

  2. avatar M. Nur bilang:
    April 12th, 2008 at 1:30 pm

    Saya geli dengan pikiran yang orang yang memikirkan isu nggak penting dan dangkal yang selalu punya semangat anti ini dan itu. Valentine saja kok dipikir sampai stress dan meng-klaim ada konspirasi ini dan itu. Bukankan hal ini akan bikin malu orang islam sendiri karena pemikirannya hanya semangat anti melulu tanpa argumen yang bagus. Padahal koruptor dari kalangan kita juga banyak dan ini justru jauh lebih penting dari sekedar menangkap anak muda yang pacaran. Lebih baik pacaran daripada ikut pengajian tapi hasilnya menjadi fanatik dan rela membunuh dirinya dan orang tak bersalah untuk pemikiran yang kita anggap hebat.

    Dilain sisi kalau mau cinta2an kan bukan hanya hari valentine aja… kapan aja harus dengan penuh cinta. Jangan suka menanamkan kebencianlah, oarang Yahudi itu siapa pula lagi….kennal juga tidak kan….

    Sudahlah jangan terlalu mengada-ada……..kampungan

  3. avatar Rob bilang:
    April 20th, 2008 at 4:20 am

    Apa sih penting di Indonesia?

    Melanggar orang saling memberi kartu dan coklat karena itu dianggap konspirasi Yahudi atau pemberantasan korupsi, memperbaiki institusi pemerintahan dan masyarakat yang dihancur selama 32 tahun dibawa tangan besi Si Diktator Soeharto, dan penegakkan hukum yang adil?

    Ini adalah satu kasus lagi dimana aku bisa sebut…”capek deh!”

  4. avatar nekad bilang:
    May 14th, 2008 at 1:10 pm

    Bisa nggak sih mikir positif dan membangun?

    Bagaimana negara ini bisa maju kalau kerjanya hanya bisa ngurusin hal-hal cemeng kayak valentine?

    Dengan makin banyaknya orang2 berjanggut dan bersorban, serta perempuan2 yang seperti ninja, menunjukan bahwa Indonesia makin tunduk pada budaya Arab…… dan itu semakin digalakan.

    Budaya asing bukan hanya budaya yahudi atau amerika ato eropa, tapi arab juga asing pak!

    Orang di arab pake penutup seluruh tubuh karena kondisi cuaca di sana yang sangat panas dan sering ada badai pasir, tapi di Indo? Orang Indo malah lebih arab daripada orang arab-nya sendiri.

    Tai kentut yang bilang bencana alam yang terjadi di Indonesia karena banyak orang Indonesia yang berbuat maksiat ….. , kalo benar hipotesis-nya Buya Mas’oed Abidin, berarti Aceh yang lagaknya pake syariat islam malah yang paling banyak bikin maksiat, buktinya bencana paling hebat terjadi di sana kan? Berarti buat apa pake syariat-syariat segala, tingkat maksiat malah paling tinggi?

    emang di arab sana tidak ada yang berbuat maksiat? toh mereka adem ayem, minyak mengalir terus…..
    berapa banyak anak haram hasil perkosaan tuan arab terhadap pembantu dari Indonesia? berapa banyak tuan arab yang datang ke Indonesia buat ke puncak nyari istri kontrak? itu bukan maksiat?

    Stop jadi orang munafik! pake otak, mikir! dan bukannya cari kambing hitam nyalahin sini dan situ…….

  5. avatar amin bilang:
    July 17th, 2008 at 2:18 am

    yang mesti mikir membangun kayaknya sih si nekad, aku tidak bermaksud membela siapa-siapa, tapi yang jelas kita tidakmemojokkan salah satu golongan tertentu, mari kita juga berpikir positif, kalo mengenai orang-orang berjanggut dan perempuan seperti ninja membuat orang indonesia tunduk teerhadap budaya rab itu belum seberapa dibanding tunduknya kita terhadap budaya barat

    ok mari kita lihat pengaruhnya bagi indonesia, media saat ini adalah media barat yang telah menguasai negara kita sehingga setiap informasi yang ada selalu mengagungkan dunia barat, katamedia banyak teroris dan palagh sebutannya

    ok kita tidak setuju dengan teroris tapi yang dunia barat lakukan dan itu lebih parah tidak diekspose oleh media karena media terkuasai oleh orang barat, misalnya berita-beritamiring tentang islam yang mereka tampilkan hanya sisi negatifnya sedang sisi positifnya tidak pernah ditampakkan tapijustrumalah sebalknya keburukan orang barat yang lebih banyak tidak pernah diangkatoleh media justru kebaikan yang hanya sedikit malah diangkat

    marilah kita pahami kenyataan yang ada… indonesia tidak akan berkembang jika kita hanya debat maslah tekanan orang -orang luaar negeri. maslah valentine memang ada sekelompk golongan yang tidak suka, jika kita suka biarkan orang lain gak suka

    seperti makan buah, jika orang tidak suka tidak mungkin dia makan buah itu, jadi gak usah dipaksa…… “capek deh”

  6. avatar tomaculum bilang:
    July 17th, 2008 at 4:26 am

    Ia juga mengatakan Hari Valentine adalah hasil budaya asing, dan karena itu amat terlarang.
    Maaf, apakah sholat, Idul adha dsb itu budaya asli Indonesia?
    Di mana sih letak negara Indonesia sekarang? Apakah masih di antara Australia dan Asia tenggara atau sudah dipindah ke padang pasir Arab?

  7. avatar rima bilang:
    July 17th, 2008 at 4:27 am

    dah lama pindah mas toma, ke sebelah jordan.. makanya makin lama makin ngotot pake jenggot dan tutup semua badan walopun jadi susah ngeliat..
    lol…

  8. avatar Mach Jabber bilang:
    July 17th, 2008 at 11:10 am

    @ tomaculum

    Mungkin yang dimaksudnya itu asing lewat pandangan corak budaya Arab Islam, masbro. Bukan asing lewat pandangan Indonesia. Toh budaya Indonesia macam tari-tarian pun dilarang oleh religionis semacam ini. Ingat ulah Kaum Paderi Sumatera Barat yang mengobrak-abrik budaya lokal di abad ke 19?

  9. avatar Ahsan bilang:
    August 14th, 2008 at 10:16 pm

    Permasalahnnya sekarang bukan penting atau tidak pentingnya untuk mencari kambng hitam. namun secara gentle kita harus mau untuk mengakui bahwa segala macam kejadian-kejadian didunia ini tidak mungkin hanya terjadi begitu saja dengan “tanpa sengaja”, entah apakah kita hendak bersikap apriori atau tidak, hanyasaja menurut saya yang jelas siapapun dalang dibelakang layar yang menyebabkan banyak kasus yang makin mempurukkan rakyat Indonesia kedalam jurang kebodohan, maka merekalah yang patut merasa bersalah, masa bodoh dengan ke-arab-araban, masa bodoh dengan politik, masa bodoh dengan ekonomi tertinggal, tapi apakah kita dapat mengatakan masa bodoh dengan harga makanan yang masuk keperut kita, keperut anak-anak kita, yang mana semua faktor2 yang berhubungan dengan eksistensi kita tak lain hanyalah sekedar wujud skenario segellintir orang yang jelas mencari untung bagi diri mereka masing-masing, siapapun, dimanapun, agama apapun, kapanpun, dan kita berada tepat ditengah-tengah mereka tanpa kita tahu siapa mereka. maka dari itu bersikaplah apriori maka hal tersebut tidak akan merugikan dan begitu pula sebaliknya, bersikaplah perduli, maka hal itupun sama seperti diatas. jadi alangkah nikmat hidup ini apabila “aku diciptakan sebagai rumput”, karena tidak perlu berat-berat memikirkan kehidupan manusia yang beginilah-begitulah, apalah, apa….!! oh bukan ini bukan pasrah atau lepas tangan, pikirkan sajalah, hidup kita ini memiliki banyak jalan, nah pilihlah jalan sendiri, yang menurut “hati nurani ” masing-masing sebagai pilihan yang paling tepat, masa bodoh dengan orang lain, maka sebodoh itulah kita dimata orang itu. sethu saya, hidup itu hanya memiliki dua jalan, yaitu 1.jalan yang baik. 2. jalan yang buruk. nah serumit apakah kita harus berfikir.

  10. avatar Hamzah Palemban bilang:
    September 2nd, 2008 at 12:50 pm

    Sangat tepat pernyataan bahwa valentine day memang ada grand design yang membuat hingga lambat laun anak muda menjadi terlena dan terbuai dengan budaya tersebut, solusi yang tepat pikirkan bagaimana anak banyak belajar agama dan bahasa arab selain pelajaran lain sampai nanti kehidupan islami dapat kembali ke tengah umat wassalam hamzah.

  11. avatar Tata bilang:
    September 3rd, 2008 at 2:54 pm

    5 Lukas 6:41
    Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?

    5 Lukas 6:42
    Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

    Kalo mo baik dalam diri, masyarakat, dan negara, dan komunitas yg lebih gd lagi, maka perbuatlah dan buatlah dirimu sendiri baik karena hal surga sekalipun bukan diperhitungkan sebagai rombongan melainkan pribadi2.

    Gue prihatin pola pikir yang sedemikian org Indonesia ini, nyalahin orang laen tanda impoten, suka gak suka, mau gak mau, budaya barat ini kita mesti telan.
    Kalo mo nyikapin secara sendiri pastikan jgn ajak2 orang laen atau gol laen, mereka punya sikap sendiri. Jujur pola pikir yg demikian telah membuat negara ini tidak maju2 bahkan spt kena kutuk.

    Pak Buya,
    Aku cew cantik dan seksi baik betisku, leherku, rambutku dan dadaku pun bagus, aku suka pakai pakain tropical country yg bikin sejuk dan nyaman. Kalo bpk gak suka bpk boleh tutup mata. dan aku baik2 saja.
    Aku juga suka menggandeng pacaraku demanapun t4 pa lage di hari valentin lebih sekedar ku gandeng.

    Aku menyukai ini dan menikmati idp ini.
    salam
    Tata

  12. avatar charlito_tate bilang:
    September 6th, 2008 at 11:07 am

    Assalamu alaikum Wr. wb

    sebelum bicara liat dulu diri kita apa sudah pantas bicara ???

    apa menurut kalian, apa yang sudah kalian komentar atau yang sudah ditetapkan itu benar ?? it’s bull sh*t.

    apa yang kita yakini lakukan saja. toh yang akan menerima balasan nya adalah KITA sendiri.

    Bagi yang muslim sudah ada SYARIAT ISLAM ikuti saja. kalo untuk yang lain TERSERAH.

    kita terapkan apa yang kita yakini untuk diri kita sendiri saja jangan libatkan orang lain. jika kita melibatkan orang lain akan sama seperti yang telah terjadi ada yang mengaku NABI lah, buat aliran sana sini..omong kosong semua nya.. ISLAM itu SATU.

    TATA jangan terlalu murahan.

    HAMZAH itu solusi yang bagus.

    TOMACULUM percaya sama apa yang kamu yakini.

    AHSAN hidup ini tidak serumit pikiran anda.

    NEKAD apa yang TUHAN kehendaki pasti terjadi dan KITA tidak pernah tau apa alasannya tapi yang jelas kita mesti renungi apa kesalahan KITA sehingga itu terjadi pada KITA.

    M. NUR jangan terlalu dangkal mendefinisikan “fanatik”

    Maaf kalo saya ada salah kata dan menyakiti hati rekan sekalian.

    Wassalamu Alaikum Wr. Wb

  13. avatar Tata bilang:
    September 6th, 2008 at 7:38 pm

    :)

  14. avatar Agus bilang:
    September 6th, 2008 at 11:02 pm

    Pihak2 yang mengkritisi sikap anti-Barat atau anti-Yahudi yang berkembang di sebagian umat Islam harus memahami bahwa mereka (Muslim) diperintahkan untuk menolak segala kebiasaan yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ada hadith yang intinya berbunyi “siapa yang mengikuti budaya suatu kaum, maka dia adalah bagian dari kaum itu”. Jadi kalau ada diantara umat Muslim yang merayakan hari Valentine (yang notabene adalah budaya Barat/Kristen), maka bisa dikatakan bahwa Muslim tersebut telah menjadi bagian dari budaya Barat/Kristen.

    Kenapa? Karena budaya merupakan identitas dari suatu kaum, dan kalau kita mengikuti budaya kaum tertentu berarti secara tidak langsung kita mengidentifikasikan diri kita sebagai bagian dari kaum itu dan otomatis juga berarti menghilangkan jati diri kita sendiri. Apabila seorang Yahudi suka memakai pakaian minim, gemar minum alkohol dan memakan daging babi, suka berpesta dan dugem, maka saya yakin bahwa secara kultural di mata sesama umat Yahudi orang itu akan dikatakan telah kehilangan jati dirinya.

    Sebagai ilustrasi, akankah aneh kalau seorang Kristiani/Hindu/Buddha ikut memotong Qurban di hari Idul Adha, atau memakai Jilbab (bagi wanita) dan baju koko + peci (bagi pria) dalam kesehariannya? Tapi kenapa kalau ada Muslim yang merayakan hari Valentine, atau memakai pakaian minim dianggap wajar? Mungkin anda berpikiran sah2 saja kalau ada umat beragama lain yang mengikuti budaya Islam, tapi harus dicermati lagi aturan dari agama yang bersangkutan. Kalau memang agama yang bersangkutan memperbolehkan umatnya mengikuti budaya2 umat lain walaupun kebiasaan2 itu bertentangan dengan ajaran agama itu sendiri, maka hal itu menjadi sah2 saja. Tapi kenyataannya tidak semua agama sama, dan Islam tidak memperbolehkan hal itu bagi umatnya. Harus dicatat bahwa Islam memperbolehkan umatnya mengadopsi jenis2 kebudayaan lain yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

    @ M. Nur :

    Lebih baik pacaran daripada ikut pengajian tapi hasilnya menjadi fanatik dan rela membunuh dirinya dan orang tak bersalah untuk pemikiran yang kita anggap hebat.

    Salah mas Nur, jumlah bayi yang diaborsi atau mati dibuang ke pembuangan sampah, sungai, selokan, etc dalam setahun saja (akibat pacaran yang kebablasan) jauh melebihi korban akibat aksi terorisme (di Indonesia) walaupun digabungin dari dulu sampai sekarang. Itu belum terhitung anak2 yang lahir tanpa bapaknya dan yang ‘dibuang’ ke panti2 asuhan sama ortu aslinya. Anda pikir anak yang dibesarkan tanpa ortu tidak akan terganggu perkembangan psikisnya saat ia tumbuh dewasa?

    Lagipula jumlah orang yang berubah menjadi ekstrimis setelah ikut pengajian itu sangat kecil sekali persentasenya, dan sangat bergantung dari siapa yang mengajarnya (kalau gurunya moderat muridnya pun akan moderat). Sebagian besar menjadi orang sholeh dan taat beribadah kok. Jangan apriori dulu sama agama sendiri toh.

    @ Tomaculum :

    Maaf, apakah sholat, Idul adha dsb itu budaya asli Indonesia?

    Maaf, tapi apakah pergi ke gereja, merayakan natal, membunyikan mercon capgomeh, dan tarian barongsai dsb budaya asli Indonesia?

    Lagipula yang dilarang merayakan budaya asing yang bertentangan dengan ajaran Islam itu cuma umat Islam saja kok, bukan seluruh rakyat Indonesia dari semua agama. Kenapa anda ikutan sewot? Saya sering heran dengan umat lain yang ikutan sewot tiap umat Islam ingin menegakkan ajaran agamanya, kesannya mereka ingin umat Islam jangan sampai menerapkan ajaran agamanya walaupun untuk diri mereka sendiri sekalipun. Banyak Muslimah memakai jilbab mereka sewot (Arabisasi lah, panas lah), waktu sesama Muslim melarang Muslim lainnya merayakan Hari Valentine pun mereka sewot! Cape nggak seeh?

    @ Tata :

    suka gak suka, mau gak mau, budaya barat ini kita mesti telan.

    Nggak mesti toh mbak, yang bikin mesti tuh apanya? Apa bagusnya? Pernah liat nggak kerusakan masyarakat Barat sendiri?

    Lagipula biar fair harusnya jangan cuma budaya Barat aja yang mesti kita telan, budaya Islam pun suka nggak suka, mau nggak mau, harus kita telan juga dong, ya nggak? :D

    @ charlito_tate :

    kita terapkan apa yang kita yakini untuk diri kita sendiri saja jangan libatkan orang lain.

    Kan dalam Islam ada yang namanya Amar Ma’ruf Nahyi Munkar? Dan itu mau nggak mau harus melibatkan orang lain dong. Lagipula agama kita kan agama komunal mas charlito, bukan agama individual. Kalau kita make prinsip yang anda sebutkan tadi, lama kelamaan umat kita akan menjadi umat yang individualistis, kayak di Barat sana. Nanti lama2 kita cuma akan mikirin kealiman dan ketaatan diri sendiri dan bersikap masa bodoh walaupun di sekitar kita banyak maksiat.

  15. avatar mapia bilang:
    September 7th, 2008 at 3:14 am

    Yah .. sekarang gimana yah .. namanya Indonesia ini ada 5 agama yang di akui.. namanya valentine diakui di negara asing.. bukan melalui agama… jadi yah .. kalo orang mengikuti adat orang asing belum tentu dia mengikuti sesuatu aliran agama.. ia ga sih ? Karena valentine itu tidak ada di agama Budha, Kristen, Islam, Hindu…. itu hanya perayaan kasih sayang.. bukannya kasih sayang sesama orang itu lebih baik daripada kita saling memusuhi ?

    Bukan kah di setiap agama itu selalu menceritakan tentang kasih sayang kepada orang lain… mengasihi orang lain .. bukannya memusuhi orang lain .. ???? kenapa kita harus menghakimi orang lain ? Tidak ada seorang pun di Dunia ini yang seharusnya menghakimi orang lain selain Allah / Tuhan ?

    Yah bukan saya sok pintar.. tapi saya membela semua agama… apalagi yang di akui di tanah air Indonesia yang saya cintai ini …

    Mohon maaf kalo ada perkataan yang tidak enak .. semoga Cinta sesama manusia menguasai dunia ini …

  16. avatar mapia bilang:
    September 7th, 2008 at 3:40 am

    Saya ingin meralat comment dari username agus:

    maaf yah mas agus.. :) saya referensi kan kalimat ini disini … mohon maaf yah

    ” Ada hadith yang intinya berbunyi “siapa yang mengikuti budaya suatu kaum, maka dia adalah bagian dari kaum itu”.

    “Jadi kalau ada diantara umat Muslim yang merayakan hari Valentine (yang notabene adalah budaya Barat/Kristen), maka bisa dikatakan bahwa Muslim tersebut telah menjadi bagian dari budaya Barat/Kristen.”

    1. Kenapa valentine itu dianggapn sebagai budaya Kristen ? Jamannya para nabi tidak ada namanya Valentine…

    Saya paling suka pernyataan mas Agus mengenai ini:
    “Apabila seorang Yahudi suka memakai pakaian minim, gemar minum alkohol dan memakan daging babi, suka berpesta dan dugem, maka saya yakin bahwa secara kultural di mata sesama umat Yahudi orang itu akan dikatakan telah kehilangan jati dirinya.”

    Perkataan ini benar sekali .. saya 10 taun hidup di luar negara Indonesia.. saya mungkin tidak perlu memberitahu dimana saya tinggal.. tapi ini di negara barat lah. Di negeri barat.. ada nama nya Mesjid.. Gereja… Klenteng. Tapi sekarang semua orang yang hidup di luar sana.. ada yang mengikuti budaya disana.. dan ada yang tidak tidak. Contoh saya.. 10 tahun disana.. tapi saya tetap mencintai orang tua saya.. tidak pernah sebut nama orang tua melainkan Bapak/Ibu atau Papa/Mama.. karena saya mencintai budaya timur..

    saya juga bergaul dengan orang2 Lebanon, Iraq, Turkey, Arab dan Muslim yang berasal dari Indonesia. Tidak semua mengikuti adat orang barat. Mereka tetap puasa dan menjalankan sholat 5 waktu.

    Saya ini orang Kristen Katolik, saya mohon janganlah orang terlalu terpancing dengan adanya konflik agama. Karena di kristen sendiri pun ada namanya konflik sesama agama, seperti Kristen dan Katolik. Saya ingin bersuara begini karena saya ingin merasa netral, kita tidak perlu menghakimi negara lain atau agama orang lain, karena semua perbuatan bukan karena budaya orang lain atau agama lain melainkan dari hati kita sendiri.

    Orang Katolik / Kristen pun ada yang jahat. Orang Budha pun mungkin… agama lain pun mungkin .. orang eropa ada yang jahat.. orang asia pun ada yg jahat.. orang africa pun ada yg jahat.. tetapi ada orang eropa yang baik.. ada orang asia yang baik.. ada orang africa yang baik… yah orang dari negara lain pun ada yang baik ..kita juga tidak tahu sampai kita bergaul dengan mereka? Setuju tidak?? Mudah2an ada yang setuju .. karna saya pernah merasakan bergaul dengan hampir semua ras (tidak semua sih tapi beberapa ras.. dan semua dari agama yang berbeda2)

    Yah mungkin cuman ini yang ingin saya sampaikan .. mudah2an bisa jadi masukan .. yah semoga di negara kita ini semakin bisa bersatu dan kompak.. sehingga negara ini bisa semakin maju.. karna saya rasa tanah air Indonesia kita ini semakin terpuruk… kita pun sekarang kalah maju dgn malaysia, thailan, myanmar.. bayangkan .. kita dulu sebagai negara berkembang sekarang terpuruk jauh.

    Yah maaf sekali lagi kalo ada salah perkataan atau menyinggung sesuatu agama.. saya mohon maaf..

  17. avatar mapia bilang:
    September 7th, 2008 at 3:58 am

    Maaf sekali lagi saya mengkoreksi charlito_tate bilang.

    Walaikum salam, mohon maaf jika saya menyinggung perkataan Anda di forum ini. Beribu maaf saya ucapkan. Saya bukan menghakimi .. ini hanya pendapat saya, jadi tolong jangan menghakimi saya secara langsung. Ini hanya perdebatan pendapat dan bukan menghakimi.

    “apa menurut kalian, apa yang sudah kalian komentar atau yang sudah ditetapkan itu benar ?? it’s bull sh*t. ”
    (Kalau menurut agama atau budaya masing2 mungkin mereka benar, karena di forum ini kita tidak tahu apakah mereka agama Islam atau agama Lain..kalo mereka agama Islam, mungkin mereka salah, karena saya tidak terlalu pasti mengenai agama Islam)

    apa yang kita yakini lakukan saja. toh yang akan menerima balasan nya adalah KITA sendiri.
    (Pernyataan ini benar skali)

    Bagi yang muslim sudah ada SYARIAT ISLAM ikuti saja. kalo untuk yang lain TERSERAH.
    (Ini juga benar.. di agama Islam, ada namanya Syariat Islam tetapi mungkin di agama lain tidak ada Syariat Islam)

    kita terapkan apa yang kita yakini untuk diri kita sendiri saja jangan libatkan orang lain. jika kita melibatkan orang lain akan sama seperti yang telah terjadi ada yang mengaku NABI lah, buat aliran sana sini..omong kosong semua nya.. ISLAM itu SATU.

    TATA jangan terlalu murahan. (no comment)

    HAMZAH itu solusi yang bagus. (no comment)

    TOMACULUM percaya sama apa yang kamu yakini. (no comment)

    AHSAN hidup ini tidak serumit pikiran anda. (no comment)

    NEKAD apa yang TUHAN kehendaki pasti terjadi dan KITA tidak pernah tau apa alasannya tapi yang jelas kita mesti renungi apa kesalahan KITA sehingga itu terjadi pada KITA.

    (Perkataan ini jelas sekali benar.. karena Tuhan itu Esa seperti Pancasila kita, Allah atau Tuhan itu tunggal. Kita menanam maka kita akan menuai… kita tanam padi, maka padi yang akan tumbuh.. kita tanam kejahatan maka kejahatan yang kita petik.. kita menanam kebaikan maka kebaikan yang kita petik .. :)

    Yah sekali lagi saya minta maaf apabila saya sampai menyinggung perasaan kalian yang beragama lain.. saya tidak bermaksud untuk menyinggung.. saya hanya ingin kalau negara kita ini hidup dalam multicultural (multi agama) negara, seperti yang Pancasila kita tetapkan.

    Masalah fanatik apa tidak.. saya tidak mengerti .. karena saya hidup selaras dengan semua agama yang di akui di Indonesia.

  18. avatar Mulyana Ilham bilang:
    September 7th, 2008 at 10:39 am

    Oi mas mapia, bukan kah di Al Quran itu dibilang “bagiku agama ku, Bagimu agama mu” disitu kan jelas, kalau Al-Quran itu menjelaskan kalau soal agama itu urusan pribadi. jadi kenapa sibuk ngurusin orang lain.

    oya, hati hati dalam memakai kata :KITA:… tidak semua orang punya kepala seperti anda.

    so.. kenapa harus kasak kusuk? hmmm?

  19. avatar Tata bilang:
    September 8th, 2008 at 10:23 am

    Agus bilang:
    September 6th, 2008 at 11:02 pm

    Lagipula biar fair harusnya jangan cuma budaya Barat aja yang mesti kita telan, budaya Islam pun suka nggak suka, mau nggak mau, harus kita telan juga dong, ya nggak?

    BAik saya mau nela budaya arap termauk makan kebab, atau nonton tarian2 arab saya suka, asala jangan budaya kalian sampai mengurangi hak orang laen. gara2 mo negakin syariat mu trus warung2 diporak porandakan pada hari puasa dengan justifikasi tidak toleran dan menghormati syareat.

    Agus bilang: …… Lagipula jumlah orang yang berubah menjadi ekstrimis setelah ikut pengajian itu sangat kecil sekali persentasenya, dan sangat bergantung dari siapa yang mengajarnya (kalau gurunya moderat muridnya pun akan moderat). Sebagian besar menjadi orang sholeh dan taat beribadah kok. Jangan apriori dulu sama agama sendiri toh…..
    betul, brarti ada potensi biar kecil, dan dari yg kecil itu timbullah bom yg mengerikan … lbh baik pacaran deh, sesuai topik diatas.

    Agus bilang: …… Kan dalam Islam ada yang namanya Amar Ma’ruf Nahyi Munkar? Dan itu mau nggak mau harus melibatkan orang lain dong. Lagipula agama kita kan agama komunal mas charlito, bukan agama individual. Kalau kita make prinsip yang anda sebutkan tadi, lama kelamaan umat kita akan menjadi umat yang individualistis, kayak di Barat sana. Nanti lama2 kita cuma akan mikirin kealiman dan ketaatan diri sendiri dan bersikap masa bodoh walaupun di sekitar kita banyak maksiat.

    Individualis masih lebih bagus dari pada mengurangi hak2 orla dengan maksud memberantas kemaksiatan pun tetap aja itu mengurangi hak dan kebebasan orang lain.
    Kafe2, warung remang2, PSK2 miskin di gelandang, kalo selama kalian bukan petugas tetap aja kegiatan anda salah alamat. Ingat di negara ini ada otoritas2 legal yg sudah diberi tugas mengatur semuanya. Dan itu bukan otoritas kalian.

  20. avatar Ayya bilang:
    October 26th, 2008 at 2:22 pm

    Hal2 sperti ini memang tak ada habisnya untuk diperdebatkan…

    Valentine? ya, itu memang tidak cocok untuk budaya Indonesia…

    Moral bangsa makin merosot, Indonesia pun kehilangan jati dirinya.
    Pacaran di sana-sini, anak-anak muda tercekik oleh budaya konsumtif.
    Termakan oleh teknologi, tenggelam dalam mode.
    Yang ada Indonesia makin terpuruk, generasi mudanya saja goblok-goblok.
    Menelan begitu saja budaya Barat (seperti kata Tata).
    Bisakah kita tidak selalu jadi pengekor?
    Jangan terus-terusan beranggapan bahwa Peradaban Barat itu benar, dan terus dijadikan kiblat.
    Lihat saja kemerosotan warganya di sana?
    Mendinglah, orang-orang di sana pinter-pinter, dan kebanyakan negaranya sudah dalam taraf negara maju.
    Sedangkan Indonesia?
    UNDER DEVELOPMENT.

    Ketika budaya Indonesia dicomot oleh Negara LAIN, kita cuma bisa ngomel-ngomel nyalahin PEMERINTAH.
    PEMERINTAH lagi yang disalahin.
    SADAR dong, kita sebagai generasi muda aja nggak bangga dengan budaya kita sendiri.
    jujur aja, pada lebih suka dengerin lagunya Linkin Park/MCR/The Beatles, dan sejenisnya kan daripada dengerin musik gamelan yang notabene asli Indonesia.
    Atau Keroncong?
    Kebanyakan dari kita menganggap budaya asli INDONESIA itu adalah sesuatu yang KAMPUNGAN…..
    anak-anak muda wara-wiri pake Batik hanya karena sedang trend saja kan..
    Ditambah lagi nenteng Handphone ke sana ke mari, smsan lah, ada yang telpon-telponan lah…
    Kalau dipikir-pikr masuknya teknologi yang semakin canggih bukan jadi kemajuan bagi bangsa ini malah menjadi kemerosotan…..
    Bisa jadi malah menjauhkan diri sendiri dari keluarga bahkan Tuhan………
    Menjadikan generasi kita sebagai generasi yang konsumtif dan individualistis….
    SADARLAH, kita hidup hanya SEMENTARA……

  21. avatar Tata bilang:
    October 28th, 2008 at 1:55 pm

    Hidup budaya barat, lbih baik dari ketimuran, mereka punya hati lbh berbudaya, bandingkan negara2 arab/negara perbudakan. Urus diri sendiri, bkin baik diri sendiri tidak urusi orla … itulah budaya paling baik.

  22. avatar diin bilang:
    December 25th, 2008 at 11:22 pm

    apakah anda semua lupa dengan sejarah? saya usulkan bagi anda semua untuk membuka buku sejarah anak SD atau SMP.
    dr dulu indonesia punya budaya sendiri, islam punya budayanya sendiri, agana lain dan negara lain-pun sm. jd berhentilah untuk debat kusir dan berdiskusilah dgn kepala dingin.
    masing2 punya ciri khas dan syariat keagamaannya sendiri2 saya hrp, kalian nggak saling menghin. kita hidup di NKRI punya aturan sendiri. sebagai warga negara kt tuh satu jd untuk apa eyel2an tentang sesuatu yg mkn membuat telinga panas? kt cari jawaban ‘kan bkn masalah?
    budaya kt tuh udah kecampur2 dr dulu, tinggal ktnya yg pandai memilah budaya itu atau nggak.
    mslh agama, sy nggak mau pusing, setiap agama punya aturan tertentu, kalau setiap org ambil penilaian dalam satu nilai saja, itu namanya egois kyk org belanda yg buat film fitna.
    setiap agama tuh baik, jd jgn liat baik-buruknya agama dr orgnya doang, tp langsung ke ajarannya yg murni. dan, ak yakin kalian tuh bs membedakan mana yg murni dan yg bukan.

  23. avatar cruz! bilang:
    December 27th, 2008 at 12:51 pm

    assalaamu’alaikum

    menggelikan sekaligus prihatin dengan perdebatan temen2 diatas…
    mmm…
    mungkin saya termasuk orang yang beruntung, ato mungkin juga saya bisa membuat kondisi beruntung tersebut…
    saya muslim, dan punya temen2 dari berbagai agama, kristen maupun katolik
    bahkan sahabat saya pun seorang katolik

    yang saya rasakan selama ini, bersama temen2 saya, saya nggak pernah merasa terhina ajaran agama saya begitu pula mereka…

    “lakum diinukum waliyadiin..” itu bukan berarti kita tidak peduli dan menghargai, tetapi lebih kepada akidah dan ajaran masing2, dan berusaha untuk tidak melukai ajaran masing2..

    ketika waktu sholat tiba, saat saya ada dirumah temen saya yang katolik, dia dengan senang hati menyediakan sajadah untuk saya. Ketika waktu sholat jumat, temen saya selalu mengingatkan dan malah menyuruh saya untuk segera melaksanakan.

    Begitu juga saya juga selalu mengingatkan dia untuk segera pergi ke gereja jika sudah waktunya…

    Temen saya nggak pernah mengajak saya makan babi, walopun dia suka banget tongseng babi. Dan dia selalu jajan itu ketika bersama temen2 katoliknya… Jangankan babi, minuman beralkohol yang ada dikamarnya selalu dia sembunyikan ketika saya datang karena menghormati saya…

    Dari situ saya kok jadi berfikir, bisa nggak temen2 ini saling akur, saling menghormati. Konspirasi barat memang ada, tidak bisa dipungkiri lagi. Dan efeknya nggak cuma di bidang agama. Liat saja, bangsa kita jadi bodoh, karena hanya sebagai bangsa konsumen, kita terlalu terpana dengan hasil pemikiran barat. Kita hanya sebagai pasar, sumber2 alam di negara kita habis dikuasai. Bukankah lebih baik menilai itu dari sisi selain agama? Walopun saya juga prihatin (temen saya juga) adanya gaya seks bebas, berpakaian minim kemana2, tontonan tv yang begitu vulgar bahkan ketika jam anak2 nonton, yang menurut saya terlalu mengadopsi secara mentah. Nyatanya, di amerika sendiri hal seks bebas juga menjadi masalah. Berpakaian minim di barat wajar mungkin karena cuaca. Tetapi di Indonesia, selain pola pikir bangsa yang belum bisa menerima, hal itu bisa disalah artikan sebagai aspek pornografi (walopun bagi umat islam sendiri juga memang tidak dibolehkan). Mari kita lihat hasilnya saja, banyak anak2 putus sekolah karena hamil, banyak bayi dibuang, banyak balita diperkosa, sungguh memprihatinkan. Diakui maupun tidak, hal ini dikarenakan adopsi mentah budaya barat…

    Jangan menyalahkan pikiran individu untuk mengendalikan moral sosial. Mungkin ketika kita bisa mengendalikanpun, tetep saja kita bisa menjadi korban. Mungkin bagi anda2 yang menjunjung tinggi norma sosial dan agama (bahkan mungkin seorang ustadz, pendeta, dll) bisa saja keluarga menjadi korban. Pernahkah terpikir jika putri anda, adik/kakak perempuan anda, yang sangat2 anda sayangi, menjadi korban perkosaan? Bagaimana perasaan anda? Jangan mengelak, coba pikir baik2 dan mendalam, bukankah ini akibat dari budaya barat yang nggak bisa diterima pola pikir masyarakat kita secara terbuka?

    Mungkin memang alangkah baiknya adanya norma yang mengatur semua itu. Memang harus ada, dan memang terasa mengekang bagi sebagian orang. Tetapi tujuannya luar biasa. Kalo dikatakan munafik, mana ada orang yang nggak punya nafsu? Itulah tujuan norma, aturan, agar kita bisa mengontrol nafsu kita dari luar (ketika kontrol diri sendiri sudah tidak mampu), agar tidak seperti binatang yang kawin semaunya, itulah adanya agama.

    Mungkin ini pendapat saya, semoga bisa diterima dan direnungkan…
    Terima kasih,
    Wassalaamu’alaikum

  24. avatar diego bilang:
    December 27th, 2008 at 1:06 pm

    comment diatas standar banget, menkambing-hitamkan budaya barat untuk segala masdalah sosial. Perkosaan itu produk budaya barat? Ha ha ha—- laughable.

    Kmudian: orang tidak beragama == kawin semaunya layaknya binatang? Ha ha ha…. Gimana kabar itu siapa tuh ustad pesantren yang kawin ama anak dibawah umur? Dia gak beragama ya?

    Lalu komentar ini: “Temen saya nggak pernah mengajak saya makan babi, walopun dia suka banget tongseng babi. Dan dia selalu jajan itu ketika bersama temen2 katoliknya… Jangankan babi, minuman beralkohol yang ada dikamarnya selalu dia sembunyikan ketika saya datang karena menghormati saya…”

    Mngesankan orang2 non-islam umumnya alkoholik. Ampun deh, ngawur banget.

  25. avatar diego bilang:
    December 27th, 2008 at 1:17 pm

    Gak berguna lah “diskusi” ama fanatik agama. Soalnya mereka itu udah kepentok ama dogma2 “apa-apa, solusinya di agama”. Gak punya ide orisinal. Gak mau makai otak dan tuntunan hati-nya sendiri. Gak pernah berani mempertanyakan apa yang dibacanya dari kitab “suci” itu salah / tidak relevan. Mending gak usah beragama lah, baca sebanyak-banyaknya, olah sendiri, build your own “faith toward humanity”. Banyakan agama-agama kan emang aneh isinya. Absurd.

  26. avatar Muhamad Fatah bilang:
    December 27th, 2008 at 4:21 pm

    Yang buat budaya bobrok bangsa ini bukan karena valentine day. Tapi korupsi, ingkar janji/sumpah jabatan, selera rendah dalam prilaku (ngawinin anak2, pamer kekayaan kekuasaan). Kalau cuma kasih bunga sama sun sayang di hari valentin mah bukan hal yang perlu d khawatirkan tapi ngawinin anak2 dibawah umur atas nama agama itu patut di protes. Uskup yang pedofile itu juga perlu diprotes atau ustad yang nyodomi anak2.

    Sgla contoh kebobrokan mental banyak juga ditemui dari orang2 kalangan agama jadi buat jadi orang yang baik tak pengaruh dari agamanya. Sangat tidak adil bagi orang tidak percaya dogma agama tetapi berbuat baik, karena akan dianggap tidak baik. Contoh sehari2 orang tersebut tidak bisa jadi mentri, guru, pegawai pemerintah dll.

    Jadi dimana tangung jawab sosial orang2 ysng sok agamis ini….?

  27. avatar cruz! bilang:
    December 28th, 2008 at 4:54 pm

    assalaamu’aalaikum

    sebelumnya saya minta maaf jika tulisan saya diatas seolah2 menuduh temen agama lain itu punya kebiasaan yang tidak baik, seandainya bisa saya edit pun akan saya edit. tetapi bukan itu yang saya maksud…

    sepertinya saudara diego kurang bisa memahami apa sebenarnya maksud pesan saya. tetapi saya maklum, akan adanya perbedaan kualitas SDM bangsa kita yang kadang terpaut terlalu jauh. mungkin beliau membaca dengan berpikiran pendek, emosi, ato mungkin sedang terburu-buru, sehingga tidak benar-benar memahami. ini juga sebenarnya kemunduran bangsa kita.

    saya ingin menunjukkan betapa nyaman hidup berdampingan tanpa adanya permusuhan. betapa nyamannya hidup tanpa rasa was2 (ketika mungkin putri/adik/kakak perempuan ato bahkan mungkin ibu sodara diego menjadi korban kekerasan wanita, sodara diego baru bisa merasakan). itu bisa diciptakan…

    maaf sekali lagi kalo ternyata tidak berkenan di hati
    wassalaamu’alaikum

  28. avatar BlackZanza bilang:
    February 2nd, 2009 at 9:29 am

    Maaf, tapi Valentine itu bukan tradisi asli Kristiani. Awalnya itu cuma feast yang diberikan pada seorang (atau dua) martir Kristen yang dibunuh di zaman Claudius The Goth. Asosiasinya dengan hari kasih sayang & cinta itu gara-gara tanggalnya kebetulan sama dengan festival kaum pagan di Roma yang bernama LUPERCALIA. Tahun 1969 barulah hari itu ditetapkan dalam kalender gereja Roma.

    Lupercalia itu saya kurang tahu detil susunan acaranya, tapi di festival kaum pagan itu orang-orang berlarian mengelilingi kota sambil telanjang. Mungkin bisa dibaca sendiri di Wikipedia, maklum, bahasa Inggris saya kurang jago.

    Para konspirator Zionis (Zionis ya, bukan Yahudi. Itu JELAS berbeda) memang biasa menerapkan pembiasaan budaya yang tujuannya untuk menjauhkan pemeluk agama dari ajaran yang dianutnya. Banyak kok contohnya, termasuk budaya digemarinya superhero Amerika, westernisasi, pembiasaan pemujaan setan (simbol jari yang berbentuk kepala Baphomet, aliran musik death-metal), sekularisme (paham yang menekankan bahwa moral tidak harus berdasar pada agama), banyak deh pokoknya, sehingga segala yang sudah terjadi di dunia ini (dekadensi moral, free sex, dll) dianggap sebagai imbas globalisasi dan modernisasi.

    Akibat yang lebih jauh dari itu : memecah belah (devide et impera) seperti YANG TERJADI DI WEB INI. Am I right? Di web ini, orang-orang religius, fundamentalis, sekuler, apatis, moderat, dan intelektual saling berdebat, menyerang pendirian masing-masing, menghadapi soal sederhana yaitu konspirasi Zionis.

    Kenapa sederhana? Karena sekarang ini, semuanya sudah berjalan sesuai keinginan mereka.

    Mereka menunggangi kuda perang yang bernama DEMOKRASI dan HAK ASASI MANUSIA untuk menyebarkan paham mereka ke seluruh dunia. Ada yang bilang paham bisa menembus dinding penjara. A Freemind Is Weapon Of Mass Destruction. Sekarang lihatlah hasil perbuatan manusia sendiri, mereka terpecah menjadi orang yang berpikir dan orang yang masa bodoh. Yang pertama ingin melawan konspirasi, tapi pengetahuan mereka masih terbatas sehingga argumennya kurang kuat. Yang kedua sudah dibutakan oleh kebebasan dan paham SEMUA ADALAH SAMA, sehingga akhirnya menjadi apatis (ROBOT). Keduanya saling berargumen, sementara para konspirator Zionis tertawa dari balik layar mereka, bergelimang harta yang diperoleh dari sistem yang disebut Kapitalis.

    Dunia ini sudah menjadi seperti yang mereka inginkan. Mau bukti? Saya pikir web ini sudah cukup menjelaskannya.

    Saya tak ada urusan dengan debat antar agama. Saya hanya berpikir, alangkah sayangnya, jika kita membicarakan sesuatu tanpa menerangkannya terlebih dulu kepada audiens.

  29. avatar BlackZanza bilang:
    February 2nd, 2009 at 10:03 am

    For cruz:

    Saya sangat bersimpati kepada Anda. Anda berniat baik, dan memiliki jiwa seorang muballigh yang dipenuhi spirit amar ma’ruf nahi mungkar. Anda telah mencoba memberitahukan kebenaran kepada domba-domba tersesat.

    Saya memahami perasaan Anda. Memang sulit sekali menerangkan masalah konspirasi yang dibangun Adam Weishaupt ratusan tahun lalu, pada orang-orang yang sekuler, dogmatis, moderat, fundamentalis, dan apapun namanya itu…

    Masalahnya yang mendasar adalah, kebanyakan orang tidak betul-betul memahami tentang konspirasi. Itu adalah tugas kita untuk menjelaskannya. Dan saya bisa membantu Anda.

    Sekadar informasi, Valentine Day berasal dari kecocokan tanggal antara termartirnya St. Valentine di Roma pada zaman Claudius The Goth dengan peringatan kaum pagan Roma yang berupa festival tanpa busana mengelilingi kota, melambangkan cinta dan kasih sayang, bernama LUPERCALIA (sesuai Grolier Academic Encyclopedia dan en.wikipedia.og). Gabungan keduanya menjadi feast umat Kristiani, namun sejak 1969 dicabut dari kalender gereja Roma.

    Saya akan terus membantu Anda. Jika ada orang-orang tertentu yang mencoba berargumen tentang konspirasi, saya yakin, walaupun pengetahuan saya tentang itu masih mendasar, saya dapat memberikan jawaban, karena at least saya memahami inti pergerakan mereka.

    Saran saya kepada orang-orang apatis & sekuler : perbanyaklah pengetahuan Anda, jangan menilai sesuatu dari permukaannya saja. Boleh saja Anda masa bodoh dengan agama, politik, ekonomi, hukum, sejarah… tapi toh saya masih berpikiran bahwa Anda adalah manusia. Manusia yang berpikir. Bukan robot yang bergerak sesuai sistem yang dibangun Mereka sejak dulu.

    PEACE

  30. avatar diego bilang:
    February 2nd, 2009 at 12:04 pm

    Wow, benar rupanya, inggris sudah menjadi negara islam. Apa nama ibukota-nya? LONDONISTAN. Liat nih http://mx.youtube.com/watch?v=97hyDRjdXCE

    RELIGION OF PISS, INDEED!

    Oh ya, sama aja lah ama yahudi, sama-sama semit. Sama busuknya.

Halaman: [1] 2 3 »

RSS
RSS feed
Email

Copyright Indonesia Matters 2006-09