Kontes Kecantikan Miss Indonesia

Feb 1st, 2008, in Id, by

Perlombaan Miss Indonesia di Palembang dituduh menyebarkan sipilis.

Tidak Cocok

Pemilihan Grand Final Miss Indonesia 2008 yang dijadwalkan untuk diselenggarakan di Palembang, Sumatra Selatan, telah dibatalkan oleh Gubernur Syahrial Oesman pada tanggal 23 Januari lalu.

“Rencana pemilihan Miss Indonesia 2008 di Palembang sudah saya batalkan. Alasannya, memang tidak pas saja untuk digelar di Palembang.”

Perlombaan ini merupakan bagian dari kampanye pariwisata “Visit Musi 2008” (dari sungai Musi di Palembang) namun sudah membangkitkan banyak penolakan dalam beberapa pihak Muslim tertentu. Sejak awal perwakilan lokal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak menyetujui rencana tersebut, begitu juga dengan Golkar dan PKS. Ketua MUI Sumatra Selatan Drs KH Sodikun mengatakan:

“Grand final Miss Indonesia 2008 banyak maksiatnya sehingga kami khawatir akan mendatangkan musibah dan bala bencana.”

Indonesia sudah dikenali sebagai Negara nomor dua untuk pornografi dan maksiat, ujarnya:

“Kalau bisa Sumsel tidak termasuk.”

Daerah lain di Indonesia lebih cocok:

“Jadi silahkan grand final Miss Indonesia dipindahkan saja ke daerah lain.”

Walaupun begitu, Drs KH Sodikun sempat menunjukkan bahwa penolakan MUI terhadap Miss Indonesia bukan berarti MUI “membenci” pemerintah daerah:

“Ulama cinta dengan Sumsel dan sayang dengan pemerintah.”

Sipilis

Dan pada tanggal 24 Januari sekitar 100 demonstran berunjuk rasa didepan gedung pemerintahan daerah. Seorang juru bicara massa, Mahmud Jamrur, menyatakan:

“Kita menolak penyelenggaraan pemilihan miss Indonesia di Sumsel, karena bertentangan dengan syariat Islam, yang ditegaskan dengan fatwa Majelis ulama Indonesia No.287 tahun 2001 yang mengharamkan pornografi-porno aksi.”

Sebuah petisi berisikan 1800 tanda tangan diserahkan kepada ketua DPRD Syaiful Islam. Syaiful setuju kalau Miss Indonesia memang tidak pantas diselenggarakan di Sumatra Selatan.

Para demonstran merupakan anggota dari Masyarakat Sumsel Anti-Sipilis (MASSIP). ‘Sipilis’ ternyata adalah singkatan dari sekularisme, pluralisme, dan liberalisme, dan didasarkan dari fatwa MUI di tahun 2005 yang mengecam Pluralisme Beragama, Liberalisme, dan Sekularisme.

Artikel ini diterjemahkan oleh Hannah Mulders dari versi bahasa Inggris – Miss Indonesia.


23 Comments on “Kontes Kecantikan Miss Indonesia”

  1. avatar Anroe says:

    Kontes wanita cantik tapi cantik untuk suami dan anak2 bukan untuk umum, yang trampil mendidik agama, sosial, skill dan berperan sebagai madrasah/sekolah pertama untuk anak yang akan menjadi calon bagian dari masyarakat. Kecantikan bukan barang dagangan yang boleh dipertontonkan kepada siapa saja, cantik tiada guna jika tidak bisa jadi ibu yang baik.

  2. avatar Dulle says:

    Kalau rakyat taunya ngomong baeh ! ” red.Masyarakat Sumsel Anti-Sipilis.
    Coba kalau di kasih tanggung jawab belum tentu bisa ?

    Mana Sriwijaya yang dulu ?
    Sekarang lebih maju medan dari Palembang
    Apa yang dibuat Masyarakat Sumsel Anti-Sipilis untuk menaju kan kan kota Palembang?
    man buktinya ?

  3. avatar anroe says:

    Komentar ada dasar panduannya, yaitu kita orang ngarti agama. namanya kemajuan tidak sekedar kemajuan fisik tapi maju juga dari perkembangan kwalitas ahlaqnya, mentalitas dan sikap hidupnya yang bukan serba boleh yang menduplikasi kebudayaan barat yang ga peduli ahlaz. Salah satu penyebab banyaknya musibah di Indonesia adalah terbukanya peluang kemasyiatan sangat mendapat tempat termasuk kebejatan ahlaq pemimpin yang korup, mikirin dirinya sendiri bukan mikirin kemajuan rakyatnya dari segi akhlaq, peningkatan kemampuan mengelola pemperdayaan alam yang sangat besar, peningkatan pendidikan yang berkwalitas dan terjangkau, lapangan pekerjaan dll. gitu…. kondisi parah jangan ditambahi dengan prilaku buruk dan maksiat yang akan membawa masyarakat kita kepada kerusakan generasi muda yang smakin memperparah. Kita punya kewajiban yang sama untuk memadamkan potensi kerusakan disetiap lini kehidupan ini secara bersama-sama.

  4. avatar Bogalakon says:

    Mana Sriwijaya yang dulu ?
    Sekarang lebih maju medan dari Palembang

    Jelas2 Medan kalah sama Sriwijaya FC, 1-3 man!
    PSMS yang punya sejarah sepakbola yang panjang ga pernah juara Liga Indonesia, Sriwijaya FC yang baru aja ikutan liga bisa ngeraih juara ganda Copa sama Liga. đŸ˜›

  5. avatar dini says:

    kuno amat pikirannya……………………..
    sekarang jaman udah maju men…………….
    bukan kayak dulu lagi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    bagus tinggal dihutan aja………..

  6. avatar Joey says:

    Saya menghargai nilai budaya dan agama di indonesia. Tetapi bukan berarti kita dapat mengekang keinginan individu hanya karena beberapa anggota masyarakat menolak. Dimana Indonesia dulu yang mempunyai tepo sliro, saling menghargai dan saling mengerti baik secara agama maupun budaya?

    Mengapa kemalangan dam bencana alam dikaitkan dengan tingkah prilaku moral suatu bangsa? Bukankan lebih pada prilaku budaya hidup suatu komuniti? Sangat disayangkan betapa “bodoh” dan sempitnya pikiran bangsa indonesia jika mengaitkan pemilihan miss indonesia sebagai pemicu dari bencana

    Contoh : MALAYSIA!!!! ada pendapat tentang Malaysia? mereka telah mengikuti ajang ini selama bertahun tahun…mereka tidak menentang…..meraka mendukung lalu dimana bencana di Malaysia?

    Kita hidup pada jaman dimana kita harus mampu memilah apa itu mitos, agama dan ilmu pengetahuan…
    prediksi bukan didasarkan pada khayalan semata…tapi lebih mengacu pada fakta yang ada…..

    Come on Guys!!!!!

    By the way I live in sydney

  7. avatar Endah says:

    Kontes Kecantikan miss Indonesia??
    Apa seh FUNGSI UTAMA DARI DI ADAKANNYA kONTES Kecantikan Miss Indonesia??
    Apa manfaat & kejelekan yang di dapat?/
    toh masih banyak ajang yang lebih bermanfaat dari sekedar Miss Indonesia.

  8. avatar Tory says:

    Hari gini masih ada aja yg protes ttg acara ratu kecantikan… this is life…take it or leave it… gak perlu protes… cape deh.

  9. avatar Saut says:

    Katro ah..
    masa baru ngeliat kontes kecantikan kayak gini akhlak rusak!!??
    rusak dimananya boss!??
    emank klo ngeliat kontes kecantikan kayak gini bikin “Sange” (Sakau Ngewe) atau Konak apa?? perasaan para kontestannya pakai busana yg sopan deh..
    mungkin mereka yang rusak akhlaknya karena melihat kontes kayak gini cuma mereka yang menderita LEMAH SYAHWAT…!!!!

  10. avatar kenan says:

    sedih skali jadi orang indonesia…..negara ini gak maju-maju karena ada sebagian orang yang ngaku dirinya pemuka agama tapi pikirannya PICIK, …moral umatnya rendah yang disalahkan kontes miss indonesia, gak beda ama katak dibawa tempurung nih !, …tanggung jawabnya membina moral umatnya dimana pak ?! jangan cuma mau duit dan fasilitas atas nama pemuka agama ! kalau jadi pemuka agama trus hanya bisa ngelarang ini-itu, smua orang juga bisa pak ! jangan mo nangkap tikus trus ladangnya dibakar…bodoh kan ?! mending bapak mikirin gimana metode pengajaran yang baik untuk meningkatkan moral umatnya ketimbang mikirin miss indonesia, gak level pak ! kasian deh…umatnya di-bodoh2in mlulu nih ! sementara dia menikmati duit dan sgala fasilitas dari umat tanpa rasa bersalah.., berguru tuh ama Gus Dur, trus buka matanya lebar-lebar liat dunia ini gede banget….!
    Bravo…Miss Indonesia, kafilah jalan terus…tunjukan pada dunia bahwa di muka bumi ada bangsa yang namanya INDONESIA…beritakan bahwa bukan cuma teroris…tapi kita juga punya budaya yang patut dihargai ! MERDEKA !

  11. avatar roselin says:

    Tau nggak film miss indonesia itu seru loh, sekali mau memilih wow happy banget. Pertahankan RCTI yaitttu film Miss Indonesia, ok?Film itu lah yang bkn RCTI JD BYK YG NONTON!!!!

  12. avatar okta says:

    Dear.
    mungkin ini hanya kesalah pahaman saja, Miss Indonesia itu penting!
    Sebab mereka yang bisa lolos untuk mengikuti pemilihan adalah orang-orang pilihan dari daerah masing-masing peserta.
    Hanya saja mungkin cara berpakaian para pesertanya saja yang disesuaikan dengan iklim Indonesia yang mayoritas Muslim.
    Dan yang lebih penting dari itu adalah Pemerintah Daerah masing-masing peserta HARUS MENSOSIALISASIKAN ajang tersebut secara BIJAKSANA kepada Masyarakatnya.

  13. avatar vita says:

    walaaah,..coba diliat lagi dech,..koq miss indonesia disorot mulu??…bukannya nenek moyang kita juga dulunya suka pake kemben???bahkan masih ada ampe sekarang ini!!!di papua malah gak pake baju!!……bahkan yg mandi di sungai juga byk gak pake baju!! …sekarang negara udah lebih maju,jadi kudu berpikir yang positif!!!…tapi,..namanya orang yang udah pikiran jorok,…mau cewek itu berpakaian sopan….tetap aja nafsu!!! alias kucing garong!!! ..nah,..yang diutamakan saat ini adalah rasa tanggung jawab dan respon kita sebagai masyarakat…yang memiliki rasa cinta tanah air…jangan sampai..hal ini membuat kita gak unity!! bahkan menjadi bangsa yang terbelakang,..terpencil,..menyedihkan,..gersang,.dan penuh curiga yang bukan2!!! dilihat lagi,….. miss indonesia, banyak koq manfaatnya,….. mereka yg terpilih kan masih single tuh,..jadi…bisa bebas berkiprah dan berprestasi diluar sana,..membawa harum nama bangsa juga menolong sodara2 kita yang butuh bantuan. ntar kalo udah merit…baru saatnya urus suami ama anak!!…bukannya jadi cewek harus pasif!! diam!! di rumah doank!! lama2 jadi sempit pola pikirannya!!! btw,yang namanya kemajuan,…tidak bisa diukur dari satu sisi….tapi perlu pengalaman….atau pengorbanan yang besar!! kra itu,..kita hidup harus saling merangkul supaya bisa menjalani hidup ini dengan rasa damai!!!..PEACE!!

  14. avatar gojez says:

    wah…..wah……wah….orang indonesia ngak mau ketinggalan yach……..yah ngak apa2 deh janji jangan sampai budaya ketimuran dihilangkan malah budaya barat yang diagung2 subuhanallah……………….

  15. avatar gading says:

    Bravo….. MISS INDONESIA…. saat nya wanita unjuk kebolehan. salah besar klo ajang ini di tuding bikin moral bangsa jadi bobrok!! justru ajang pemilihan ini suatu bukti aktualitas diri kaum perempuan sekaligus contoh ma cewek2 yang laen klo cantik, pinter n punya kepribadian yang bagus tuh menarik, klo masalah agama itu masing2x pak ustad, pak ulama or sejenisnya biarin aja tuh cewek2x berkarya nggak usah di cap miring dulu belom tentu yang rajin ibadah tuh nggak pernah maksiat…… kenapa harus munafik seh.. ini cermin bangsa yang nggak bakal maju!! malu bgt sebagai warga indonesia….
    pastinya CAYOooooo MISS INDONESIA siapa lagi klo bukan mereka yang mau bongkar budaya INDONESIA……

  16. avatar jaquy says:

    eh yang ga setuju ma kontest2 kecantikan dasar katrok loh, pemikirannya tulalit
    ga bisa bedain mana jaman dulu dan jaman sekarang,
    gue sebagai lelaki kagum ma perempuan2 kayak miss indonesia. gimana ngga coba udah cantik,pinter,berkepribadia
    kecuali kalo ada yg protes itu mah orang sirik yang sanat sangat sangaaaaat munafik
    suka menentang sesuatu mengatas namakan agama padahal mungkin hatinya lebih buas dari srigala
    bravo indonesia buat lebih banyak acara acara yg sejenis bila perlu 100 macem putri kek yang penting berlandaskan positif az. peace

  17. avatar jakjajak says:

    Norak MUI … Gila norak abiss

  18. avatar Cubi-Cubi says:

    Klo di blang ajang kecantikan biqn NAFSU, tgantung ma orangnya. Lw pd mo blang klo itu naluri cowok dr sononya lht “barang2” yg dia g pnya jd ngaceng?? Klo cowok mang piqrana lgsg begituan, mo lht cw pk jilbab, bergo, cadar, smua yg sejenisnya yg mpe dibungkus serapet2nya bahkan sapi yg tak bbaju pun, ttp aja ngaceng, ttp aj mo merkosa. Tinggal gmn kendaliin diri. Klo u yg pd konta ma kontes2 gt miqr “Y Allah ampunilah rakyat Indonesia yg dah salah kaprah ini”, itu mah itung2an ma Tuhan sendiri. G ush tlalu fanatik/ pun bebas, wajar aj. Mereka jg g mungkin ngelihatin belahan pantat/ dada, paha, dsb dlm khidupan. Untuk naik panggung aja gugupna stengah mati apalg hrs pk swimsuit, kbyng g sie lo.Cb lw yg di taroh di atas panggung, ttp pk bj lw yg ke ttp rpt, mo bdoa silakan bdoa. Brani g?? Klopn u blng brani tp u akan blang “krn w anti kontes2an jd w g mo” / dgn alasan apapun.

  19. avatar fatha says:

    kalo aq mah setuju dengan adanya kontes kecantikan tapi memakai jilbab jadi nggak nunjukin aurot……he…..
    coba lho pikir semua ….apa ada kontes kecantikan yang nggak pake baju minim, pasti dalam beberapa bagian ada saat dimana mereka harus memakai pakaian yang minim karena kecantikan menurut panitia bukan hanya kecantikan dari dalam tapi juga kecantikan fisik….pasti dibalik itu semua proses seleksi menjadi peserta juga panjang, dimana dalam proses tubuh wanita selalu dipertontonkan dan dinilai oleh dewan juri dan masyarakat….coba camkan jika wanita2 itu adalah adik, kakak atau bahkan istri kita??????silahkan aja para wanita mempertontonkan tubuhnya, tapi terhadap suaminya saja….mengapa mereka harus melibatkan dosa banyak orang dengan melihat aurot mereka….

    tapi silahkan …….nich negara demokrasi setiap orang boleh berekspresi dan berpendapat…..

    saya hanya mengingatkan saja, semuanya tergantung anda…..terima kasih…

  20. avatar Haryo says:

    Lagi2 soal kontes ratu kecantikan diributkan oleh orang2 munafik.Alasan tidak masuk akal.
    Saya mau bertanya kepada orang2 MUI: Apa anda semua tidak ada pekerjaan lain?Keluarkanlah fatwa bahwa Islam yg melakukan kekerasan adalah sesat.Atau Ajaran Jihad yang benar adalah………atau fatwa bahwa jangan jadi TKI di Arab karena nanti diperkosa.Orang2 MUI harus ada kontribusinya buat NKRI jg menjadi pemecah belah kesatuan bangsa.Dan ingatkan didalam otak anda, bahwa negara Indonesia ini bukan NEGARA ISLAM.Anda hidup dialam negara Sekuler Yg namanya Negara Republik Indonesia.Saya Yakin sampai kiamat Sariat Islam tdk akan pernah terwujud di negara ini.
    Lakukanlah kehidupan yg sesuai dg sariat islam dalam keseharian itu lebih baik.Tdk memaksakan kehendk,tdk sangar,tdk bengis dan sok benar sendiri dan sok suci.Saya beritahukan bahwa banyak orang mentertawakan kelakuan anda,dan mengatakan bahwa kita dipimpin oleh tokoh2 agama kelas kambing ,tidak intelek,dan sangat emosional dan menganggap dirinya wakil Allah.Siapapun kalau menganggap dirinya sedang menjalankan perintah Allah dia itu pasti orang yg bijak,Adil,lemah lembut,dan berhati mulia,dan toleran.Dilihat dari kriteria semua itu semua orng2 MUI itu hanya segelintir orang yang bernafsu menonjolkan diri bahwa mereka ulama kelas wahid pret…….
    Bencana bertubi-tubi melanda indonesia itu bukan karena tdk menjalankan Sariat Islam,tetapi sebaliknya karena MAU MEMAKSAKAN SARIAT ISLAM di indonesia.
    Nanti kita lihat Allah berpihak kepada siapa,kepada orang yg sombong rohani atau yg biasa2 saja.Sesungguhnya Allah hanya melihat isi hati manusia,bukan atribut2 maupun kepandaian berbahasa arab,atau lainnya.Ingat Dia Mahatahu apa yg ada didalam hati, di dlm pikiran manusia.

  21. avatar monyetmerah says:

    Mungkin di Indonesia lebih cocok dibuat kontes korupsi.

    Atau gimana kalo kontes muka dua?

    Kontes standar ganda?

    Kontes munafik?

    Susahnya yang ikut bisa banyak banget.

  22. avatar Herdian says:

    Kita ndak usah memaksa orang lain untuk harus setuju dg pendapat kita. Rileks lah, nda usah emosional. Perbedaan pendapat adalah wajar. Jangan memaksakan kehendak, lah . Yg setuju maupun yg menolak miss indonesia, nda perlu bersitegang. Introspeksi diri.

    Memaksakan ide, pendapat, atau kehendak pada org lain adalah pelanggaran HAM. Udah lah. Masing2 urusi kwajibanya ndirì2. Ndak perlu ribut. Indonesia terbelakang karena sering mempermasalahkn hal2 yg nda penting. Malahan yg penting dicuekin. Mikir yg bener.

  23. avatar Raja Ketampanan says:

    Mana yang mau ikut ratu kecantikan ? Gue entot dulu di ruang juri. Giliran bo !!! Enak tauk, tapi gue dan temen2 juri yang lain ga pernah dapat perawan. Emang perek semuanya…
    Mana lagi yang mau ikut ? Ayo sini sini, tinggal ngangkang, yang paling enak goyangnya, gue jadiin juara terus gue jadiin selir dah.

Comment on “Kontes Kecantikan Miss Indonesia”.

RSS
RSS feed
Email

Copyright Indonesia Matters 2006-18
Privacy Policy | Terms of Use | Contact