Bencana Banjir

December 6th, 2007

Ramalan malapetaka untuk Indonesia selagi tingakatan air laut meninggi.

Setelah gelombang pasang minggu lalu melewati dinding perbatasan, jalan utama menuju bandara Jakarta pun tertutup. Beberapa ramalan untuk Indonesia dikeluarkan oleh konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bali jika tingakatan air laut terus meninggi:

  • Bandara Jakarta akan tenggelam pada tahun 2035.
  • Sekitar 25% wilayah Jakarta dapat hilang di tahun 2050.
  • Surabaya dan Semarang akan banjir secara tetap pada tahun 2080.
  • Ibukota Indonesia terpaksa dipindahkan ke Bandung.
  • Dua ribu pulau bisa habis di tahun 2030.
  • 400,000 km kuadrat luas daratan lenyap pada tahun 2080, termasuk sekitar 10% dari Papua, dan 5% dari Jawa dan Sumatra (di pesisir utara).

Begitu ujar Nicholas Stern, pengarang "The Stern Report" (2006) mengenai perubahan iklim:

Negara kepulauan sangat rawan terhadap peningkatan air laut dan badai. Indonesia termasuk Negara yang amat rawan.

Menurut sebuah laporan iklim PBB, suhu dunia diperkirakan akan bertambah diantara 1.1 dan 6.4 derajat Celsius (2.0 dan 11.5 derajat Fahrenheit) sementara tingkatan air laut diantara 18 cm dan 59 cm (7 dan 23 inci) diabad ini.

Armi Susandi, seorang meteorologis di Institut Teknologi Bandung (ITB), memperkirakan tingkatan air laut akan naik dengan rata-rata 0.5 cm per tahun sampai 2080, sementara kecepatan perendaman Jakarta akan lebih tinggi karena tempatnya yang pas berada diatas tingkatan laut, yakni 0.87 cm per tahun.

Indonesia akan menjadi lebih miskin karena hilangnya pulau-pulau. Hal ini disebabkan oleh perhubungan ke sumber-sumber mineral yang akan menjadi lebih sulit, bahkan mustahil, dengan dipotongnya 5% dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun. Pemotongan inipun belum memasukkan perhitungan dari hilangnya lahan dan pekerjaan karena jutaan orang yang harus pindah dari daratan rendah ke tempat-tempat yang lebih tinggi.

Sebuah penelitian IIED menyatakan 42 juta orang di Indonesia yang hidup di daerah kurang dari 10 meter diatas batas laut adalah mereka yang akan paling dirugikan oleh meningkatnya air laut.

Sebuah penelitian terpisah oleh Program Lingkungan PBB di tahun 1992 menunjukkan bahwa hanya dua lokasi di Jawa dapat membuat 81,000 petani kehilangan sawah dan perikanannya, sekaligus 43,000 pekerja ladang dari usahanya dengan perubahan keadaan laut ini.

Versi bahasa Inggris - Flood Disaster.

24 Komentar on “Bencana Banjir”

  1. avatar Firmanto Gatot bilang:
    February 16th, 2008 at 1:23 pm

    Ada acuan yang logis terhadap kecenderungan bencana banjir yang ‘mungkin’ terjadi di beberapa tahun ke depan. Banjir dari air pasang yang bisa bersifat ‘permanen’ karena penurunan permukaan tanah atau dari volume air laut yang meningkat, atau banjir dari curah hujan tinggi hanya terjadi beberapa waktu. Apabila keduanya berlangsung bersamaan yaitu pasang air laut (rob) dan curah hujan yang tinggi maka daerah pesisir atau yang berdekatan dengan pusat-pusat tergenangnya air, maka akan berakibat sangat fatal. Karena akan merusak sarana prasarana, infrastruktur, pemukiman, sarana kesehatan dan pendidikan juga sarana transportasi.
    Bagaimana mencegah ‘ramalan’ diatas ? Pembangunan harus dibuat secara linier misalnya dalam 20 – 30 thn yang diterjemahkan dalam tahapan per 2-3 tahun. Dasar kebijakannya adalah kesejahteraan rakyat diakomodasi, lingkungan alam dijadikan basis analisa serta mentalitas ‘menyejahterahkan’ dan ‘mencintai’ lingkungan yang sehat dijadikan propaganda yang terus menerus.
    Saya cukup sedih dan heran karena melihat ada warga negara kita yang ‘membuat kulit durian’ di jalan TB Simatupang. Mari bersama-sama kita rubah mentalitas kita bukan hanya kebutuhan fisik yang dicapai (KKN-isme) tetapi solidaritas, kepedulian, pengorbanan untuk rakyat dan cintai lingkungan alam kita. Majulah rakyatku, bangsaku dan mari hadapi bencana dan anugerah dengan penuh solidaritas, peduli dan berani berkorban.

  2. avatar Wahid Hasan bilang:
    November 10th, 2008 at 3:47 pm

    Muara dadap, muara kamal, muara kali adem, sangat dangkal, kalau muaranya tersumbat, aliran sungai akan terhambat. Karenanya tidak mustahil jakarta barat, tanggerang akan tergenang.

  3. avatar Dimas bilang:
    December 4th, 2008 at 4:01 pm

    Caranya menghadapi banjir bagaimana?

  4. avatar fullmoonflower bilang:
    December 4th, 2008 at 9:24 pm

    Cara menghadapi?? ya ngungsi :lol:

  5. avatar Joerig bilang:
    January 14th, 2009 at 1:59 pm

    Banjir di Jakarta tu yang buat ya Orang2 Jakarta juga. bukan cuma orang yang berduit, tapi juga orang yang ga mampu. Orang yang berduit membangun lahan yang seharusnya jadi tanah resapan air dg cara menyogok Pejabat2 yang berwenang. Orang yang kurang mampu juga membuang sampah (sampah rumah tangga, kasur, pohon2, dl) langsung ke Got atau langsung ke saluran kali sehingga menyebabkan penyumbatan yang berujung pada banjir. jadi semua pihak harus nyadar diri, memang ga semuanya berbuat seperti itu, hanya beberapa kalangan, tapi anehnya, yang mendapat imbas ya mereka2 yang ga tau apa2… tapi ada juga mereka orang berduit yang berbuat, tapi mengeluh kalo Jakarta Banjir, rumahnya trendam banjir, usaha bisnisnya tersendat sehingga mengurangi laba perusahaan, Mobil mewahnya krendam, harus ngeluarin duit jutaan untuk nginap di Hotel dll. Bagi orang yang hidupnya pas2an… setelah membuang sampah sembarangan yang menyebabkan air kali meluap karena tertutup oleh sampah, juga ikut mengeluh, karena rumah yang ditempati olehnya di bantaran kali juga ikut krendam. harta benda hanyut terbawa arus air, mau ngungsi ga punya dana. akhirnya cuma bisa menyalahkan orang lain yang telah menyebabkan banjir. Jadi menurut saya, banjir itu harus diselesaikan dengan cara memulai dari diri sendiri dahulu. dengan cara membuang sampah pada tempatnya, tidak membangun lahan yang seharusnya menjadi tanah resapan air dll. ya intinya, semua pihak harus turut serta dalam upaya mencegah banjir dan penanganannya.

  6. avatar Joerig bilang:
    January 14th, 2009 at 2:08 pm

    Tapi kalo ga ada banjir… ato Jakarta ga banjir2 lagi… Pemda DKI ga bakalan dikucurin dana Milyaran rupiah buat dana penanganan Banjir (istilahnya)… akhirnya ga ada proyek, kalo ga ada proyek…? ga ada penghasilan tambahan. akhirnya muncul komentar dari dalam diri sendiri… “Percuma gw menjabat jadi….. kalo ga ada proyek” istilahnya cuma harus menerima gaji pokok doang… mana bisa bertahan hidup di Jakarta??? ogah amatt gw kerja sosial. Itulah salah satu hal2 seperti itu yang menyebabkan banjir di Jakarta… salah satu klise dari ribuan klise lainnya… thanx

  7. avatar cutegirl bilang:
    February 11th, 2009 at 7:34 pm

    cara menghadapi banjir itu yg pasti ngungsi………………., trus kl udah surut airnya jangan buang sampah sembarangan………. selain gak banjir lagi kan udara jadi segar dan membantu pengembalian ozon…………….

  8. avatar cid bilang:
    March 20th, 2009 at 1:54 pm

    jangan percaya ramalan, percaya sama yang Maha Kuasa saja…. klo persepsi kita udah seperti itu… jadinya secara tidak langsung ya berdoa agar terjadi seperti itu….

  9. avatar Nina Meyer bilang:
    April 2nd, 2009 at 11:27 am

    Kalo kita bicara tentang perubahan alam pasti tdk ada habis2 nya, masalah penanggulangan ? itu melibatkan banyak pihak dan materi yg tdk sdikit… Tugas kita hanyalah meningkatkan proteksi diri sendiri… Jalan yang tepat adalah.. Belajar BERENANG, Siapkan fisik, Mental, Baju Renang yang TRENDY….. MULAI SEKARANG …Merupakan solusi yg paling tepat untuk kondisi ini… Trim kasih

  10. avatar Mr Tic Tac Toe bilang:
    April 2nd, 2009 at 11:44 am

    Nina:

    Lucu yaaaa????

    Dah pernah jadi korban banjir belum?
    Dah pernah manggul mayat korban tsunami belum?

    :)

  11. avatar chrismissa bilang:
    April 26th, 2009 at 5:08 pm

    bicara soal banjir,,
    gw bete banget nie,, coz uda dua taon terakhir ni rumah gw kena banjir sebanyak tiga kali.
    padahal kata ortu gw,uda 14 taunan tuh gag pernah banjir.
    sebel deh musti angkut2 barang ke loteng.. sebeeeell..!!!
    dan banjirnya tu datang tengah malem,gw jadi gag bisa tidur. besoknya yah bisa dibayangkn..kepala pusiiinngg banget masih harus bersih2. gag masuk skulah dehh..
    tapi emang bener sih klo yang bikin banjir tuh juga mnusia sendiri yang suka nyampah.
    tiap hari buang sampah di sungai,ada pohon tak berdosa ditebangin.
    emang sih ada himbauan buat buang sampah di tempat sampah,tapi setelah di tempat sampah trus diapain,,
    tetep aja cuma ditimbun di “gunung sampah”.. sama aja bo’onk donk klo gitu
    atau malah nyasar di sungai. mampet lagi,,banjir lagi,,hadu hadu
    kalo aja semmuuuuaaaa orang tuh punya kesadaran untuk menjaga lingkungan..
    coba deh mulai dari diri sendiri.
    pisahin antara sampah organik sama anorganik.
    trus sampah yang organik ditimbun pake tanah.
    selain berguna buat lingkungan juga bisa jadi pupuk. terus pupuknya bisa dijual ato juga bisa buat media tanam di halaman rumah (ato di pot)
    pemandangan rumah kita bisa jadi lebih nyaman dan indah kan,,
    sampah anorganiknya..dengan sedikit kreativitas dan imajinasi, bisa dibuat suatu prakarya yang apik.
    it’s up to all of you people.

    thank for read

  12. avatar orG CAnTik bilang:
    May 5th, 2009 at 4:10 pm

    Seharus nya kta menjaga bumi kta byr kt bs mnikmati bumi ini.
    Dan mencegah nya dgn:
    -membuang sampah pda tmpt nya
    -menanam phon
    -jgn tebangi phon bnyk2

    he….he…. sbnr nya sich kdg-kdg q jg nglkuin

  13. avatar Risaldi Hutama bilang:
    May 13th, 2009 at 9:17 am

    Sebagai seorang anak yang tak mengerti permasalahan alam.
    Saya berpendapat sebagai berikut,
    Yang menyebabkan bencana adalah karena:
    1. Buang sampah sembarangan.
    2. Kurangnya penghijauan.
    3.Saluran air tidak lancar.
    4.Kurangnya kesadaran kita untuk selalu melestarikan alam.

    Ma’af, bila komentarku kalian tertawain. Karena aku cuma anak kelas lima SD.
    (SDN Siwalan Panji I Sidoarjo)

  14. avatar Astrajingga bilang:
    May 13th, 2009 at 12:57 pm

    Risaldi Hutama,

    Betul bahwa sebagian dari permasalahan banjir itu adalah apa yang disebutkan di atas. Semuanya adalah kesalahan masyarakat. Karena suka membuang sampah, karena tidak menanam pohon, dan karena kurang kesadaran yang lain.

    Tapi juga harus dilihat peran negara.

    Misalnya, beberapa peran negara dalam melestarikan banjir:
    1. Karena tatakota berantakan akibat suap menyuap dan korupsi yang menggejala.
    2. Karena tataguna lahan berantakan akibat korupsi.
    3. Karena pengelola hutan yang serakah bisa mendapatkan izin dan terus mengelola hutan karena menyuap pejabat pemerintah.
    4. Karena bangunan air/pengatur air di kota tidak dibangun dengan sebagaimana mestinya karena duitnya habis dikorupsi.
    5. Karena tanah di daerah padat penduduk habis dikuasai perusahaan, tidak ada kebijakan land-reform yang memadai, sehingga para petani terpaksa merambah hutan, makin naik ke atas ke arah pegunungan untuk membuka lahan pertanian/perladangan, atau kalau perlu membuka hutan yang konsesinya sudah diberikan ke perusahaan tertentu.
    6. Karena negaranya sukanya upacara menanam pohon saja, tapi tidak pernah memikirkan pemeliharan hutan puluhan tahun semenjak pohonnya ditanam.
    7. Karena memang pada dasarnya negara (pusat, propinsi, kabupaten) tidak bisa mengelola Daerah Aliran Sungai dengan bijak, semuanya ribut aja ngurusin perolehan suara dalam pemilu mendatang.

    Setelah saya pikir-pikir, rasanya urusan banjir lebih karena negara kita yang brengsek.

  15. avatar Lyan bilang:
    June 24th, 2009 at 12:28 pm

    berdoa az?????
    mah gak ada gunanya tanpa dibarengi dengan tindakan yang nyata…
    Berhubung kita masih punya waktu untuk ngerubah ini semua kenapa kita tidak melakukannya???
    jangan tunggu orang lain berbuat…
    mari kita bersama-sama mulai dari diri kita sendiri dengan suatu tindakan yang paling mudah kita lakukan dengan tidak membuang sampah sembarangan..
    buanglah sampah pada tempatnya yaitu tempat sampah..
    mungkin banyak yang berfikir ini hal yang sepele,tapi cobalah melakukannya…
    dan setelah yaang selama ini saya dapat di bangku perkuliahan memang ternyata alam kita sudah sangat memprihatinkan…
    JANGAN TUNGGU HARI ESOK APA YANG HARI INI DAPAT KAMU LAKUKAN ….
    salam RIMBAWAN…..

  16. avatar Teguh W bilang:
    July 19th, 2009 at 9:52 am

    berhubung skrang” tidak/jarang hujan kita bisa sm” memperbaiki pengairan/ sluran irigasi kta agar disaat hujan lebat trun tdk terjdi luapan air yg menyebabkan banjir dan buanglah sampah pd tempatnya,,,
    jgnlah tnggu orang lain yang berbuat,,, mri dari dri kta sndiri dlu….
    mudah”an bencana banjir dapat segera teratasi n tdk ada bencana banjir lg,,,amien

  17. avatar Ardhika Permada bilang:
    August 12th, 2009 at 12:16 am

    Perusahaan tempatku kerja menjual perangkat untuk mendeteksi ancaman banjir. Namanya FFWS (Flood Forecasting and Warning System). Untuk lebih lengkapnya bisa dilihat disini http://www.inti.co.id/id/modules/products/index.php?id=18

  18. avatar dwi bilang:
    November 3rd, 2009 at 6:46 pm

    semua bencana yang sudah dan akan terjadi telah direncanakan oleh ALLAH SWT.kapan dan dimana itu adalah rahasia ALLAH.kita sebagai manusia biasa harus banyak2 mendekatkan diri pada-NYA.agar kita semakin sadar bahwa kita tak ada apa2nya dimata ALLAH.

  19. avatar alfian bilang:
    April 11th, 2010 at 10:44 am

    orang berlomba lomba meninggikan rumah dan jalan masing-masing, tapi tidak mendalamkan selokan dan got sebagai jalan air.
    got pada di cor, shg tdk dapat dibersihkan.
    rakyat dianjurkan nanam pohon, pengusaha yang nebangi atas ijin pejabat

  20. avatar fatya bilang:
    April 23rd, 2010 at 12:34 pm

    kalau gak mau banjir kita gak boleh:

    1.nebang pohon sampai gundul
    2.buang sampah di kali maupun sungai

    okey!!!

  21. avatar deta bilang:
    April 23rd, 2010 at 1:04 pm

    Okey dokey. Jangan lupa berantas suap dan korupsi supaya uang pajak bisa digunakan membangun infrastruktur untuk mencegah dan menanggulangi banjir.

    okey!!!

  22. avatar jokopriyono bilang:
    September 6th, 2010 at 2:02 pm

    fenomena alam dapat dipandang dari 2 sisi, satu sisi dimana siklus alam sudah diatur oleh TUHAN yang MAHA PENGASIH DAN PEMURAH yang telah memberikan hidup kepada kita semua dan kita harus mensyukuri, dibandingkan dengan mereka yang hidup dalam kondisi meninggal saat lahir atau lainnya sejenis, atau bahkan yang hidup dalam kondisi cacat sehingga tidak dapat menikmati hidup yang ALLAH berikan kepada kita. siklus tersebut sudah diatur dengan segala macam kondisi lengkap dengan masa-masa kritis (kalau saya tidak katakan sebagai bencana, karenan kerusakan bersifat sistemik dan teratur dalam sebutan time frame yang jelas) sisi berikutnya adalah siklus alam yang mengalami percepatan perubahan dipengaruhi oleh eksploitasi suimberdaya alam oleh manusia secara besar-besaran atas nama kemajuan tanpa pengendalian, atas nama kemajuan untuk kerakusan dan keserakahan.
    sejarah sendiri telah mencatat, salah satunya adalah NABI NUH, tentunya orang murtad atau kaspitalispun tahu tentang itu (meskipun mereka tidak mau tahu) yang menyampaikan firman ALLAH tidak dengan ilmu pengetahuan namun dengan ilmu keimanan, sedangkan sekarang bencana/musibah diinformasikan melalui landasan ilmu pengetahuan. sangat disayangkan jika menanggapi persoalan yang begitu penting dan serius hanya dengan sebelah mata atau hanya berserah pada TUHAN, artinya kita tidak menerima NABI NUH yang membawa Firman ALLAH atau tidak menerima teman-teman kita yang belajar dengan sungguh-sungguh dengan segala literatur dan proses pendidikannya.
    marilah kita bersatu kata dan bersatu hati menyelamatkan DUNIA YANG TELAH ALLAH BERIKAN KEPADA KITA DAN ANAK CUCU KITA, jangan terlalu egois hanya melihat dan merasakan kenikmatan sekarang untuk kita sendiri. pekerjaan ini tidak mudah karena ini pekerjaan melawan KAPITALIS BESAR yang tidak pernah menerima TUHAN ALLAH dihati mereka. perjalanan Rio De Janero, Protokol Tokyo, Agenda 21, Bali Road Map semua merupakan langkah2 untuk menyelamatkan dunia, lalu siapa yang tidak mau menerimannya. akan menjadi panjang jika kita berdiskusi tentang fenomena global (disektor itu), lebih baik kita memulai dari diri sendiri dan menegur/mengingatkan lingkungan kecil kita, pada akhirnya jika semua dapat melakukannya pasti akan selamat. marilah kita tingkatkan MORAL DAN KEIMANNAN KITA, JANGAN NYOGOK TAPI JANGAN JUGA MENERIMA SOGOKAN atau MINTA DISOGOK, kalau semua mayarakat kita mau demikian INSYA ALLAH semua akan selamat.
    kembali kepada soal banjir, INDONESIA adalah kepulauan terakhir yang muncul kepermukaan, jadi wajar jika akan tenggel;am paling duluan. jadi penyelamatan INDONESIA sangat tergantung pada bagaimana DUNIA mengahadi panas global, kalau kita bereaksi dan dunia tidak bereaksi yang akan cukup berat bebannya. diskusi dalam forum ini TIDAK AKAN CUKUP dalam media sekecil ini dalam waktu sesingkjat ini. saya menunggu tanggapan untik bisa berdiskusi lebih lanjut. MARI TERUS BERJUANG MENYELAMATKAN CIPTAAN TUHAN sebagai bukti kesetiaan kita PADANYA. wah heroik ya ha ha ha

  23. avatar aranzta bilang:
    January 18th, 2011 at 3:12 pm

    menurut saya di negara asia tenggara semunya ya kota wilayah ini banjir yg sangat luar biasa

    di uastalia banjir hingga besar dan mengakibatkan jiwa orang lebih dari 100 jiwa orang dan 60 leboh hilang dalam banjir

  24. avatar Fisip bilang:
    May 1st, 2011 at 9:35 am

    Banjir adalah bencana alam yang terjadi secara alami maupun oleh ulah manusia. Sekarang ini banjir lebih sering disebabkan ulah manusia yang mulai tidak menghiraukan keseimbangan alam. Mulai dari membuang sampah di sungai, penggundulan hutan oleh manusia, penggalian material pasir dan batu alam secara liar tidak terkendali.

    Untuk mengatasi hal ini peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sangatlah penting untuk menyelamatkan kehidupan manusia dan ekosistem lain yang ada di dalamnya.

RSS
RSS feed
Email

Copyright Indonesia Matters 2006-09