Kesetaraan Jender

Jan 1st, 2008, in Id, by

Lembaga-lembaga bantuan Barat dan agenda kesetaraan jender mereka di Indonesia.

Agenda Barat

Terbilang sebagai seorang komentator untuk masalah kemasyarakatan, Ansari Yamamah, M.A., Dosen dalam bidang Hukum Syariat di Medan IAIN, mengatakan pada tanggal 12 Desember bahwa LSM-LSM Barat dan agensi-agensi bantuan yang serupa telah berusaha untuk memaksakan ide-idenya akan kesetaraan jender terhadap orang-orang Indonesia, bersamaan dengan nilai-nilai barat akan terorisme, hak asasi, dan demokrasi.

Masyarakat barat sering beranggapan bahwa cara mereka dalam berperilaku adalah yang terbaik, dan Indonesia, dengan masyarakatnya yang dilanda kemiskinan dan ketidakadilan, dilihat sebagai tanah subur untuk menyebarkan ideologi mereka.

Negara-negara Barat memberi banyak dana kepada lembaga-lembaga swadaya masyarakat yang mendukung agenda mereka.

Dari semua dana yang disumbangkan lembaga swadaya masyarakat asing di Indonesia, hanya sedikit yang terpakai untuk memperbaiki situasi keuangan dan ekonomi negara sekaligus masyarakatnya, ujarnya, justru dana tersebut tersalurkan untuk proyek-proyek yang bermotivasi politik, seperti program kesetaraan jender. republika

Ternyata Benar

Sementara itu, pada tanggal 27 Desember, sebuah survey yang dikeluarkan oleh surat kabar Australia mendukung pendapat Ansari Yamamah, dengan menyatakan bahwa kebanyakan dari dana sebesar $400 miliar dolar yang telah disumbangakan Australia untuk bantuan tsunami Aceh 2004 telah digunakan oleh agensi-agensi bantuan untuk mempromosikan proyek-proyek politik yang mengedepankan kebudayaan Barat haluan kiri diatas nilai-nilai tradisional Asia.

Beberapa lembaga amal yang dicerca di laporan tersebut, dan kegiatannya di Aceh:

  • World Vision – menjalankan kampanye yang melobi untuk memajukan reforma agraria dalam rangka mempromosikan kesetaraan jender, bersamaan dengan program-program yang mendidik perempuan Aceh dalam ‘proses demoratis’ sambil menyemangati mereka untuk terjun dalam bidang politik.
  • Caritas, sebuah organisasi bantuan Katolik – mendanai pusat pembelajaran Islam untuk menekankan ‘pentingnya Al-Qur’an’.
  • Oxfam – mementaskan sebuah ‘pertunjukkan kesetaraan jender keliling’ untuk mendorong penduduk laki-laki Aceh agar lebih menghormati kaum perempuannya.

“Pertunjukkan kesetaraan jender keliling” ini menampilkan adegan seorang ayah yang konservatif:

Apa Kaoy, yang tidak mampu memasak, mengomel saat istrinya, lelah sesudah bekerja di sawah, belum sempat mempersiapkan makan malam.

Seorang kolot yang buta huruf:

…ia tidak menyetujui ambisi anak perempuannya untuk belajar di perguruan tinggi. Justru, sambil menggenggam koran dengan terbalik karena dia tidak bisa membaca, Apa Kaoy menceramahi anaknya bahwa lebih penting baginya untuk belajar memasak, mengurus rumah, dan berkeluarga.

Pencerahan:

Perilakunya terhadap kaum perempuan melunak saat lelaki-lelaki lain yang lebih terbuka pikirannya menunjukkan kesalahan pandangannya.

Mengikuti Ansari Yamamah di Medan, Don D’Cruz dari surat kabar Australia mengatakan bahwa kebanyakan dari dana yang disumbangkan sebagai bala bantuan bahkan tidak pernah direalisasikan sama sekali. theaustralian

Artikel ini diterjemahkan oleh Hannah Mulders dari versi bahasa Inggris – Gender Equity.


Comment on “Kesetaraan Jender”.

RSS
RSS feed
Email

Copyright Indonesia Matters 2006-18
Privacy Policy | Terms of Use | Contact