RUU BHP (Badan Hukum Pendidikan)

Dec 9th, 2008, in Asides, by

RUU BHP (Badan Hukum Pendidikan) (btw, best to start a chat topic in the forum for new things, or write a blog post about it yourself….)

14 Comments on “RUU BHP (Badan Hukum Pendidikan)”

  1. fullmoonflower says:

    Out of Topic…

    Just want to ask to Koh Patung…. would you like to write an issue about RUU BHP (Badan Hukum Pendidikan)?

  2. fullmoonflower says:

    this RUU will be legalized by tomorrow, Dec 17th, in DPR….

    I will join to my activist friends who are concerned to Indonesia education… we will participate in a demonstration to DPR against to privatization of campus..

    It’s crazy…! This is a tragedy of Indonesian professionalism… because people will get good education just because they are rich and have money, not because they are clever…

    Oh no… πŸ™
    That is mean there no more opportunity for a clever anak tukang becak, anak pengamen, anak tukang sol sepatu, and anak buruh tani to be an educated one…

    Indonesia… oh Indonesiaku πŸ˜₯

  3. funny says:


    Can you elaborate pls? Been out of it for a while?
    Is it another stupid RUU?

    Obviously, the β€˜been out of it for a while’ is not supposed to be followed by a question mark.

    Full stop.

  4. tyo says:

    Wakil rakyat itu harusnya mewakili rakyat, BUKANNYA MENGHIANATI RAKYAT!!!!

  5. fullmoonflower says:

    Dan inilah pengkhianatan yang paling tragis untuk generasi bangsa…. πŸ˜₯

  6. Saha says:

    Kbijakan elit politik tdk akn nyambung dg RAKYAT kecil (yg mayoritas di negri ini), mrk hanya nyambung dg pemodal kapitalisme krn sama RAKUSnya.
    Anggaran public diKEBIRI tp tunjangan jabatan, partai (bg mrk yg punya kursi) dn blanja aparatur brlebih2n tp mrk gk prnah cukup dn puas.
    MAKAx mrk membuat UU sbagai alasan dn perlindungan shingga bg mrk itu halal trmasuk PENDERITAAN RAKYAT jg dianggap Halal

  7. sakura says:

    wah kalu sampe ntu terjadi gimana nasib pendidikan masa depan truz kalo segitumahalnya kuliah, nasib ku yang sekarang mau lulus sma gimana donk ?????bener2 bikin ngebatin .

  8. fullmoonflower says:

    Undang Undang Badan Hukum Pendidikan sudah DISAHKAN tanggal 17 Desember 2008… πŸ˜₯

    bisa dibayangkan jika Sekolah-sekolah di Indonesia sejak Playgroup hingga Universitas akan dijalankan seperti sebuah Perusahaan….

    anakku masih 4 tahun… masih TK…

  9. Klanjabrik says:

    Bagian mana yang memberatkan atau yang mengkhawatirkan ? biaya pendidikan kah ? kalau memang iya, orangtua harus kerja ekstra, dan anak-anak juga harus belajar berkompetisi semenjak SD sampai Kuliah, dunia yang keras!

  10. fullmoonflower says:

    Pada link yang saya sebutkan di atas :

    Rancangan Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan

    Pada intinya kalau kita baca dari Pasal 1 hingga Pasal 33, masih wajar-wajar saja…

    Tapi pada Pasal 34 sampai dengan Pasal 38, kalau diterapkan secara benar, fine saja…
    Tapi apakah ada jaminan bahwa hal ini akan diterapkan secara benar? Apalagi pada praktek di lapangan, laporan keuangan Badan Hukum Pendidikan nggak mungkin dibuat secara transparan kepada pada masyarakat.

    Apakah yakin, bahwa biaya yang disetorkan oleh masyarakat kepada Badan Hukum Pendidikan tersebut nantinya benar-benar hanya kurang dari sepertiga dari total pembiayaan? atau sepertiga dari total angka yang (ternyata) sudah di mark-up terlebih dahulu sebelum disajikan kepada masyarakat? 😈

    Pengelola Badan Hukum Pendidikan juga manusia.

  11. Alief says:

    Untung aja anakku masih SD,ntar kalo dia dah besar kan kujadikan MENDIKNAS dan kusuruh untuk meng GRATIS kan semua biaya pendidikan mulai dari TK ampek PT

  12. ochiana048 says:

    Menggratiskan pendidikan? Mungkin saja, tapi harus realistis. Sejak tahun 2002, hampir tidak ada lagi negara2 di dunia ini yang menggratiskan kuliah bagi warga negaranya, kecuali negara2 seperti Kuwait, Abu Dhabi, dan Brunei. Jerman yg selama ini dikenal menggratiskan kuliah, sejak tahun 2000 sudah tidak lagi. India yg semula mensubsidi habis biaya kuliah, sejak 2001 sudah mengurangi. Silahkan cek di web Unesco. Anehnya, biaya pendidikan di Indonesia msh tergolong murah, atau lebih mahal sedikit dibandingkan Philipina.

    Oke lah sekarang kuliah digratiskan, lalu apa kira2 target dri mereka yg digratiskan? Bisakah mereka (mahasiswa) ditargetkan untuk menciptakan setidaknya 3 penemuan di akhir studi? Bukan dlm bentuk tulisan/paper, tapi penciptaan/terobosan ilmu pengetahuan. Sedangkan sampai sekarang ini sedikit sekali working paper yg dikirimkan peneliti dari Indonesia ke IMF/ADB/WB, termasuk ke Yayasan Nobel.

    Soal biaya kuliah dan keterkaitannya dgn orang miskin spt tukang becak, saya mau berikan suatu gambaran kenyataan biaya kuliah di Jogja. Dari hasi perhitungan minimal tanpa dihitung uang kos dan asumsi kuliah gratis, untuk bisa kuliah di Jogja setidaknya harus butuh dana sekitar Rp 600-800 ribu per bulan. Ini hasil survei biaya hidup mahasiswa di Jogja yg pernah dilakukan UPN Yogyakarta bulan Agustus 2008. Padahal, UMR saja besarnya ga jauh beda dari angka biaya hidup mahasiswa. Belum lagi dengan biaya konsumsi minimum yg ditanggung keluarga miskin yang besarnya justru separuh dari biaya hidup minimum mahasiswa. Sekedar catatan, hasil survei tadi menemukan jika sekitar 80% lebih mahasiswa mengeluarkan biaya minimum sekitar Rp 980 ribu per bulan!

    Realita aja lah, ga usah sok bicara seolah-olah membela rakyat kecil, atau mengatasnamakan orang miskin. Realita aja! Kalo mau membantu rakyat kecil, cukup berikan sikap optimis dan aktif mengawasi pelaksanaan UU BHP. Kalo cuma bisa pesimis, kapan kita mau maju?! Semangat donk!

  13. iyan preira says:

    setuju banget neh dgn ochiana….
    gratis tidak selamanya bagus..apalagi dengan mental budaya bangsa kita yg seperti ini…justru kalo dienakkan mlempem…kurang tantangan, akhirnya malah ancur2an… bangsa kita (apalagi jawa, maaf saya juga orang jawa) umumnya kalo gak diketuk gak bunyi, mati… harus digong, dikasih tantangan… betul, gratis pun mesti ada konsekuensinya karena gratis itu bukan berarti tidak ada yang bayar.. yang bayar ya seluruh masyarakat lewat pajak2 atau pungutan lain.. berarti yang belajar gratis itu dibayari oleh seluruh rakyat negeri ini, kalo belajarnya asal2an rugilah rakyat…apalagi kalo belajarnya kayak film di sinetron, isinya pacaraaaan melulu tanpa prestasi yg jelas….
    So bangsa ini memang harus mulai belajar dewasa dan profesional… bukan mental gratisan… kalo emang mau sekolah yg bagus ya bayarlah, kalo gak mampu cari jalan gimana caranya, kalo bener2 gak bisa ya tak perlu sekolah formal toh sekolah formal bukan jaminan hidup sukses… hampir 90% lebih kesuksesan orang bukan karena apa yang didapat di bangku sekolah kok….klo gak percaya hitung sendiri…

Comment on “RUU BHP (Badan Hukum Pendidikan)”.

RSS feed

Copyright Indonesia Matters 2006-2023
Privacy Policy | Terms of Use | Contact