Perang Salib

Feb 14th, 2008, in Id, by

Jaringan Islam Emansipatoris meliput tentang Perang Salib dan membuat kesalahan demi kesalahan.

Mereka memulai dengan data sejarah yang benar, bahwa Perang Salib diawali dimasa kekuasaan Paus Urbanus pada tahun 1095 dan dimaksudkan untuk mengambil kembali tempat-tempat suci Kristiani, khususnya Yerusalem, untuk umat Kristen. Disepanjang Mediterania Timur operasi militer dilancarkan terhadap pasukan Muslim. Dan kemudian:

Perang ini kerap dilihat sebagai awal kontak yang melahirkan ketegangan dan sikap permusuhan antara Barat dan Timur.

dan kita menganggap “Timur” disini berartikan dunia Muslim.

Lalu:

Perbincangan tentang konflik antaragama, terutama agama-agama besar dunia””Yahudi, Kristen, dan Islam””sering kali dihubungkan dengan peristiwa Perang Salib.

Organisasi Muslim liberal seperti Jaringan Islam Emansipatoris telah banyak melakukan hal-hal yang berguna dan situs ini secara keseluruhan mendukung mereka. Namun, paling tidak di topik ini, mereka mempunyai prasangka dan ketidakmampuan untuk menilai Islam dengan kritis yang juga dimiliki oleh lembaga-lembaga Islam ortodoks lain di seluruh Indonesia. Perang Salib bukanlah permulaan dari percekcokan atara Islam dan dunia Barat. Perang Salib adalah tambahan terlambat dari berabad-abad penyerangan Arab/Muslim, berabad-abad penjajahan, penaklukkan, pembunuhan besar-besaran, dan pemindahan agama secara paksa terhadap dunia Kristen yang sedang “tidur” yang akibatnya menjalar sampai ke jantung Eropa Barat.

Setelah lahirnya Islam, di sebuah bagian kecil yang tak dikenal di daerah Arab abad ketujuh, gelombang demi gelombang pasukan Muslim masuk kedalam tanah Kristen dan Yahudi. Pasukan Muslim tersebut menaklukkan mereka, merampas kekuasaan mereka, menjajah mereka, dan memeras mereka. Pasukan yang sama ini membawa Islam sampai ke selatan Spanyol, ke Andalusia, dan tentunya juga ke tanah-tanah tidak terhitung lain (yang kebanyakan Kristen) disepanjang jalan. Orang-orang yang terjajah ditawarkan sedikit pilihan – berpindah agama atau menerima status ‘dhimmi’ yang memalukan. Lebih dari tiga abad kemudian, setelah jihad raksasa ini dimulai, masyarakat Kristen Eropa akhirnya membuat suatu tanggapan yang lambat – Perang Salib – dan berusaha untuk merebut kembali sedikitnya beberapa dari daerah yang hilang dari dunia Kristiani.

Pertentangan diantara Barat dan “Timur” dapat dijejak balik ke perluasan awal daerah masyarakat Muslim yang berdarah dari kampung gurunnya, bukan dari Perang Salib. Hal ini dinyatakan disini tidak untuk menimbulkan perselisihan dengan teman-teman Muslim saya, namun hanya sebagai usaha untuk mencari kebenaran – kita semua akan lebih baik jika kita melihat hal-hal seperti ini dengan lebih jujur.

Artikel ini diterjemahkan oleh Hannah Mulders dari versi bahasa Inggris – The Crusades & Liberal Islam.


23 Comments on “Perang Salib”

  1. Hamba Allah peduli Islam says:

    JIL (Jaringan Islam Laknatullah)
    penghacur Islam..
    smoga Allah menyadarkan kalian wahai orang yang sesat..
    kembalilah kepada ajaran Allah dan Rasulnya

  2. Tiahoy says:

    Saya ga pernah mendengar cerita tentang umat islam yg membantai, dan memaksa agama lain untuk masuk agama islam seperti yg tertera di surat al kafirun. Saya sarankan anda2 smua membaca buku berjudul “DRAKULA”. Buku itu menceritakan tentang sosok dari pasukan perang salib yg secara keji membunuh kaum muslim dan dia sangat menikmatinya. Untuk itu dia dijuluki DRAKULA. Yg saya tanyakan apakan anda muslim sebenar2nya? atau anda2 sekalian juga DRAKULA. Dan 1 hal lg buku itu ditulis dan hasil penelitian orang barat yg selama bertahun2 mempelajari tentang PERANG SALIB.

  3. bw says:

    Beber tuh, apa cuma ngocol aja ya, jangan jadi musang berbulu domba ah

  4. Fangaran says:

    Sebenarnya kalau ditarik-tarik islam juga pernah membantai umat kristiani di (cecen hampir ratusan umat kristen di bantai dalam satu ruangan dan dibakar habis), gereja-geraja di bakar di indonesia, jadi kita harus membina perdamaian tidak usah lagi ada dendam kalau berdebat melulu gak akan ada hasilnya, yakin saja, sampai kiamatpun islam dan kristen tidak akan pernah punah, kalau kita berperang terus maka akan mati semua.

  5. puji says:

    Datanya ngawur..asal tulis.ga ada sumber yang jelas….

  6. orang sumbing says:

    Islam pemaaf, Islam bukan pemaksa, Islam sangat penyabar, Islam bukan pembunuh kawan, jadi apa yang anda tulis diatas sangat tidak benar. Jadi saya anggap tulisan anda ini tak lebih dari kotoran orang yahudi yang lebih bau dari bangkai babi.

  7. putra says:

    Semua agama baik yang tak baiknya hati manusia yang tidak mendalami agama.

  8. orangjahat says:

    Benar semua Agama baik, yg tdk baik kalo orang berdosa mau membela agama, dan apajadinya agama yg suci dibela oleh seorang berdosa. yg harus dibela bukan agama yg dilecehkan org lain, tp kita yg berdosa ini melecehkan agamanya sendiri.

  9. andri says:

    “LAKUM DINUKUM WALIADIN\” (agamaku-agamaku, agamamu-agamamu), biarlah orang ngomong, menulis dst, tapi jangan menyinggung yang prinsip tentang Islam walaupun sebatas benang yang tipis bisa-bisa kita akan \”JIHAD FISABILILLAH\”. Sebenarnya Islam adalah agama \”ROHMATAN LILALAMIN\”, Nabi Besar kita MUHAMMAD SAW membawa Islam dengan damai, Islam bertindak keras karena ada yang menginjak-injak prinsip-prinsip dasar Islam, tolong camkan itu wahai Saudaraku yang ber-agama lain, kita tidak akan bertindak demikian kerasnya tanpa sebab. Marilah kita hidup berdampingan saling menghargai, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Besar kita, beliau mengijinkan AHLI KITAB (Nasrani dan Yahudi), tapi kenyataannya apa mereka yang BERKHIANAT. SEKALI LAGI TOLONG DICAMKAN

  10. rifai says:

    Jaringan Islam Liberal ente tuh sama aje ama kaum KHAWARIJ, ga ada bedanye ama ntu kaum yg bisanye cuman nikem dari belakang, mangkenye nte mending NGAJI dulu yg lempeng, jangan asal jeblak aje….. kalo pola fikir ente kaya gini, ga ada salahnye kalo kite selaku AHLU SUNNAH WAL JAMAAH bilang kalo ente MUNAFIK…

  11. Ichsan Warrow says:

    Sebenarnya mengenai perluasan atau penaklukan Islam ke Eropa yg notabenenya daerah Kristen, tidaklah dilakukan secara tiba2 atau menggunakan sistem penjajahan seperti yang dilakukan kaum kristen barat terhadap dunia Islam, melainkan dikarenakan ancaman terhadap masyarakat eropa yg sudah masuk Islam, memaksa kalifah saat itu untuk melindungi umat Islam dari ancaman2 kerajaan kristen. Karena perlu diketahui pada masa itu sudah cukup banyak imigran arab terutama berasal dari Afrika utara yg tinggal menetap di daratan Andalusia untuk berdagang dan syiar Islam.
    Jadi terjadinya Perang Salib adalah manifestasi dari ketakutan yg sangat dari pihak Gereja & pemimpin Eropa kala itu akan perkembangan Islam yg hampir sedikit lagi menjadikan eropa wilayah berpenduduk Islam terbesar.
    Tidak ada penjajahan, penaklukan saat itu hanya untuk memberikan jaminan agar syiar Islam terhadap penduduk eropa aman dari ancaman kaum kristen.

  12. Astrajingga says:

    Ini gimana sih pade komentarnya?

    Mengutuk JIL? Yang artinya mendukung posting yang mengatakan bahwa orang Islam sejak awal ekspansi adalah pembunuh massal, penjajah, memaksa orang untuk masuk Islam?

    @ Puji: Datanya nggak jelas? Ya lu baca dong tulisan dan diskusinya di https://www.indonesiamatters.com/453/the-crusades-liberal-islam/cp-2/#comments

    Elu yang ga bawa data, cuma bisa ngomong orang laen datanya nggak jelas sumbernya.

    Waduh, kalo mo belain orang Arab (Islam) gini nih caranya:

    Pada dasarnya bangsa Arab di bawah kekhalifan Islam sebelum dimulainya Perang Salib ingin menegakkan keadilan dan memajukan peradaban; termasuk menyelamatkan kaum duafa, rakyat kebanyakan, kaum miskin, atau kelas proletar di Eropa dari penindasan bangsawan elit feodal kerajaan-kerajaan Eropa yang secara budaya juga tertinggal. Ini adalah alasan utama bagi kekhalifan Islam untuk melakukan ekspansi, semata-mata untuk memberi jawaban atas tantangan zaman, untuk menegakkan keadilan di bumi. Perdebatan apakah Islam harus ekspansif atau eksklusif untuk orang Arab sudah dimulai sejak jaman khalifah Abu Bakar.

    Bangsa Arablah–yang peninggalannya masih tersisa sampai ke aljabar sehingga memungkinkan bangsa Eropa untuk melakukan renaisans di bidang sains–yang memajukan dan mengembalikan warisan ilmu pengetahuan warisan peradaban Helenic kepada bangsa Eropa yang pada saat itu berada di zaman kegelapan/dark ages. Islam jugalah yang memperkenal ilmu kimia modern (lepas dari sihir) kepada Eropa/dunia barat, sekaligus juga memperkenalkan ilmu kesehatan dan kedokteran yang terlepas dari tahayul/sihir yang pada saat itu lazim dipercaya oleh kebanyakan orang Eropa–bahkan hingga ratusan tahun sesudah diperkenalkannya kedokteran medis ilmiah oleh bangsa Arab/kekhalifan Islam. (Beratus tahun kemudian orang Eropa masih saja membakari perempuan tukang sihir atas nama agama; padahal para perempuan itu sebetulnya hanyalah penyembuh herbal dan bidan penolong kelahiran dan sejenisnya. Orang [elite] Eropa masih suka menyebar kabar bohong, fitnah, dan mengkafirkan sesamanya, sampai banyak yang lari ke benua baru dan kemudian mendirikan negara Amerika Serikat di sana.)

    Namun, tentu saja, bagi bangsawan elit penguasa feodal kerajaan Eropa, upaya penegakan keadilan, ide persamaan hak, pelayanan kesehatan bagi semua warga dipandang sebagai sebuah penggerogotan terhadap kekuasaan dan legitimasi mereka. Alih-alih memperbaiki diri, mereka justru mengobarkan kabar-kabar bohong (setidaknya didramatisasi habis-habisan sebagai bumbu utama) mengenai pemaksaan pindah agama, pembantaian massal yang dilakukan oleh ummat Islam dan seterusnya. Kabar bohong ini penting untuk mendapatkan dukungan publik dalam perang. {Teknik yang sama dilakukan oleh George Bush Jr. untuk menciptakan ketakutan–yang pada gilirannya akan menjadi sebuah bentuk dukungan–dalam perang asal-asalan melawan Afghanistan dan menggulingkan Saddam; yang kesemuanya dinamai Perang terhadap Terror/War on Terror. Padahal kalo kita liat, ya…terorisnya di mana…yang diperangi siapa? Lantas, yang dibagi-bagi di Irak harta karun sumber daya alam siapa pula ke perusahaan mana saja…. Kita sih sudah mahfum tipu daya kaum kapitalis kafir dan kapbir itu. (Saya gunakan dua-duanya, buat yang Islam, musuh bersamanya kan kaum kafir, buat yang komunis ya musuhnya kan kapitalis birokrat/kapbir. Nah, mbok kalian muslim dan komunis ini bersatu melawan kapbir kafir.)}

    Kabar bohong ini ditulis dalam dokumen, yang hingga kini terdokumentasi dengan baik, dan terus menerus secara sistematis dan berulang dijadikan sumber primer penulisan sejarah. Tidak heran jika orang Arab/Islam selalu mendapat cap sebagai orang barbar kejam sadis dan seterusnya. Ini adalah masalah historiografi. Tidak heran jika penulis posting ini juga menggunakan sumber data sekunder yang sumber data primernya masih perlu diperdebatkan lagi.

    Bahwa dalam ekspansi kekhalifan Islam ada orang-orang Eropa yang terbunuh, ya tentu saja. Apakah pembunahan itu dilakukan dengan semena-mena? Apakah gereja dibakari dan orang dipaksa masuk Islam, ataukah karena orang non-Islam didiskriminasi dan seterusnya, tentu perlu ditelisik satu per satu kasusnya. Perlu juga disadari bahwa kampanye media, provokasi, dan fitnah bukanlah barang baru di era koran/TV/internet; itu adalah strategi perang kuno dari zaman Sun Tzu atau Machiavelli.

    Boleh jadi, benar bahwa perang Salib adalah sebuah perseteruan antar peradaban (clash of civilization) antara muslim/timur/Arab dan kristen/barat/Eropa. Bahwa Arab yang lebih maju peradabannya (baik dalam sains, ekonomi, maupun ketatanegaraan) mencoba menawarkan jawaban atas tantangan zaman kepada dunia yang lebih luas. Bisa jadi kelemahan utamanya justru terjadi akibat ekspansi yang dilakukan terlalu cepat oleh bangsa Arab, sehingga koordinasi menjadi rapuh, terutama koordinasi militer dan pertahanan. Selain itu, ekspansi yang terlalu cepat juga tidak memberikan waktu yang cukup bagi percampuran budaya dan kekerabatan. Segera setelah menjadi imperium terbesar di dunia, kekhalifan Islam juga berhadapan dengan perpecahan internal–sebuah tantangan zaman juga–yang sepertinya justru gagal untuk dijawab oleh kaum muslim pada saat itu.

    Bagaimanapun juga, Perang Salib, sebagaimana konflik yang manapun kapanpun di muka bumi ini, selalu punya setidaknya dua sisi yang layak diceritakan. Setiap sisi punya tafsirnya sendiri-sendiri, dan tentunya juga punya tujuan masing-masing. Bagi mereka yang ingin menjadi semakin bijak, tentunya tiap sisi perlu diperhatikan.

    Udah ah. Ini mah contoh aja.

    Maksud gue, boleh nggak setuju. Ini negara bebas (mustinya). Tapi kalo nggak setuju yang mutu, gitu lho. Idenya jelas, logikanya mantap, lalu

  13. Astrajingga says:

    …lalu apa? Saya lupa. Udah keburu di-submit. Ya udahlah pokoknya gitu dah.

  14. Stevanus riri says:

    Semuanya bisa dilihat dalam film “Kingdom of Heaven”, (dalam versi kristen) saja yang melakukan kesalahan itu adalah dari pihak kristen sendiri…pendapat tentang tulisan yang penulis tulis ini tidak ada dasarnya sama sekali…lebih baik anda pergi ke kota vatikan disana terdapat perpustakaan sejarah mulai dari sejarah islam sampai kristen maupun yahudi ada disana…semuanya bisa anda pelajari…saya sebagai muallaf yang pernah disekolahkan di vatikan dan mempelajari sejarah yahudi, kristen dan muslim memandang tulisan anda sebagai bentuk propaganda…ingat ada “hari pembalasan”.

  15. budi says:

    semuanya sok tau, hanya Tuhanlah Yang Maha Tahu.

    Agama itu jalan menuju ke sorga bukan untuk menjelekan umat lain.

  16. riri mulyani says:

    jangan salahkan JIL dulu, pelajari secara utuh pergolakan pemikiran di kalangan anak-anak muda NU yang berusaha menjembatani antara tradisi Islam dengan pemikiran barat-sekuler, Bravo JIL……………

  17. Leon says:

    Menurut Buku Yang Saya Baca juga, emang Asal Muasal Perang Salib tu terjadi karena Invasi islam yg sudah kelewat batas ( sampai kekuasaan kaisar Byzantium yg nyaris hancur akibat invasi dari kaum Islam seljuk ) + banyak peziarah2 Kristen yg ke Jerusallem pada waktu itu diboikot dan diperlakukan tidak adil memaksa Paus untuk mensyahkan Perang Salib itu sendiri, sebagai suatu perang kehormatan terhadap kaum Kristiani membela Hak mereka Di tanah Suci baitulmakdis ( Yerusallem – Tel aviv. sekarang)
    namun setelah Yerusalem berhasil direbut, Para Ksatria Salib justru bertindak diluar motivasi tujuan utama mereka.. ( mereka malah mulai menginvasi balik kaum muslim dengan beringas – yg pada saat itu kekuatannya terbagi2 sehingga banyak kota telah terebut oleh Crusades-tentara salib , salah satunya Acres) namun ketika muslim mulai bersatu di bawah pimpinan Saladin, kota2 itu berhasil direbut lagi (dengan cara yg sadis Pula – oleh Baybar) memaksa tentara Salib mundur, sehingga puncaknya Yerusallem kembali ke tangan kaum Muslim dan Istana salomo berubah menjadi masjid sekarang :/
    jadi seperti itu ceritanya…
    saya setuju dengan pendapat JIL kenapa kalian ( muslim ) marah ?
    dia hanya meluruskan.. dan sesuai dengan sejarah kn ?

    Oh Iya.. Satu lagi…
    Sebenarnya klo Saya Bilang itu kenapa namaNya perang SALIB karena peloprnya sendiri adalah KHATOLIK VS KHATOLIK setelah itu baru merambat jadi KHATOLIK VS MOESLEM ,
    ada di sejarahnya orang2 Turki klo mau belajar sebelum mereka merdeka.

    Ups.. Lupa lagi Satu.. Klo Kalian Mau lebih teliti lagi, sebnarnya Ada perbedaan mencolok disini antara Pasukan Salib dengan Umat Kristen.. kenapa Mereka Ditulis terpisah ? (sejarah Turki) karena memang mereka pada awalnya telah terpisah. itu diperkuat dengan cerita sikap ramah Saladin terhadap orang2 Kristen.

  18. Jaidan says:

    Gw suka komennya Sdra. Stevanus … klo komennya Mas budi sih … budeg dikit ….he.he.he.
    tertarik untuk menanggapi komennya sdra Leo ” pkonya islam tak terkalahkan ingat jagoan itu dimana2 pasti menang. penjahat pasti kalah. nah jadi yang dulu kalah itu waktu jahat dan penjahat.

    siapa yang kalah sekarang dia itu penjahat. gitu aza !!!

    kalo ga mau dibilang penjahat … udah jangan perang …!!! cukup tenang ibadah masing2 …. jangan menyentuh teritorial keyakian dan ibadah seseorang dalam beragama.

    islam liberal .. menidngna lu buat agama baru jangan bawa nama islam ok…. entar di gorok abis luuuuu ….

  19. markus says:

    saya cuman heran sama yg namanya islam liberal !! kalau menurut saya anda nggak gentle kalau anda merasa islam nggak baik kenapa anda masih menyebut/memeluk islam??? apakah anda bodoh udah barang jelek masih dipakai??!!! saya tdk suka meskipun pendapat anda membela /membenarkan kristen karena jiwa orang seperti kalian adalah musang berbulu domba/munafik & tdk jujur saya yakin ada yg ingin anda dapatkan dari hal ini yaitu kepentingan diri anda sendiri.lihat sekarang pimpinan anda JIL( ulil abshar) berusaha mendekati NU /menjadi pemimpin organisasi itu ,padahal pendapat anda jelas2 berseberangan dgn anda? jelas untuk apa kalau bukan kepentingan pribadi?? karena anda tahu NU massanya banyak!! hal ini juga terjadi didlm kristen dlm perang salib yg bertujuan mulia tapi dikotorin oleh orang2 yg punya kepentingan pribadi misal dlm kasus pembantaian kaum yahudi padahal alkitab tdk mengajarkannya!! pesan saya pada semua orang baik kristen maupun Islam jauhilah orng2 seperti ini ,karena sebenarnya tdk ada yg dibela oleh mereka kecuali kepentingan pribadinya!!!

  20. Abdullah says:

    Perang Salib dapat dilihat darii banyak versi, Jika kita membaca buku Perang Salib Karya Karen Amstrong maka Perang Salib adalah upaya untuk menyatukan beberapa kerajaan Eropa yang saling berperang. Selain itu ada dua kekuasaan Gereja yang saling berhadapan: Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodox Bizantium. Keduanya saling terlibat dalam persaingan pengaruh dan kekuasaan. Perang Salib yang dikobarkan oleh Paus Urbanus II pada Tahun 1096 M, bertujuan mengakhiri kekuasaan Gereja Ortodox yang menguasai kawasan Jerusalem. Hubungan antara Islam dan Kristen Ortodox saat itu juga Yahudi sangat erat karena mereka disebut sebagai ahlul kitab. Penghormatan Islam atas Kaum Kristen Ortodox cukup tinggi terbukti dengan adanya Surat Ar Ruum dalam Quran. Ketika Pasukan Salib kaum Frank masuk ke Jerusalem cukup sulit untuk menggambarkan siapakah mereka sesungguhnya. Islam kurang mengenal mereka, yang kemudian Kaum Frank ini disebut “Ifranj”. Masuknya tentara Salib yang umumnya adalah Kaum Frank tidak dapat diterima dengan mudah oleh Gereja Ortodhox karena mereka tidak pernah bermasalah dengan kaum Islam sebelumnya.

    Kalau Drakula, menurut saya tidak masuk dalam kategori Perang Salib, karena dia hidup di era Tahun 1400an, dan Perang Salib berakhir di Tahun 1270 ketika Raja Louis IX dikalahkan oleh Dinasti Mamluk di Tunisia. Drakula atau Draculea berarti anak sang naga sempat memeluk Islam tetapi ia kemudian murtad dan membantai kaum muslim. Draculea sendiri akhirnya tewas di tangan Sultan Mahmud II dalam sebuah pertempuran.

  21. fazry says:

    Gue yakin, apa yang dibilang JIL itu upaya penyesatan sejarah, itu sih karangan otak kotor aja, abiz dari Perang dan kemanusiaan itu adalah tolak belakang, pantesnya jadi team Kemanusian terus dikirim ke daerah konflik biar tahu apa itu Perang, Kalau masalah pajak keamanan, emang kita semua tidak dipungut pajak….. oleh negara. ngga nyadar kali ya orang, ngakunya islam tapi dilihat pola pikirnya berupaya supaya Islam dan Kristen adalah sama, sama baik dan sama jahatnya, biar orang-orang dapat lompat seenaknya ke islam atau Kristen.. itu tujuannya Broooo……..

  22. Ade says:

    Mau bukti Muslim (Turki )membantai Armenia (genosida) 1,5 juta yang tewas di bantai.
    kita kita lihat Al-Quida (teroris) konspirasi dengan Saudi Arabia,mengebom kristen koptik di Mesir pada perayaan Tahun Baru & Pengeboman Gereja di Irak yg targennya orang kristen Irak.

  23. Diva Ardie says:

    Kalau saja tanah suci bgs Israel tdk didusduki Arab tentu tdk akan terjadi permusuhan yg berkepanjangan ini. Tetapi kalau kita tinjau lebih jauh lagi maka jelas melalui semua peristiwa ini maka rencana penyelamatan Allah akan tergenapi. Di mana dunia akan mengerti bahwa semua hrs menyembah YHWH. Hingga hari ini masih banyak org bingung, Tuhan negeri Mekah atau Tuhan Kristen yg benar. Dari pihak umat ternyata muslim terus dilanda kehancuran krn sikap militansi yg sdh menjadi karakter mrk, secara tdk sadar mrk saling membunuh dan di tertawain oleh non muslim bahkan d manfaatkan utk lebih menghancurkan mrk. Jadi benarlah kalau Kejdian 16 : 12 menyatakan bahwa keturunan Ismael adalah “keledai liar”, yg bodoh lemah tapi liar tdk bisa di atur dan tdk mau mengikuti aturan2. Jadi jelas umat spt itu tentu adalah umat yg sesat.

Comment on “Perang Salib”.

RSS
RSS feed
Email

Copyright Indonesia Matters 2006-20
Privacy Policy | Terms of Use | Contact