An attempt to rewrite history??? | Chat | Indonesia Matters Forums

 
You must be logged in to post Login Register


Register? | Lost Your Password?

Search Forums:


 






Minimum search word length is 4 characters – Maximum search word length is 84 characters
Wildcard Usage:
*  matches any number of characters    %  matches exactly one character

An attempt to rewrite history???

UserPost

3:03 am
November 25, 2009


diego

Guest

Now they're trying to assert that Islam has been established in indonesia since the 7th century (instead of 14th century).

Further, they want to assert that the color of the flag (red-white) is not from majapahit, but instead… it's the color of Muhammad….

Gee. Here's what I got from facebook:

Sang merah putih Bendera Rasulullah saw.
Sebagian umat Islam sukar untuk mengerti bahwa bendera Rasulullah saw terdiri dari dua unsur warna Merah Putih. Hal ini terjadi sebagai akibat adanya sistem deislamisasi dalam penulisan Sejarah Indonesia.

Dampaknya dikisahkan Merah Putih bukan warna bendera Rasulullah saw. Penulisan yang demikian itu untuk mendiskreditkan umat Islam. Padahal Sang Saka Merah Putih berasal dari bendera Rasulullah saw yang dikembangkan oleh umat Islam Indonesia, sejak abad ke-7 hingga menjadi milik bangsa dan negara Indonesia. Tentu sukar memahaminya.

Baiklah di sini kita kaji kembali penuturan Imam Muslim dalam Shahihnya Kitab al Fitan, Jilid X, hlm. 340, dari Hamisy Qasthalani yang memperoleh beritanya dari Zubair bin Harb, Ishaq bin Ibrahim, Muhammad bin Mutsanna, Ibnu Basyayar, Mu'adz bin Hisyam, Qatadah , Abu Qalabh, Abu Asma' Ar Rahabiy, Tsauban bahwa Rasulullah saw bersabda:

Innallaha zawalliyal ardha – Sesungguhnya Allah memperlihatkan dunia kepadaku Masyariqahaa wa magharibahaa. – Aku ditunjukkan pula timur dan baratnya. Wa a'thoniil kanzaini: Dan aku dianugrahi warna yang indah Al Ahmar wal Abyadh Merah Putih.

Tentu umat Islam Indonesia mengenal ajaran Merah Putih tersebut, sejak awal masuknya agama Islam ke nusantara pada abad ke-7M. Sejak itu pula umat Islam akrab sekali dengan warna merah. Tidak tabu terhadap warna merah seperti sekarang ini. Karena Islam juga mengajarkan bahwa istri Nabi dari Nabi Adam as hingga Rasulullah saw disebut merah. Misalnya Siti Hawa ra artinya Merah. Menurut Ismail Haqqi Al Buruswi dalam Tafsir Ruhul Bayan, menjelaskan bahwa Hawa sama dengan Hautun artinya Merah. Dan Siti Aisyah ra sering dipanggil oleh Rasulullah saw dengan Humairoh artinya juga Merah.
Oleh karena itu, para ulama pendahulu di Indonesia, dalam membudayakan dan mengabadikan warna Merah Putih, antara lain melalui enam upacara:

(1) Setiap pembangunan rumah, pada kerangka atap suhunan dikibarkan Merah Putih, Dengan harapan memperoleh syafaat dari Rasulullah saw.

(2) Pada setiap Tahun Baru Islam atauTahun Hijriah diperingati dengan membuat Bubur Merah Putih.

(3) Pada saat pemberian nama anak, juga dengan disertai pembuatan Bubur Merah Putih. Mengapa?
Bubur Merah Putih, saat bayi dilahirkan sebagai lambang darah ibu (QS 96:2). Selama 9 bulan 10 hari dalam rahim, bayi mengonsumsi darah ibu Merah warnanya Setelah lahir masih tetap membutuhkan darah ibu, Asi( air susu ibu), selama 20 bulan 20 hari. Warnanya Putih. Dengan demikian, seorang anak bayi membutuhkan darah ibu yang berwarna Merah dan Putih selama 30 bulan (QS 46: 15).
Apakah terkait dengan pengertian di atas ini pula, maka plafon Ka'bah berwar na Merah, dan Lantai Ka'bah berwarna Putih.

(4) Dalam pengucapan kata pengantar disebutnya dengan lambang Sekapur Sirih dan Seulas Pinang. Kapur dan sirih akan menghasilkan warna merah. Dan pinang yang diiris akan menampakkan warna putih. Jadi kata Sekapur Sirih dan Seulas Pinang bermakna Merah Putih. Di masyarakat Islam Minang akrab dengan warna Merah. Demikian pula busana kebesarannya dan busana penarinya menam pilkan warna Merah atau warna emas.

(5) Di kalangan masyarakat Islam Sunda menyatakan rasa gembira dan syukur, dengan bahasa simbol seperti kagunturan madu -memperoleh madu dan karagragan menyan putih -kejatuhan menyan putih. Madu sebagai lambang merah. Dan menyan putih, jelas simbol warna putih yang harum. Jadi, makna kedua hal tersebut adalah Merah Putih. Dan sebaliknya untuk melambangkan jiwa yang serakah terhadap materi atau uang, maka disebutnya bermata hijau.
(6) Para Walilullah menuliskan Alquran, pada penulisan Allah dan Asma Pengganti-Nya, dengan warna merah di atas lembar kertas yang putih warna nya.

9:23 am
November 26, 2009


donny

Santri

posts 19

Wow …

this is new to me … interesting bit of information – though takes some time to translate Laugh

anyhow … from what I know, Islam / muslims is not associated with red or white … but with green …

if you ever visit Indonesia during general election … you'll see what I mean …

no wonder there are sooo many corruption in Indonesia … hahahahaaaa Laugh

3:56 pm
November 26, 2009


tuttle

Abangan

posts 4

Read the "rewriting history" article with interest.  I would like to read more along those lines from current ongoing blogs with a perspective in that direction.  Some madrassa blogs, university student blogs with a radical tone.  I have not yet found any.

Any reference, please??  Thank you

5:42 pm
November 26, 2009


Oigal

Santri

posts 42

Why would anyone give oxygen to radical sites..let them rot away in the darkness they preach

8:57 pm
November 26, 2009


diego

Guest

@tuttle:

Well, I guess hidayatullah.com is good place to start.

And of course, sabili.co.id ….

From time to time I check those websites to see the latest bullshit (taqiya) they're spewing / is cooking.

9:48 am
November 27, 2009


tuttle

Abangan

posts 4

Thank you, it's important research.  I will check these now.  Appreciate all additional leads.



 
RSS
RSS feed
Email

Copyright Indonesia Matters 2006-12
Privacy Policy | Terms of Use | Contact