Wajib Pajak Perorangan, SPT Tahunan

November 26th, 2008

Pajak...

14 Komentar on “Wajib Pajak Perorangan, SPT Tahunan”

  1. avatar Cukurungan bilang:
    December 10th, 2008 at 9:36 am

    Btw : my side job as Tax and Customs Consultant, and one of my clients is an Arab…

    Sorry OOT…mumpung ada Consultant Pajak….FYI, saya sekitar satu tahun kemaren buka binis kecil-2an dan alhamdullilah sampai sekarang order sih nggak ada masalah….tapi saya sekarang lagi pusing masalah pajaknya bolehkah tanya melalui e-mail ……hehehe …cari yg gratis dulu…kalo nggak keberatan tolong di infokan personal e-mailnya….

    oh ya sebenarnya sistem tarifnya consultan pajak itu gimana ?
    apa tergantung omset atau periode pajak atau per paket pekerjaaan …atau apa?

  2. avatar fullmoonflower bilang:
    December 10th, 2008 at 6:48 pm

    Kang Cuk…
    Saya persilakan untuk hubungi saya melalui email dulu.
    Saya nggak terlalu komersil kok. Kalau sekedar tanya jawab, pasti akan saya jawab, nggak usah bayar dulu. Tapi nanti kalau panjenengan butuh bantuan mengisi SPT, menghadapi pemeriksaan, atau pengadilan pajak, baru akan saya perhitungkan berapa biayanya.

    Normally, untuk wajib pajak perorangan, untuk menyusun SPT Tahunan, saya hanya menarik tarif antara 1 juta sampai 5 juta saja, tergantung penghasilannya berapa. Bahkan saya pernah kasih diskon sampai cuma bayar 500 ribu saja. Kalau mau sekaligus mengurus yang bulanan, saya hanya menarik fee Rp. 500 ribu sampai Rp. 2,5 juta saja. Tergantung penghasilannya lho.

    Untuk perusahaan, SPT Tahunan antara 1 juta sampai 7,5 juta. Untuk monthly report antara 1 juta sampai 5 juta.

    Untuk kasus pemeriksaan, all taxes, untuk orang pribadi 5 juta sampai selesai, untuk perusahaan 10 juta sampai selesai.

    Untuk tax refund (restitusi), fee 5% dari jumlah yang akan direstitusikan, minimal 5 juta. Target saya selalu maksimal 12% koreksi, dan alhamdulillah dari banyak yang sudah saya tangani selama ini paling besar hanya terkoreksi 10%, koreksi terkecil 0% alias kembali 100%.

    Untuk kasus keberatan atau peninjauan kembali, fee saya 5% dari jumlah yang dikembalikan. Dan kalau ternyata keputusannya ditolak, kalau tidak mau maju banding ke pengadilan, cukup bayar saya 1 juta saja, sekedar ganti transport selama 12 bulan proses. Tapi kalau mau fight di pengadilan, tidak usah bayar, dan saya akan lanjut meneruskan kasus ini sampai selesai.
    Saya tidak pernah mengharapkan banyak di kasus keberatan atau peninjauan kembali, karena biasanya hasilnya akan ditolak atau diterima sebagian. Biasalah, namanya pemeriksa kan butuh temuan untuk prestasi mereka. Saya lebih suka fight di pengadilan pajak, karena disana saya bisa memaksimalkan usaha saya.

    Untuk kasus banding ke pengadilan pajak juga sama, fee 5%. Tapi kalau hasilnya ditolak, dibayar 2,5 juta saja, sekedar ganti transport karena harus hadir 3 minggu sekali ke persidangan selama 3-9 bulan (Tergantung alot atau tidaknya kasusnya). Kasus terakhir yang saya tangani bahkan sampai 9 kali sidang karena alot banget, dan alhamdulillah menang 95%, hanya terkoreksi 5% saja.
    Target saya untuk kasus banding biasanya 20% koreksi. Maksimal koreksi di kasus banding yang pernah saya tangani adalah 15% koreksi, alias uang kembali 85%, dan koreksi terkecil 0% alias uang kembali 100%.

    Koh Patung,
    kalau posting saya ini dianggap tidak relevan, silakan dihapus saja, atau pindah ke forum. Akan saya lanjutkan lagi nanti malam, karena saya sudah dijemput oleh sopir klien. Ada sedikit urusan dengan orang-orang pemilik toko di Pasar Baru untuk Sunset Policy. Duh… sebenarnya sedang kurang sehat nih.. tapi tawaran fee besar ternyata lebih menarik, hehehe :-D

  3. avatar Cukurungan bilang:
    December 10th, 2008 at 8:29 pm

    mana dong e-mailnya yg bisa dihubungi

  4. avatar fullmoonflower bilang:
    December 11th, 2008 at 12:35 am

    email ke : fullmoonflower31@yahoo.com saja dulu..

    itu email saya khusus forum ini.. ada email yang lebih personal, tapi akan saya beritahu nanti saja :)

  5. avatar fullmoonflower bilang:
    December 11th, 2008 at 1:14 am

    Btw : batas waktu Sunset Policy untuk Wajib Pajak yang terdaftar sebelum 2008 tinggal beberapa hari lagi, sedangkan yang terdaftar tahun 2008 hanya sampai tanggal 31 Maret 2009.

  6. avatar chichi bilang:
    December 13th, 2008 at 1:00 pm

    Saya mau tanya tentang penutupan pajak perusahaan gmn? Karena perusahaan kami mau kami bubarkan. Kami mau minta cara pembubaran pajak dalam perusahaan, bagaimana?
    Saya ucapkan terima kasih.

  7. avatar maya bilang:
    December 31st, 2008 at 3:12 pm

    Mau numpang nanya dong..
    Bingung soal berapa besar pajak yang harus dibayar untuk usaha kecil menengah. Pajaknya dihitung dari omset sebulan atau dari laba?
    Trims ya.

  8. avatar fullmoonflower bilang:
    January 1st, 2009 at 3:48 am

    @ chichi

    Siapkan saja fotokopi akta pembubaran perusahaan, fotokopi NPWP pengurus perusahaan (pemegang saham, dan direktur), buat surat permohonan penutupan NPWP ditujukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak tempat perusahaan terdaftar.

    Sesuai dengan peraturan perpajakan, proses penutupan NPWP ini akan didahului dengan pemeriksaan. Oleh karena itu, sebelum mengajukan permohonan penutupan NPWP, sebaiknya dilakukan review terlebih dahulu pada pembukuan untuk mengetahui apakah ada objek pajak pungutan (PPh Pasal 21, 23, 26, dan 4 ayat (2) final) yang belum dipungut pajaknya, serta mengetahui finding tax exposure lainnya. Apabila ada, maka sebaiknya dibayarkan terlebih dahulu. Hal ini untuk menghindari adanya sanksi yang mungkin lebih berat daripada apabila kita membayarkan sendiri dengan sukarela.

    @ Maya

    Tentu saja dihitung dari LABA…
    Untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), tarif PPh Badan-nya adalah 14%, dan berlaku untuk SPT Tahunan 2009 yang akan dilaporkan pada tahun 2010. Sedangkan untuk SPT 2008 yang akan dilaporkan pada tahun 2009, tarif PPh Badan-nya masih mengikuti UU PPh sebelumnya, yaitu tarif progressif :
    > 50.000.000 = 10%
    50.000.000-100.000.000 = 15%
    > 100.000.000 = 30%

  9. avatar nazuwa bilang:
    August 26th, 2009 at 3:40 pm

    saya mau tanya gimana pelaporan pajak untuk cv yang tidak terbagi atas saham, penghasilannya diliat dari mana? tolong dijawab di email saya juga, terimakasih

  10. avatar elisabeth bilang:
    February 12th, 2010 at 8:28 am

    saya mempunyai usaha toko kelontong, berjalan kurleb 3 thn ini, tetapi saya menjadi WP baru pada bulan Juni 2009.
    Masalahnya, saya tidak mempunyai pembukuan yang layak. Hanya jumlah uang masuk dan keluar perhari-nya, sedangkan untuk biaya macam-macam (pembelian barang, kendaraan, sewa toko, dll) tentu saja tidak masuk dalam ‘pembukuan’ tersebut.
    Dari Juni 2009 sampai saat ini, saya hanya membayar pph ps 25 sejumlah tertentu ke kantor pajak setiap bulannya. Sekarang, mendekati pengisian SPT, saya bingung bagaimana cara mengisinya.
    Bisakah anda menolong saya menjelaskan pengisiannya? ataukah saya harus menyewa jasa anda?

  11. avatar paulus bilang:
    March 25th, 2010 at 10:13 pm

    saya mau tanya krn saya br mulai coba kerja sendiri di awal januari 2010 yaitu beli sandal trs dijual ke pembelinya. Kalo saya ikut WP perorangan brp yg hrs saya bayar?
    tolong bantuannya donk,thanx

  12. avatar danang bilang:
    March 29th, 2010 at 1:12 pm

    saya mau tanya kalau tenaga honorer dengan gaji perbulan 460.000, di sekolah negeri, dan penghasilan serupa dari sekolah lain 300.000, adakah pajak yang dibayar dan pajak apa yang diperlukan.

  13. avatar marison bilang:
    April 4th, 2010 at 11:01 pm

    mohon bantuan..
    saya akan menjadi WP yg berasal dr kantor swasta, tetapi saya ingin membuka suatu badan usaha milik sendiri berbentuk CV. apakah nanti saya perlu merevisi WP saya ?

  14. avatar HELEN ANALISA bilang:
    July 11th, 2011 at 3:01 pm

    mohon bantuan dan infonya,,

    saya mau tanya, saya punya usaha perorangan menyewakan kendaraan mobil box ke suatu perusahaan. Usaha tersebut jalan tahun ini bulan jan 2011, sedang pada tahun 2010 bulan april saya membuat NPWP perorangan ke direktorat pajak setempat dengan ket usaha dagang. nah pada bulan maret 2011 saya disuruh mengisi spt tahunan dan pph 25 perorangan, yang saya bingungkan: bagaimana cara mengisinya kalau usaha saya itu baru mulai jan 2011, dan apa ket usaha tidak berpengaruh pada spt tahunan?? karna pertama saya daftar NPWP usahanya dagang sedang setelah berjalan usaha saya menyewakan kendaraan mobil box ke suatu perusahaan….

    terimakasih penjelasan dan informasinya serta bantuan

RSS
RSS feed
Email

Copyright Indonesia Matters 2006-09