Pages: « 1 … 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 [24] 25 26 »
Sanes mbak …………… dalem menika “Mantri jeron”
Dipun suntik pejah mawon kados pundi mbak? (dalem mboten “kidding”)
Peace.
Mbak Pur, sampun mresani kaca menika dereng mbak?
Menawi dereng monggo mampir.
Wah, menawi dipun suntik pejah, mangkih dunia islam mbonten wonten seninipun malih..
Nggih, matur nuwun, sampun mresani nembe kemawon…
Ati dados trenyuh… duh Gusti
Aduh, jadi memikirkan, apa yang bisa kulakukan untuk mereka ![]()
Masa bodoh deh sama orang-orang yang berperang melawan bangsa sendiri, lebih baik memikirkan nasib wong cilik yang sudah semakin terpinggirkan.
Gila, masa ada yang berpenghasilan 1000 perak sehari. Emang FPI mikirin yang gitu itu? Jihad melawan kemiskinan?
Belum tentu anggota FPI memikirkan tetangganya yang kelaparan. Padahal uang untuk bikin atribut bendera, 1 bendera saja, sebenarnya bisa untuk disedekahkan kepada fakir miskin, dan tentu saja jauh lebih bermanfaat daripada untuk memukuli orang.
Saya selalu ingat salah satu penggalan hadits Rasul yang saya baca waktu saya masih umur 10 tahun :
“Kefakiran itu dekat dengan kekufuran”
Maknanya, menurut guru saya, bahwa orang fakir itu sangat mudah menjadi kafir. Jadi kalau ingin memerangi orang-orang yang kufur, maka lebih dahulukan memerangi kemiskinan untuk memutuskan jalur menuju kekufuran.
Setelah saya dewasa, saya banyak melihat kenyataan, bahwa benar orang fakir, miskin, dan lapar, itu bisa menjadi kufur dengan sangat mudah. Mereka akan cari jalan pintas demi perut mereka segera terisi. Misalnya dengan melacur, mencuri, merampok, berdukun, menipu, dll.
Jadi kesimpulan saya : daripada Jihad memukuli orang-orang, lebih baik Jihad melawan kemiskinan. Mungkin dengan begini, FPI tidak usah lagi susah-susah menggerebek pub-pub, kompleks pelacuran, dll. Karena orang-orang yang kerja di dunia itu sudah punya pekerjaan yang lebih baik, sehingga nggak perlu melacur lagi.
Atau jangan-jangan, malah nggak usah saja ya? Nanti FPI nggak punya kerjaan lagi kalau mereka semua terangkat dari jurang kemiskinan. Bengong deh.
Nggak usah pikir muluk-muluk, dengan kemiskinan global secara nasional, tengok saja tetangga kiri kanan, adakah yang bisa dibantu? Kasih (pinjam) modal dagang asongan. Nggak usah mikir itu tetangga muslim atau non muslim. Lagipula di hadits tentang 8 golongan yang berhak menerima zakat tidak disebutkan apakah fakir dan miskin itu harus muslim. Hanya disebut fakir (titik), dan miskin (titik).
8 Golongan yang berhak menerima zakat :
1. Fakir (Orang yang tidak mempunyai penghasilan untuk menghidupi keluarganya)
2. Miskin (Orang yang punya penghasilan tapi masih belum mencukup kebutuhan pokok [sandang pangan] untuk keluarganya)
3. Amil (Orang yang membagikan Zakat)
4. Ghorim (orang yang terbelit hutang)
5. Muallaf (orang yang baru saja masuk Islam)
6. Riqob (Budak yang baru saja dibebaskan dari majikannya)
7. Sabilillah (Orang yang berjuang di jalan Allah)
8. Ibnu Sabil (Musafir/pelajar yang kehabisan bekal/kelaparan)
Atau mungkin jangan-jangan karena hadits ini, maka anggota FPI memilih menjadi mujahid? Karena sesuai dengan point yang ke 7, mereka jadi berhak menerima zakat? hehehe
Tidak usah menjawab. Tanyalah pada hati nurani. Kecuali hati nurani sudah tertutup…
Aduh, jadi memikirkan, apa yang bisa kulakukan untuk mereka
Masa bodoh deh sama orang-orang yang berperang melawan bangsa sendiri, lebih baik memikirkan nasib wong cilik yang sudah semakin terpinggirkan.
Gila, masa ada yang berpenghasilan 1000 perak sehari. Emang FPI mikirin yang gitu itu? Jihad melawan kemiskinan?
Cabang Iman ada kurang lebih 76 mulai dari menyingkirkan duri, halangan di jalan, sedekah dan sampai Jihad….ngapain mikirin FPI mereka berbuat sesuai dengan pemahaman mereka sendiri tentang AGAMA ini dan kalo mereka melanggar hukum sudah ada Pak Polisi yg menangani….gitu saja kok repot …kita sudah punya pilihan hidup dan dengan resiko masing-2 ………..kalo mau di gebukin FPI sono demo dukung Ahmadiyah…….dan kalo berminat bisa masuk penjara dan makan gratis …silahkan gebukin saja semua pendukung Ahmadiyah …kalo saya karena semua organ tubuh saya masih berfungsi dengan baik saya lebih senang menyantuni Janda Cantik Liar Terlantar …hehehe…ini juga amal baik juga khan
kalo saya karena semua organ tubuh saya masih berfungsi dengan baik saya lebih senang menyantuni Janda Cantik Liar Terlantar …hehehe…ini juga amal baik juga khan
hihihi…. kang Cuk…. ![]()
saya janda cantik lho…. tapi tidak liar dan terlantar…. hahahaha
Kang Cuk…
ada yang kelupaan nih…
panjenengan kan jelmaan Semar… harusnya setiap ngomong diawali dengan salam sapa khas Mbah Semar :
“mbergegeg, ugeg-ugeg, hmel-hmel, sak dulito, langgeng…”
artinya : diam, bergerak/berusaha, makan, walaupun sedikit, abadi
maksudnya daripada diam (mbergegeg) lebih baik berusaha untuk lepas (ugeg-ugeg) dan mencari makan (hmel-hmel) walaupun hasilnya sedikit (sak ndulit) tapi akan terasa abadi (langgeng).
sebuah pesan agar kita selalu bekerja keras untuk mencari nafkah walaupun hasilnya hanya cukup untuk makan namun kepuasan yang didapat karena berusaha tersebut akan abadi.
sedikit OOT, tapi mudah-mudahan bisa jadi bahan renungan
hihihi…. kang Cuk….
saya janda cantik lho…. tapi tidak liar dan terlantar…. hahahaha
Ah yg bener …coba dong gravatar nya diganti kaya punya Bu Rima Fauzi
Ah yg bener …coba dong gravatar nya diganti kaya punya Bu Rima Fauzi
Lho, gravatar saya kurang cantik pa? wong imut-imut gitu kok ![]()
Nanti kalau dipasang yang aslinya, kang Cuk bisa semaput, saking takjub karena melihat kecantikan seorang bidadari yang turun dari bajaj…
“mbergegeg, ugeg-ugeg, hmel-hmel, sak dulito, langgeng…”
“mbergegeg, ugeg-ugeg, hmel-hmel, sak dulito, langgeng…”
Sedihnya jaman sekarang lebih banyak orang cenderung memilih “rawe-rawe rantas malang-malang putung”
Salam.
Sounds like all well that ends well.
Indonesia… Indonesia
Sounds like all well that ends well.
Indonesia… Indonesia
Mas Gunung, why?
Don’t you like to see how fun it is?
It is fun, isn’t it?
Di halaman yang sebelumnya kan sudah baca para pecinta perang berbicara… sekarang saatnya para pecinta damai yang berpesta…
Btw : terorisnya juga sudah migrasi kan? Mereka sudah bosan ngobok2 Indonesia, makanya sekarang ngobok2 India. Lagipula sekarang India kan sudah mulai maju, bahkan laju ekonominya lebih cepat daripada Indonesia…
Sepertinya memang ada yang takut kalau bangsa Asia Tenggara dan Selatan maju… Siapa ya?
Tapi, ya paling tidak sekarang kita sudah bisa tidur lebih nyenyak, karena tukang ngebomnya lagi pada “Dinas Luar”…. hehehe
Sedihnya jaman sekarang lebih banyak orang cenderung memilih “rawe-rawe rantas malang-malang putung”
Sepertinya ada titisan Untung Suropati dan Bung Tomo ya
FPI tuh apaan sih ?
pembela islam?
hallaaaahh…katanya Allah Maha Besar, katanya Islam Maha Benar Kok ampe dibela bela segala..
ama preman lagi…ke ke ke
pake bambu runcing…]
malu dooong…..
Norak tau gak ?!!!!!
ke – Tauhid – an saya…..
Siapa yang bilang ALLAH perlu di bela?????
Allah itu maha segalanya…..
DIA yang menciptakan seluruh isi alam semesta
DIA juga yang memelihara semua bejalan semestinya
DIA tidak tidur dan tidak beranak
Yang perlu umat muslim tegakan da di bela adalah ajaran NYA, Firman NYA……….
Maka dari itu, kemaksiatan, aliran sesat, perjudian dst adalah hal yang di haramkan dan akan merusak ajaran ISLAM.
Siapapun yang berbuat hal yang dilarang oleh ALLAH perlu kita sadarkan, apabila disadarkan juga tidak sadar perlu di kerasan, apabila dikerasan juga masih tidak sadar, maka dia sudah murtad, karena ALLAH sudah menutup pintu hatinya, Hanya taubat lah yang akan mendekatkan seseorang itu pada NYA.
Kecuali Umat Non Muslim…..dan orang Murtad, musyrik, yang tidak sedikitpun mereka ingat dan beriman kepada ALLAH…adalah orang-orang yang wajib kita perangi.
Gusti Allah nyuwun pangapunten, but Dhani,Dhani, Dhani… jian…
You just ruined the romance in the air, the peaceful atmosphere rarely happens in this magnificent land of Indonesia. Just got back from India already?
Let me ask some questions:
Dhani, who created human being?
Who made human being able to think and to have imagination?
Who made human being able to make decision to be murtad?
Did God intentionally create some murtad peoples, so muslim can kill them in a halal way?
Did God create some human being as muslim’s killing target?
I think you should beware of this kind of god. Dhani, you are treating Allah as an idol (berhala).
Seseorang tersebut adalah orang yang sangat berbahaya buat kesucian ajaran agama saya, orang yang berniat mengotori dan merusak kesucian agama saya, dan berbahaya jika orang tersebut menyesatkan ajaran agama saya buat anak cucu saya, buat umat muslim di seluruh dunia.
Kalau seorang itu kafir, bukan muslim, tetapi mereka tersebut tidak mengganggu, tidak berniat merusak, mengotori, ajaran agama saya, dan tidak menyesatkan, tetapi malahan dapat toleransi, saling menghargai dan menghormati…… Merekalah orang yang wajib di lindungi.
Saya tidak menyama ratakan non muslim….Islam adalah agama yang mencintai kedamaian, tetapi kaum muslimin dapat bertindak keras jika Ajaran Agama Islam dalam keadaan terancam.
PAHAMMMMMMMMMMM !!!!!!!!!!!!
@mbak Pung,
ngono yo ngono, ning ojo ngono
@dajjal:
Apakah anda ini baru terbangun dari mimpi buruk atau sedang nglindur? Wong, gak ono hujan dan angin kok tiba-tiba mencak-mencak karepe dewe??? :-/
@Dhani:
Kecuali Umat Non Muslim…..dan orang Murtad, musyrik, yang tidak sedikitpun mereka ingat dan beriman kepada ALLAH…adalah orang-orang yang wajib kita perangi.
Bukankah Kecuali itu berarti yang bukan? Jadi kalau Kecuali Umat Non Muslim dst
adalah yang bukan Umat non Muslim atau dengan kata lain Muslim?
Yang bener dong masak kita disuruh memerangi Umat Muslim?
Mangkana kang Dhani, lamun keur emosi ulah nyieun pernyataan, engké bisa-bisa salah harti sarta tujuanana. Yang sabar kang.
Peace.
@mbak Pung,
” ngono yo ngono, ning ojo ngono “
mangsute piye to? ora dong… ![]()
lagi rodo tulalit je
btw : iya, wong saya baru ngobrol happy-happy sama mas Gunung, tiba-tiba dajjal datang mencak-mencak… lha kok tiba-tiba disusul dhani datang sambil teriak-teriak “PAHAMMMMMMMM!!!!!!!!!!!!” sambil bawa golok…
byuh…
Kamsut ipun munika, “Sepertinya ada titisan Untung Suropati dan Bung Tomo ya”
Tapi kayanya saya yang “tulalit”, kulo nyuwun ngapunten den Ayu. Maklum malam minggu. :p
Salam.
@ Pak Mantri
ooo… Itu to… ![]()
Inggih, mboten menapa-menapa…
Masalahe panjenengan nyebut “rawe rawe rantas, malang malang putung”, menika lak semboyanipun Untung Suropati lan Bung Tomo, kagem nyemangati pasukanipun ingkang badhe lan nembe perang..
@ Semuanya
Tapi “rawe rawe rantas malang malang putung” itu sudah tidak pantas diterapkan di Indonesia sekarang, karena Indonesia sedang tidak berperang melawan siapapun. Indonesia sedang berperang melawan kemiskinan.
Dan sebagaimana telah disebutkan dalam hadits Rasulullah bahwa “Kefakiran itu dekat dengan kekufuran”. Jadi, kalau ingin berperang melawan kekufuran, maka tumpaslah dulu kemiskinan, karena kemiskinan adalah akar dari kekufuran tersebut.
Miskin itu bisa miskin harta, miskin nurani, miskin iman…
Kemiskinan yang lebih mengglobal di Indonesia untuk saat ini adalah miskin harta. Terbukti dengan makin maraknya bayi dengan gizi buruk. Padahal terakhir marak hongerudim itu tahun 1960-an. Setelah 40 tahun lebih, eh muncul lagi.
Semboyan yang pantas untuk melawan kemiskinan ya semboyannya Kanjeng Eyang Semar :
“mbergegeg, ugeg-ugeg, hmel-hmel, sak dulito, langgeng”
daripada diam (mbergegeg) lebih baik berusaha untuk lepas (ugeg-ugeg) dan mencari makan (hmel-hmel) walaupun hasilnya sedikit (sak ndulit) tapi akan terasa abadi (langgeng).
Btw : kalau nggak salah, waktu saya kelas 5 SD, guru saya mengajari saya satu hadits Rasulullah : “Membunuh sesama muslim adalah kafir”.
Mungkin ada baiknya hadits tersebut bisa direnungkan kembali.
Orang disebut Muslim apabila dia menjalankan 5 Rukun Islam :
1. Mengucap 2 kalimat Syahadat
2. Menunaikan Sholat 5 Waktu
3. Menjalankan Ibadah Puasa di bulan Ramadhan
4. Membayarkan Zakat Mal sesuai syari’at
5. Menunaikan Ibadah Haji
Orang disebut Mu’min apabila dia menjalankan 6 Rukun Iman :
1. Percaya kepada Allah
2. Percaya kepada Malaikat
3. Percaya kepada para Nabi dan Rasul
4. Percaya kepada Kitab-kitab Suci
5. Percaya kepada Hari Kiamat
6. Percaya kepada Takdir dan Qadla, baik yang baik maupun yang buruk
Orang disebut Muhsin apabila dia Ihsan, baik secara vertikal maupun horizontal. Vertikal : Ibadah
Horizontal : Muammalah Duniawiyah
Orang disebut Mukhlis apabila dia sudah bisa menguasai “ilmu” Ikhlas.
Itu sebagian yang saya ingat-ingat dari ajaran guru saya waktu saya masih SD… Mungkin tidak bisa saya urai semua disini, tapi Insya Allah bermanfaat disini…
Sebagai bahan introspeksi diri juga.
Satu hal yang mungkin sebenarnya tidak berhubungan, dan mungkin ini hanya teori saya saja ya, yaitu hadits “Fitnah adalah lebih kejam daripada pembunuhan”. Kalau dihubungan dengan hadits diatas, maka bisa jadi : fitnah = membunuh, membunuh sesama muslim = kafir, jadi “memfitnah sesama muslim = kafir”… Bisakah diartikan begitu?
Ini hanya sebagai bahan perenungan saja…
-Peace-
panjenengan kan jelmaan Semar… harusnya setiap ngomong diawali dengan salam sapa khas Mbah Semar :
“mbergegeg, ugeg-ugeg, hmel-hmel, sak dulito, langgeng…”
artinya : diam, bergerak/berusaha, makan, walaupun sedikit, abadimaksudnya daripada diam (mbergegeg) lebih baik berusaha untuk lepas (ugeg-ugeg) dan mencari makan (hmel-hmel) walaupun hasilnya sedikit (sak ndulit) tapi akan terasa abadi (langgeng).
Saya sebenarnya nggak perlu ugeg-ugeg untuk mencari makan karena nenek moyang saya kaya raya dengan kekayaan tidak akan habis tujuh turunan cuman masalahnya saya ini turunan yg ke delapan jadi pas kekayaanya habis … ya terpaksa lah saya ber ugeg-ugeg ….cita-2 sih..pengin jadi artis sinetron tapi dengan tampang nanggung…. ganteng belum dan lucu juga kagak …jadi tawaran yg ada cuman sebagai figuran dengan gaji rendah……..jadi terpaksa saya ini ambil profesi lain… yg penting penghasilan cukup…. kadang-2 sebagai dukun, kadang-2 sebagai engineer dan kadang-2 sebagai provokator….tapi jangan salah saya ini provokator yg memegang penuh code of honor provokator sejati
Lho, gravatar saya kurang cantik pa? wong imut-imut gitu kok
Nanti kalau dipasang yang aslinya, kang Cuk bisa semaput, saking takjub karena melihat kecantikan seorang bidadari yang turun dari bajaj…
gak mungkin dong saya pingsan… gimana mau pingsan sedangkan dongkrak saya automatis langsung turun naik sendiri…khan sudah saya bilangin semua organ tubuh saya masih normal
cucoookkkkk……..!!! persis dengan semboyannya ![]()
huehehehe
Btw : Undangan kencan dari saya yang dikompori oleh Denmas AAB di thread sebelah, sudah diterima belum?
kapan ketemuan di Gedung Wayang “Purwa”?
gak mungkin dong saya pingsan… gimana mau pingsan sedangkan dongkrak saya automatis langsung turun naik sendiri…khan sudah saya bilangin semua organ tubuh saya masih normal
Banyak naiknya atau banyak turunnya, Kang? xixixixi
Nuwun sewu bila ada salah-salah kata… maklum, kadang-kadang suka salah minum obat… xixixixi
………………… “rawe rawe rantas, malang malang putung”, menika lak semboyanipun Untung Suropati lan Bung Tomo, kagem nyemangati pasukanipun ingkang badhe lan nembe perang..
Itu jaman dulu mbak, kalau jaman sekarang artinya “gunakan segala cara untuk mencapai keuntungan/tujuan pribadi atau kelompok tidak perduli siapa yang jadi korban”.
Salam.
kalau jaman sekarang artinya “gunakan segala cara untuk mencapai keuntungan/tujuan pribadi atau kelompok tidak perduli siapa yang jadi korban”.
hehehe…. nunggu komentar dari “yang merasa berkepentingan” saja deh kalau gitu…
hehehe…. nunggu komentar dari “yang merasa berkepentingan” saja deh kalau gitu…
Asal mboten mencak-mencak lan mbeto klewang kemawon, monggo.
Asal mboten mencak-mencak lan mbeto klewang kemawon, monggo.
ya nanti kalau ada yang mencak-mencak sambil bawa golok, kita kabur naik becak saja Pak….. yang merasa masih waras ngalah saja lah…
ngomong-ngomong : nanti gantian ya nggenjotnya….
Jadi males……
Terserah Kalian saja deh….. ane mah udah punya iman sendiri……. Tauhid Insya Allah.
Tauhid…. Baru Nomor 1 dari Rukun Iman dong.. padahal ada 6 lho
Al Imaanu :
1. antu’mina billaahi; (beriman kepada Allah)
2. wa malaaikatihii; (dan kepada malaikat-malaikatNya)
3. wa kutubihii; (dan kepada kitab-kitabNya)
4. wa rusulihii; (dan kepada para rasulNya)
5. wa fil yaumil aakhiri; (dan kepada hari akhir)
6. wa fil qadri khoiran wal katsiiron (dan kepada takdirNya baik yang baik maupun yang buruk)
Kalau baru Tauhid, berarti baru yang nomor satu aja tuh….
@ mbak Pung,
Betul sekali mbak, kalau urusan Iman harus lengkap dan penuh tidak boleh “sak dulito”.
Kembali ke urusan becak:
Berbecak ria dari prapatan Tugu ke prapatan Malioboro
Berhenti sebentar menikmati angkringan
Dibawah sinar bulan mengantar denAyu Sekar
Mboten sah gantosan ngontel’ipun den, yang penting den Ayu yang bayarin jajanan ipun ……. he he he
Romantis ya ………….. (rokok, makan, gratis ).
Kalau kang Cuk nyambi jadi dukun, saya nyambi mbecak. Lebih sehat untuk lower body muscle, terutama kegel muscle ……………. ha ha lol.
Pareng.
Have a great day.
Maaf, ada ralat…
rukun iman yang keenam seharusnya berbunyi :
“wa tu’mina bil qadari khoirihii wa syaarihii” (dan beriman kepada takdir baik yang baik maupun yang buruk)…
maklum, ini hafalan 27 tahun yang lalu…. jadi ya masih bagus kalau masih ingat
@ Pak Mantri…
Iya, jajan wedang ronde di depan benteng vrederburg, ada nggak ya? soalnya kalau saya jajan wedang ronde biasanya di sisi timur alun-alun utara itu, yang selatannya bioskop soboharsono…
kang Cuk nyambi ndukun, pak Mantri nyambi mbecak, saya nyambi nyinden…. hehehe…
*nanti di prapatan malioboronya sambil ngamen pakai siter aaah…
Sugeng enjing,
Yang saya tau wedang rondenya mbah Ji di alun-alun tamansari yang ada beringin kembarnya.
Bakmi jawa Kadin (Bintaran kulon), gado-gado & lotek lempuyangan dst dst ……..
Wah jadi pengen pulang.
Salam.
Pages: « 1 … 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 [24] 25 26 »
Copyright Indonesia Matters 2006-12
Privacy Policy | Terms of Use | Contact