Bersekolah dengan Berbahasa Jawa

Jan 15th, 2008, in Id, by

Diwajibkannya berbahasa Jawa di sekolah-sekolah tertentu.

Dalam usaha untuk menyelamatkan bahasa Jawa dari kemunduran dan kepunahan yang semakin mendekat, Departemen Pendidikan Surabaya di Jawa Timur telah memulai kebijaksanaan untuk menjadikan bahasa Jawa lisan wajib di semua sekolah. Hal ini berlaku bagi semua sekolah di Surabaya setiap hari Senin dan Selasa, untuk seluruh guru dan murid.

Seorang pelajar, Dani Swastiko dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) Katolik Angelus Custos, mengatakan bahwa ia sangat mendukung kebijaksanaan tersebut.

Kita kan tinggal di Jawa, budayanya budaya Jawa. Kalau bukan kita yang melestarikan, lalu siapa lagi?

Wawan, seorang murid kelas 4 Sekolah Dasar Negara (SDN) Kaliasin 1 Surabaya, justru mengadu akan sulitnya ia berbahasa Jawa karena ibunya yang berasal dari Medan dan ayahnya yang datang dari Solo tidak bisa berbicara Jawa.

Sementara itu Erlangga Dharma, Kepala Sekolah Cita Hati, sebuah sekolah swasta di Surabaya, menyatakan sukarnya kebijaksanaan pemerintah untuk dilaksanakan. Beliau beralasan akan Departemen Pendidikan yang belum mengeluarkan petunjuk terperinci dan banyaknya pelajar berketurunan Batak yang tidak fasih berbahasa Jawa, kecuali dalam bentuk Suroboyoan.

Artikel ini diterjemahkan oleh Hannah Mulders dari versi bahasa Inggris – Javanese School Days.


11 Comments on “Bersekolah dengan Berbahasa Jawa”

  1. avatar Dwi Fitri Paramita says:

    Saya adalah seorang guru Bhs Jawa di Yogyakarta. Di lingkungan saya mengajar, komunikasi lebih domonan menggunakan bahasa Indonesia. sehingga hal tersebut akhirnya meminimkan penggunaan bahasa Jawa. Bahasa Jawa yang semula adalah Ibu kandung anak – anak, akhirnya menjadi ibu tiri yang tidak mereka sayangi lagi. Yang menjadikan keprihatinan saya, kemunduran eksistensi bahasa Jawa sekarang ini karena orang tua tidak mengenalkan bahasa Jawa pada anak mereka. Dalam keseharian, komunikasi keluarga menggunakan bahasa Indonesia. Sementara jam Bahasa di sekolah sangat minim. otomatis, Bhs Indonesialah yang akhirnya lebih menguasai ruang kosong otak mereka. jika sudah seperti ini keadaannya, lalu siapa yang bertanggungjawab ????!!

  2. avatar iamma says:

    wah… aku sepakat banget jika bahasa jawa dijadikan sebagai pengantar setiap mata pelajaran di TK sampai PT karena begitu pentingnya agar tidak terlindas oleh kerasnya ancaman pengaruh perkembangan zaman.

  3. avatar seorangs says:

    Terlepas dari keinginan untuk melestarikan kebudayaan jawa. Proses ini mesti di wujudkan pula dengan jawanisasi bahasa global.
    Bahasa saja tanpa di dukung kuatnya pemahaman tentang kekinian juga hanya membuat semuanya hanya mimpi.
    Intinya seperti bangsa jepang yang mampu mentransfer teknologi ke dalam bahasa mereka. Cina juga begitu. Mungkin dengan mentransfer bahasa teknologi dan sesuatu yang kekinian ke dalam bahasa jawa akan membuat kita. minimal exist dalam membudayakan bahasa jawa dalam khasanah global.

  4. avatar fullmoonflower says:

    Saya juga mulai prihatin. Anak-anak sekarang sudah jarang yang bisa berbahasa Jawa. Bahkan keponakan-keponakan saya di Yogya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa percakapan sehari-hari dengan orang tua mereka, dalam dialek Yogya. Saya sering menegur adik-adik saya supaya bisa mengajari anak-anak mereka berbahasa jawa, tapi mau bagaimana lagi, istri-istrinya tidak fasih berbahasa jawa dan bukan kelahiran jawa…

    Sekarang saya sedang mempelajari Sastra Jawa. Mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk anak saya dan keponakan-keponakan saya. Kalau orang tua mereka sudah tidak bisa mengajari mereka melestarikan budaya, maka budenya yang akan melakukannya.

  5. Kulanuwun, nama kula Setya Amrih Prasaja,S.S. rumiyin ngangsu kawruh bab sastra Jawa wonten ing Sastra Nusantara, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada, lan sakpunika mulang basa Jawa ing SMA 2 Wonosobo, ngèngingi bab basa Jawa kula ugi ndhèrèk prihatos kènging punapa kok Pamaréntah Dhaérah mirunggan ing wewengkon Jawa Tengah kirang greget tandangipun anggènipun ngedalaken UU / Perda bab basal an aksara Jawa ing tlatah Jawa Tengah, mila saking punika kula kumawantun cobi damel website utawi kacamaya basa Jawa tumrap pawiyatan ing SMA 2 Wonosobo, ancas kula amrih siswa murud punika boten rumaos yèn sinau basa Jawa punika dipunarani ketinggalan jaman ora gaul (srawung). Nanging malah kosok wangsulipun sami rumaos mongkog awit basa Jawa punika kepara kathah dipungandrungi déning para pelajar/mahasiswa/masyarakat umum sakindenging jagad.
    Mekaten atur saking kula, lan bokbilih kersa kula aturi pinarak dating kacamaya basa Jawa SMA 2 Wonosobo ing http://www.smada-zobo.jimdo.com
    Mugiya rahayu ingkang samya pinanggih. Nuwun.

  6. kenging menapa mboten?? menawi wonten Jawi Tengah sampun wonten SK saking Gubernur Jawi Tengah bilih basa Jawi diagem ing kantor-kantor instansi pamarentah saben sasi Kemis.
    Mangga dipun grengsengaken amrih basa Jawi tetep ngembaka…

  7. avatar Thomas Andriawan says:

    Saya adalah salah satu penggemar akasara Jawa Baru. Dan setelah saya belajar tentang akasara Jawa saya menyadari bahwa semakin ketinggalan saja perkembangan aksara Jawa dalam kehidupan kita, walaupun sudah banyak sekolah-sekolah yang mengajarkan cara menulis aksara Jawa.
    Tapi yang perlu dikembangkan bukan hanya itu, tetapi aplikasi dalam kehidupan sehari-hari dan yang paling dekat adalah menggunakan bahasa Jawa dalam komunikasi sehari.
    Dan yang menyedihkan adalah banyak orang Jawa yang tidak bisa menggunakan bahasa Jawa atau enggan menggunakan bahasa Jawa.

  8. Permasalahannya adalah Di JAWA TENGAH sampai detik ini belum ada PERDA bahasa Jawa seperti halnya JAWA BARAT yang telah mengeluarkan perda bahasa Sunda, sehingga efek dari itu bahasa dan aksara SUNDA memiliki porsi tawar yang tinggi ditengah – tengah masayarakat Jawa Barat, sementara kita terutama yang di Jawa Tengah mana….hanya akhirnya banyak kalangan yang seenak wudelnya sendiri, dan itu yang harus kita dukung yaitu adanya PERDA BAHASA JAWA DI JATENG,…..ayo kampanyekan itu agar para dewan rakyta yang terhormat bisa cepat-cepat merancangnya…wong itu memang sudah tugas mereka kita pilih…

  9. avatar Arih Numboro says:

    Bahasa yang kita gunakan untuk komunikasi ini harus dilihat dari sisi praktis, artinya bahasa itu merupakan katrampilan, bukan ilmu. Jadi agar bahasa Jawa dapat lestari, ya harus dilatih dan digunakan setiap hari. Kalau teman-teman tidak mau mengkondisikan kehidupan sehari-hari dengan berbahasa Jawa, ya jangan pernah berkata: prihatin, sedih, dsb. Kalau Anda sendiri terhanyut oleh situasi dan kondisi berbahasa selain Jawa yang itulah tanda-tanda bahasa Jawa telah berada di pinggir jurang kematian.
    Ingin lebih jauh berkomunikasi dengan saya? Silakan emai ke numboro@yahoo.co.id

  10. avatar ibue shawqi says:

    Iya nih, saya amat sangat setuju sekali dengan penggunaan bahasa jawa sebagai bahasa pengantar di sekolah-sekolah. Sebab sekarang ini sudah banyak sing ngakune wong jowo tapi ra njawani blas, terutama anak-anak mudanya (pelajar).!!!! Sebab hanya bahasa jawa yang mengajari unggah-ungguh untuk berbicara dengan orang yang lebih tua. Mungkin ini salah satu penyebab penurunan moral generasi bangsa, solusinya jelas galakkan penggunaan bahasa jawa sebagai bahasa pengantar terutama di sekolah dasar . Mohon informasi kalo ada yang tau dimana sekolah yang sudah menerapkan hal ini terutama untuk SD soalnya saya punya anak yang mau sekolah, tapi saya bingung sudah cari2 tapi ga ketemu terutama di jawa timur. Matur suwun Ini alamat email saya nikenegafawzia@rocketmail.com

  11. avatar KI DWIJAZENTIKA says:

    Rum kuncaraning bangsa punika dumunung ing luhuring budaya. Pepeling punika tumrap tiyang jawi mesthinipun sedaya sami mangertos, nanging kenging punapa tumrap tiyang jawi piyambak kadhang kala boten gadhah “raos handarbeni, melu hangrungkebi, lan saged mulat sarira hangrasa wani”. Duk rikala sugenge BP.H. Ismail inggih mantan Gubernur Jawa Tengah basa Jawi punika dipun-gatosaken saestu. Saengga basa Jawi nggadhahi kalenggahan ingkang meh sami kaliyan basa Indonesia. Kabukten ing Jawa Tengah sampun wongsal-wangsul dipun wontenaken KBJ wiwit taun 1991, nanging sangsaya dangu gregetipun sangsaya kendho. Pinten-pinten ragad sampun kawedalaken kangge ngawontenaken KBJ, nanging sepisan malih kawigatosan tumrap basa Jawi saya mrosot. Piwulangan basa Jawi ing tataran SD dumugi SMA namung winates kangge jangkep-jangkep kemawon, dereng nggadhahi kalenggahan ingkang kiyat menawi katandhingaken kaliyan piwulangan sanesipun. Basa Jawi namung winates “Timun wungkuk Jaga imbuh”. Pramila kula suwun panyengkuyungipun para pengageng kersa langkung mirunggan anggenipun majengaken basa Jawi. Saengga ing samangke boten badhe kecalan jati dhirinipun minangka tiyang Jawi sumrambahipun jati dhirinipun bangsa Indonesia. Matur nuwun saking kula “http://ki-dwijazentika.webnode.com. Email : adi.purwa70@yahoo.co.id

Comment on “Bersekolah dengan Berbahasa Jawa”.

RSS
RSS feed
Email

Copyright Indonesia Matters 2006-18
Privacy Policy | Terms of Use | Contact