<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Agama Dayak</title>
	<atom:link href="http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 03:10:33 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Asaukayad</title>
		<link>http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/cp-2/#comment-205339</link>
		<dc:creator>Asaukayad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 18:13:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/#comment-205339</guid>
		<description>Aku adalah &quot;DAYAK SEJATI&quot;, bukan dayak kampung yg ada &quot;JUDUL&quot;,... AKU tercipta, bukan di ciptakan... Yg terlahir, bukan di lahirkan... Pada saat AKU terlahir, tidak ada satu agama pun yg AKU bawa &amp; tidak ada satu kitab pun yg AKU bawa,... Segala rasa &amp; nikmat yg AKU rasakan adalah karena rasa, kehendak, &amp; DAYAKUASA AKU sendiri.... AKU tdk tau apa itu AGAMA...?! AKU tdk tau apa itu Kepercayaan &amp; apa itu keyakinan... &quot;AKU DAYAK SEJATI&quot; yg tidak perlu pengakuan dan legitimasi dari orang2, kelompok, lembaga, organisasi, &amp; NEGARA manapun...!!! Itulah makna sejati &quot;DAYAKUASA&quot;...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Aku adalah &#8220;DAYAK SEJATI&#8221;, bukan dayak kampung yg ada &#8220;JUDUL&#8221;,&#8230; AKU tercipta, bukan di ciptakan&#8230; Yg terlahir, bukan di lahirkan&#8230; Pada saat AKU terlahir, tidak ada satu agama pun yg AKU bawa &amp; tidak ada satu kitab pun yg AKU bawa,&#8230; Segala rasa &amp; nikmat yg AKU rasakan adalah karena rasa, kehendak, &amp; DAYAKUASA AKU sendiri&#8230;. AKU tdk tau apa itu AGAMA&#8230;?! AKU tdk tau apa itu Kepercayaan &amp; apa itu keyakinan&#8230; &#8220;AKU DAYAK SEJATI&#8221; yg tidak perlu pengakuan dan legitimasi dari orang2, kelompok, lembaga, organisasi, &amp; NEGARA manapun&#8230;!!! Itulah makna sejati &#8220;DAYAKUASA&#8221;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jokri</title>
		<link>http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/cp-2/#comment-205010</link>
		<dc:creator>jokri</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Feb 2011 10:28:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/#comment-205010</guid>
		<description>saya harap pemerintah meresmikan agama DAYAK sama seperti agama lainnya,dan juga saya harap pemerintah memberikan keadilan bagi rakyatnya.
jangan pilih memilih  OK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya harap pemerintah meresmikan agama DAYAK sama seperti agama lainnya,dan juga saya harap pemerintah memberikan keadilan bagi rakyatnya.<br />
jangan pilih memilih  OK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hindu Bali</title>
		<link>http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/cp-2/#comment-204274</link>
		<dc:creator>Hindu Bali</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Dec 2010 02:47:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/#comment-204274</guid>
		<description>Maaf mas2 mbak2 semua,agama Hindu itu ad banyak termasuk Hindu India,Hindu Bali dan Hindu Kaharingan..Hindu Bali sendiri asal muasalnya turun(diwahyukan) di Kutai Kalimantan Timur,Hyang Widhi mengutus brahmana suci dr India utk memberi bentuk kpd agama &quot;baru&quot; yg turun di Kutai ini,kemudian Hyang Widhi menyebut agama ini menjadi Hindu Kaharingan,Hindu Bali,dll..agama Hindu ini berbeda-beda tetapi tetap satu tubuh!!Kalo anda menelusuri sejarah munculnya nama agama &quot;Hindu&quot; kita pasti akan tertawa,nama &quot;Hindu&quot; sebenarnya berasal dr salah ejaan bangsa Persia thdp sebuah peradaban di lembah Sungai Sindhu dimana mereka akhirnya mengeja menjadi &quot;Hindu&quot;,padahal nama awal agama ini sebenarnya adl Sanatana Dharma (kebenaran abadi/kebenaran yg tdk akan berubah sepanjang masa)..dipilihnya Hindu untuk menaungi agama Kaharingan,agama Jawa,agama Bali,dll karena Hindu itu paling fleksibel,universal,dan dinamis..Hindu tidak membunuh budaya lokal,Hindu tidak memaksakan bahasa (harus bahasa Sansekerta,bhs.Hindi,dll malahan menghormati bahasa daerah),Hindu tidak memaksakan simbol dan bentuk,Jan Banggul (Rasul) dlm Hindu gak harus keturunan berdarah Arya,India,Yahudi,Arab,dll. orang Jawa pun diangkat menjadi Jan Banggul (Rasul) oleh Hyang Widhi misalnya Mpu Kuturan dan Dang Hyang Dwijendra yg berasal dr Jawa Timur..

Kalo misalnya warga Dayak Kaharingan ingin lepas dr Hindu dan menjadi agama sendiri ya silahkan saja..yg penting jgn ad kekerasan,diselesaikan dgn nuansa kekeluargaan,tp perlu diketahui oleh masy. Dayak Kaharingan jika anda keluar dr Hindu maka anda membantah apa yg diberikan Tuhan..anda jgn berpikir bahwa Hindu itu identik dengan India,liat saja di Bali, Hindu Bali begitu unik karena Hindu tidak akan mematikan budaya,Hindu adl agama yg sangat menghormati leluhur..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf mas2 mbak2 semua,agama Hindu itu ad banyak termasuk Hindu India,Hindu Bali dan Hindu Kaharingan..Hindu Bali sendiri asal muasalnya turun(diwahyukan) di Kutai Kalimantan Timur,Hyang Widhi mengutus brahmana suci dr India utk memberi bentuk kpd agama &#8220;baru&#8221; yg turun di Kutai ini,kemudian Hyang Widhi menyebut agama ini menjadi Hindu Kaharingan,Hindu Bali,dll..agama Hindu ini berbeda-beda tetapi tetap satu tubuh!!Kalo anda menelusuri sejarah munculnya nama agama &#8220;Hindu&#8221; kita pasti akan tertawa,nama &#8220;Hindu&#8221; sebenarnya berasal dr salah ejaan bangsa Persia thdp sebuah peradaban di lembah Sungai Sindhu dimana mereka akhirnya mengeja menjadi &#8220;Hindu&#8221;,padahal nama awal agama ini sebenarnya adl Sanatana Dharma (kebenaran abadi/kebenaran yg tdk akan berubah sepanjang masa)..dipilihnya Hindu untuk menaungi agama Kaharingan,agama Jawa,agama Bali,dll karena Hindu itu paling fleksibel,universal,dan dinamis..Hindu tidak membunuh budaya lokal,Hindu tidak memaksakan bahasa (harus bahasa Sansekerta,bhs.Hindi,dll malahan menghormati bahasa daerah),Hindu tidak memaksakan simbol dan bentuk,Jan Banggul (Rasul) dlm Hindu gak harus keturunan berdarah Arya,India,Yahudi,Arab,dll. orang Jawa pun diangkat menjadi Jan Banggul (Rasul) oleh Hyang Widhi misalnya Mpu Kuturan dan Dang Hyang Dwijendra yg berasal dr Jawa Timur..</p>
<p>Kalo misalnya warga Dayak Kaharingan ingin lepas dr Hindu dan menjadi agama sendiri ya silahkan saja..yg penting jgn ad kekerasan,diselesaikan dgn nuansa kekeluargaan,tp perlu diketahui oleh masy. Dayak Kaharingan jika anda keluar dr Hindu maka anda membantah apa yg diberikan Tuhan..anda jgn berpikir bahwa Hindu itu identik dengan India,liat saja di Bali, Hindu Bali begitu unik karena Hindu tidak akan mematikan budaya,Hindu adl agama yg sangat menghormati leluhur..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dulyakin</title>
		<link>http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/cp-2/#comment-198607</link>
		<dc:creator>dulyakin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Nov 2010 07:40:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/#comment-198607</guid>
		<description>aku juga orang dayak dan sangat setuju dan mendukung agar agama Kaharingan diakui oleh pemerintah.
Orang dayak sepengetahuan saya  tidak pernah punya raja, dan tidak pernah untuk dikuasai oleh raja karena raja bagi orang dayak adalah keluarga dan kekerabatannya sendiri dalam sebuah adat rumah panjang atau rumah besar atau Llopo Betang.
Kaharingan adalah dayak itu sendiri dimana kata Kaharingan adalah diambil dari bahasa Sangen yaitu Kekuatan ada dengan sendirinya sedangkan Dayak adalah dari bahasa melayu yg artinya adalah sama yaitu power.. dan agama Kaharingan telah diintervensi oleh agama lain pada tahun 1980an dimana dengan terbitnya surat dari dirjen bimmas agama hindu dan budha bahwa Kaharingan diKalimantan dijadikan sebagai binaan mereka, hal itulah yg terjadi hingga banyak sekarang ajaran Kaharingan yg ada begitu rancu dan tidak asli lagi oleh sebab intervensi itu , namun walau demikian untuk Dayak dipedalaman mereka masih memakai tatacara lama dalam hal beribadah dan adat istiadat begitu juga dengan sistem kekerabatannya yg selalu tolong menolong terhadap sesama suku dayak dan ini bisa kita lihat pada kejadian menyedihkan pada peristiwa perang suku didaerah Sampit Kalimantan Tengah dengan suku pendatang dimana pada saat itu orang dayak kota sampit sudah terdesak dan mereka memanggil dengan cara tradisi dayak untuk meminta pertolongan dan dengan cara cepat orang dayak dari pedalaman telah bertindak untuk menolong saudara2 mereka yg terdesak itu , hingga perang itu dapat dimenangkan ..
memang sungguh tak masuk diakal bagaimana mereka bisa masuk padahal saat itu aparat keamanan berjaga sangat rapat , itulah orang dayak.. Selamat berjuang..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku juga orang dayak dan sangat setuju dan mendukung agar agama Kaharingan diakui oleh pemerintah.<br />
Orang dayak sepengetahuan saya  tidak pernah punya raja, dan tidak pernah untuk dikuasai oleh raja karena raja bagi orang dayak adalah keluarga dan kekerabatannya sendiri dalam sebuah adat rumah panjang atau rumah besar atau Llopo Betang.<br />
Kaharingan adalah dayak itu sendiri dimana kata Kaharingan adalah diambil dari bahasa Sangen yaitu Kekuatan ada dengan sendirinya sedangkan Dayak adalah dari bahasa melayu yg artinya adalah sama yaitu power.. dan agama Kaharingan telah diintervensi oleh agama lain pada tahun 1980an dimana dengan terbitnya surat dari dirjen bimmas agama hindu dan budha bahwa Kaharingan diKalimantan dijadikan sebagai binaan mereka, hal itulah yg terjadi hingga banyak sekarang ajaran Kaharingan yg ada begitu rancu dan tidak asli lagi oleh sebab intervensi itu , namun walau demikian untuk Dayak dipedalaman mereka masih memakai tatacara lama dalam hal beribadah dan adat istiadat begitu juga dengan sistem kekerabatannya yg selalu tolong menolong terhadap sesama suku dayak dan ini bisa kita lihat pada kejadian menyedihkan pada peristiwa perang suku didaerah Sampit Kalimantan Tengah dengan suku pendatang dimana pada saat itu orang dayak kota sampit sudah terdesak dan mereka memanggil dengan cara tradisi dayak untuk meminta pertolongan dan dengan cara cepat orang dayak dari pedalaman telah bertindak untuk menolong saudara2 mereka yg terdesak itu , hingga perang itu dapat dimenangkan ..<br />
memang sungguh tak masuk diakal bagaimana mereka bisa masuk padahal saat itu aparat keamanan berjaga sangat rapat , itulah orang dayak.. Selamat berjuang..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: pangalok</title>
		<link>http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/cp-2/#comment-183341</link>
		<dc:creator>pangalok</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Apr 2010 15:10:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/#comment-183341</guid>
		<description>bicara soal agama ya memang susah. Susahnya adalah bahwa kita semua beda agama dan beda kepercayaan, namun yang unik adalah beda agama namun satu kepercayaan, nah apa itu? ya budaya.
Jawaannya agama budaya.
Kebetulan saya suku Dayak Bidayuh dan saya sudah beragama Katolik sejak lahir. Budaya Dayak ada dalam sanubari saya dan saya mencintainya karena tidak mungkin saya harus pensiun jadi orang Dayak dan pindah suku, sebab Tuhan sudah menaruh saya sebagai suku Dayak tentu ada maksudnya.
Dalam agama saya yang Katolik itu, saya pun hidup dalam budaya Dayak yang juga mengimani Tuhan penguasa semesta alam. 
Yang saya tahu dalam budaya Dayak yang diajarkan adalah budi pekerti, kebaikan antara Penompa, Jubata, Duwata dsb dengan manusia. Manusia harus menghormati alam ciptaannya sehingga selangkah apapun orang Dayak harus minta ijin terlebih dahulu kepada Tuhan melalui alam, misalnya membuat ladang, mereka harus ijin dan memberikan persmebahan serta doa-doa dalam bahasa nyangahatn (lantunan syair doa dalam bahasa halus) meminta Tuhan memberikan berkat Nya.
Yang perlu kita ketahui adalah media agama/kepercayaan yang kita gunakan dalam mengenal Tuhan ternyata tidak sama satu dengan lainnya, nah itu yang patut kita hargai.
Yakinlah jika dia seorang Dayak yang beragama Islam maka dia memiliki kepercayaan yang sama dengan seorang Dayak yang beragama Kristen yakni sama-sama percaya bahwa ajaran agama kepercayaan dari agama adat budayanya itulah yang mengallir dalam sanubarinya dan itu pulalah yang membuat setiap orang menjadi satu dalam keluarga besar Dayak dimana ketika menyatu dalam Dayak tidak ada istilah Islam, Krosten, Hindu, Budha dan sebagainya semua mereka menyatu dalam kepercayaan yang sama yakni budaya Dayak yang mengajarkan banyak budi pekerti.
Perlu diketahui pula bahwa sebelum Hindu muncul di Indonesia, orang Dayak telah lebih dahulu beragama asli yang kemudian bermutasi menjadi Hindu di Kutai sementara suku-suku lainnya di Indonesia belum beragama Hindu termasuk Jawa yang termasyur itu. Artinya penyebaran Hindu setelah di Kalimantan tentulah salah satunya ke Jawa melalui hubungan Kutai dengan wilayah-wilayah lainnya di nusantara. 
Sangat tidak masuk diakal jika Kutai sebuah kerajaan tertua di nusantara dengan masa jayanya yang berabad-abad tidak mempengaruhi wilayah lainnya di nusantara? Pasti Jawa, Sumatera, Sulawesi juga mendapat pengaruh besar dari Kutai kerajaan Hindu Dayak tertua di nusantara.
Saya agak heran, kata &quot;Dayak&quot; dalam menyebutkan kerajaan Kutai hampir tidak terdengar, apa sengaja dihilangkan agar terkesan bahwa Kutai bukan kerajaan Dayak.
Tugas kita semua untuk menyebarkan bahwa Kutai pertama adalah Kutai Dayak yang beragama Hindu. Artinya Dayak memiliki pengaruh besar di Indonesia dan menyumbangkan pemikiran serta sejarah yang tak ternilai harganya.
Saya bangga menjadi orang Dayak sebab sejarah membuktikan bahwa Kerajaan tertua ada di Kalimantan dengan rajanya yang bernama Kudungga seorang Dayak asli Kalimantan yang telah beragama Hindu. 
Kejayaan Dayak tersebut kemudian direbut paksa oleh Kertanegara melalui siasat dan kemudian Kutai Dayak jatuh dan berubah nama menjadi Kutai Kertanegara. Walaupun kalah, sejarah telah melukiskan bahwa pemilik pertama kerajaan Kutai adalah orang Dayak asli. Ini yang saya sangat banggakan.
Jadi mari kita mengangkat dan mencari tahu tentang diri kita sendiri. Sejarah kita telah banyak dimanipulasi Jakarta dan orang-orang yang tidak ingin mengungkapkan tentang Dayak si pemilik syah Kerajaan Kutai itu.
Mereka sengaja menyembunyikannya dari kita agar anak cucu kita tidak mengetahui lagi sejarah sesungguhnya.
Mari Dayak bersatulah, sebab engkau pernah memiliki Raja dan yang pertama di nusantara ini. Engkau telah mengajari Jawa dan Sumatera untuk mendirikan kerajaan-kerajaan baru yang kemudian menjadi kerajaan yang ternama.
Pelajaran itu mereka dapatkan dari &quot;DAYAK&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>bicara soal agama ya memang susah. Susahnya adalah bahwa kita semua beda agama dan beda kepercayaan, namun yang unik adalah beda agama namun satu kepercayaan, nah apa itu? ya budaya.<br />
Jawaannya agama budaya.<br />
Kebetulan saya suku Dayak Bidayuh dan saya sudah beragama Katolik sejak lahir. Budaya Dayak ada dalam sanubari saya dan saya mencintainya karena tidak mungkin saya harus pensiun jadi orang Dayak dan pindah suku, sebab Tuhan sudah menaruh saya sebagai suku Dayak tentu ada maksudnya.<br />
Dalam agama saya yang Katolik itu, saya pun hidup dalam budaya Dayak yang juga mengimani Tuhan penguasa semesta alam.<br />
Yang saya tahu dalam budaya Dayak yang diajarkan adalah budi pekerti, kebaikan antara Penompa, Jubata, Duwata dsb dengan manusia. Manusia harus menghormati alam ciptaannya sehingga selangkah apapun orang Dayak harus minta ijin terlebih dahulu kepada Tuhan melalui alam, misalnya membuat ladang, mereka harus ijin dan memberikan persmebahan serta doa-doa dalam bahasa nyangahatn (lantunan syair doa dalam bahasa halus) meminta Tuhan memberikan berkat Nya.<br />
Yang perlu kita ketahui adalah media agama/kepercayaan yang kita gunakan dalam mengenal Tuhan ternyata tidak sama satu dengan lainnya, nah itu yang patut kita hargai.<br />
Yakinlah jika dia seorang Dayak yang beragama Islam maka dia memiliki kepercayaan yang sama dengan seorang Dayak yang beragama Kristen yakni sama-sama percaya bahwa ajaran agama kepercayaan dari agama adat budayanya itulah yang mengallir dalam sanubarinya dan itu pulalah yang membuat setiap orang menjadi satu dalam keluarga besar Dayak dimana ketika menyatu dalam Dayak tidak ada istilah Islam, Krosten, Hindu, Budha dan sebagainya semua mereka menyatu dalam kepercayaan yang sama yakni budaya Dayak yang mengajarkan banyak budi pekerti.<br />
Perlu diketahui pula bahwa sebelum Hindu muncul di Indonesia, orang Dayak telah lebih dahulu beragama asli yang kemudian bermutasi menjadi Hindu di Kutai sementara suku-suku lainnya di Indonesia belum beragama Hindu termasuk Jawa yang termasyur itu. Artinya penyebaran Hindu setelah di Kalimantan tentulah salah satunya ke Jawa melalui hubungan Kutai dengan wilayah-wilayah lainnya di nusantara.<br />
Sangat tidak masuk diakal jika Kutai sebuah kerajaan tertua di nusantara dengan masa jayanya yang berabad-abad tidak mempengaruhi wilayah lainnya di nusantara? Pasti Jawa, Sumatera, Sulawesi juga mendapat pengaruh besar dari Kutai kerajaan Hindu Dayak tertua di nusantara.<br />
Saya agak heran, kata &#8220;Dayak&#8221; dalam menyebutkan kerajaan Kutai hampir tidak terdengar, apa sengaja dihilangkan agar terkesan bahwa Kutai bukan kerajaan Dayak.<br />
Tugas kita semua untuk menyebarkan bahwa Kutai pertama adalah Kutai Dayak yang beragama Hindu. Artinya Dayak memiliki pengaruh besar di Indonesia dan menyumbangkan pemikiran serta sejarah yang tak ternilai harganya.<br />
Saya bangga menjadi orang Dayak sebab sejarah membuktikan bahwa Kerajaan tertua ada di Kalimantan dengan rajanya yang bernama Kudungga seorang Dayak asli Kalimantan yang telah beragama Hindu.<br />
Kejayaan Dayak tersebut kemudian direbut paksa oleh Kertanegara melalui siasat dan kemudian Kutai Dayak jatuh dan berubah nama menjadi Kutai Kertanegara. Walaupun kalah, sejarah telah melukiskan bahwa pemilik pertama kerajaan Kutai adalah orang Dayak asli. Ini yang saya sangat banggakan.<br />
Jadi mari kita mengangkat dan mencari tahu tentang diri kita sendiri. Sejarah kita telah banyak dimanipulasi Jakarta dan orang-orang yang tidak ingin mengungkapkan tentang Dayak si pemilik syah Kerajaan Kutai itu.<br />
Mereka sengaja menyembunyikannya dari kita agar anak cucu kita tidak mengetahui lagi sejarah sesungguhnya.<br />
Mari Dayak bersatulah, sebab engkau pernah memiliki Raja dan yang pertama di nusantara ini. Engkau telah mengajari Jawa dan Sumatera untuk mendirikan kerajaan-kerajaan baru yang kemudian menjadi kerajaan yang ternama.<br />
Pelajaran itu mereka dapatkan dari &#8220;DAYAK&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Zainal Bs</title>
		<link>http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/cp-2/#comment-181877</link>
		<dc:creator>Zainal Bs</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Apr 2010 05:32:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/#comment-181877</guid>
		<description>Ketika masih kecil diusia 7 than pada tahun 60an saya pernah dengar kakek nenek menyinggung istilah KAHARINGAN sebagai nama suatu agama yang banyak dianut oleh orang2 Dayak. Adapun salah satu kegiatan ritual yang pernah saya saksikan antara lain upacara menyembuhkan orang sakit dengan memohon kepada roh-roh nenek moyang dengan menggunakan bahasa Dayak. Namun dalam pelajaran-pelajaran yang saya terima di sekolah, bahwa semula orang suku Dayak menganut kepercayaan ANIMISME yaitu kepercayaan kepada roh-roh nenek moyang, jadi bukan kepada Dewa-dewa sebagaimana yang saya tahu dalam agama Hindu. Nah sebagai salah satu wawasan tentang agama yang diakui oleh negara, antara lain :
1. Kejelasan zat yang disembah dengan kekuasaan dan kekuatan hakiki melalui kajian-
    kajian maupun penelitian ilmiah tentang eksistensi agama tersebut.
2. Ada kitab tertulis yang dapat dijadikan pengangan penganutnya dengan kelengkapan
    isinya yang mengatur cara-cara pelaksanaan ibadah, dan seterusnya.
3. Ada seorang tokoh yang jelas sebagai panutan yang mempunyai visi &amp; misi
    keselamatan umat dan alam dalam berbangsa &amp; bernegara.
4. Ada kejelasan data umat yang ada. 

Demikianlah sementara masukan saya, semoga dapat menjadi bahan kajian. Trims.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika masih kecil diusia 7 than pada tahun 60an saya pernah dengar kakek nenek menyinggung istilah KAHARINGAN sebagai nama suatu agama yang banyak dianut oleh orang2 Dayak. Adapun salah satu kegiatan ritual yang pernah saya saksikan antara lain upacara menyembuhkan orang sakit dengan memohon kepada roh-roh nenek moyang dengan menggunakan bahasa Dayak. Namun dalam pelajaran-pelajaran yang saya terima di sekolah, bahwa semula orang suku Dayak menganut kepercayaan ANIMISME yaitu kepercayaan kepada roh-roh nenek moyang, jadi bukan kepada Dewa-dewa sebagaimana yang saya tahu dalam agama Hindu. Nah sebagai salah satu wawasan tentang agama yang diakui oleh negara, antara lain :<br />
1. Kejelasan zat yang disembah dengan kekuasaan dan kekuatan hakiki melalui kajian-<br />
    kajian maupun penelitian ilmiah tentang eksistensi agama tersebut.<br />
2. Ada kitab tertulis yang dapat dijadikan pengangan penganutnya dengan kelengkapan<br />
    isinya yang mengatur cara-cara pelaksanaan ibadah, dan seterusnya.<br />
3. Ada seorang tokoh yang jelas sebagai panutan yang mempunyai visi &amp; misi<br />
    keselamatan umat dan alam dalam berbangsa &amp; bernegara.<br />
4. Ada kejelasan data umat yang ada. </p>
<p>Demikianlah sementara masukan saya, semoga dapat menjadi bahan kajian. Trims.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yudy triantara</title>
		<link>http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/cp-2/#comment-180860</link>
		<dc:creator>yudy triantara</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 16:58:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/#comment-180860</guid>
		<description>Jangan bertengkar,,urusan agama adalah urusan masing2 individu,,mau islam,,budha,, katolik,,apapun itu semua tergantung orangnya,,,urusan benar salahnya hanya TUHAN yg tau,,yang pasti kita selaku orang dayak jangan mau menjadi bahan mainan oleh oknum2 yang gak bertanggung jawab yang punya maksud2 tertentu.... HIDUP DAYAK</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jangan bertengkar,,urusan agama adalah urusan masing2 individu,,mau islam,,budha,, katolik,,apapun itu semua tergantung orangnya,,,urusan benar salahnya hanya TUHAN yg tau,,yang pasti kita selaku orang dayak jangan mau menjadi bahan mainan oleh oknum2 yang gak bertanggung jawab yang punya maksud2 tertentu&#8230;. HIDUP DAYAK</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: daya</title>
		<link>http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/cp-2/#comment-180754</link>
		<dc:creator>daya</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Mar 2010 06:53:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/#comment-180754</guid>
		<description>saya sangat mendukung perjuangan masyarakat dayak.. khususnya usaha untuk memperjuangankan kepercayaan masyarakat lokal (asli) &quot;kaharingan&quot; agar dapat di akui sebagai agama resmi... go  go  go....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat mendukung perjuangan masyarakat dayak.. khususnya usaha untuk memperjuangankan kepercayaan masyarakat lokal (asli) &#8220;kaharingan&#8221; agar dapat di akui sebagai agama resmi&#8230; go  go  go&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jagau linga</title>
		<link>http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/cp-2/#comment-166225</link>
		<dc:creator>jagau linga</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 13:51:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/#comment-166225</guid>
		<description>..Saya memang bukan pemeluk Agama Hindu Kaharingan  tapi kakek dan nenek moyang saya dulu adl penganut Kaharingan dan itu adl kebanggaan tersendiri buat saya sebagai orang dayak  ,karna saya masih bisa melihat sandung2 (tempat tulang) mereka yg masih berdiri kokoh sampai sekarang dan kalau anda jalan2 ke kampung suku dayak ngaju pedalamn kal-teng anda bisa menjumpai sandung, sapundu, pantar dll yang usia2nya mungkin saja  ratusan tahun sebagai bukti bahwa Kaharingan memang sudah ada sejak jaman dahulu dan merupakan keperjcayaan tradisional suku Dayak  yg turun temurun dan kalau ada teman2 yg org DNA (Dayak Ngaju Asli) yang mengatakan tidak tau atau baru tahu Kaharingan sekarang sya kasih tau : Kaharingan artinya Tumbuh atau Hidup, Danum Kaharingan artinya  Air Kehidupan , Ranying Hatala Langit artinya Tuhan Yang Maha Esa, Kitab Sucinya Kaharingan adalah Panaturan, tempat ibadahnya adalah Balai Basarah (Balai Kaharingan) jd Agama Kaharingan maksudnya adalah agama suku atau kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Hatala dalam bahasa Ngaju) yang hidup dan tumbuh atau dianut secara turun temurun dalam masyarakat Dayak (Religi Suku/kepercayaan tradisional suku dayak di kalimantan). sekarang dalam suku dayak sudah diperbolehkan mencantumkan KTP Agama Kaharingan,  dan dalam upacara adat Kaharingan dalam perkawinan pun juga diakui dalam pencatatan, bagi teman2 yang mau tau banyak Agama, Adat istiadat dayak kapan2 ke kalteng jalan2 ke museum Balanga atau lihat2 acara Tiwah (dlm bahasa dayak ngaju ) disebut Wara ( dalam bahasa dayak manyan)dan orang dayak penganut Agama Kaharingan yg terkenal adl acara adat Tiwahnya dan saya sangat setuju sekali kalau agama Kaharingan diakui oleh Pemerintah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>..Saya memang bukan pemeluk Agama Hindu Kaharingan  tapi kakek dan nenek moyang saya dulu adl penganut Kaharingan dan itu adl kebanggaan tersendiri buat saya sebagai orang dayak  ,karna saya masih bisa melihat sandung2 (tempat tulang) mereka yg masih berdiri kokoh sampai sekarang dan kalau anda jalan2 ke kampung suku dayak ngaju pedalamn kal-teng anda bisa menjumpai sandung, sapundu, pantar dll yang usia2nya mungkin saja  ratusan tahun sebagai bukti bahwa Kaharingan memang sudah ada sejak jaman dahulu dan merupakan keperjcayaan tradisional suku Dayak  yg turun temurun dan kalau ada teman2 yg org DNA (Dayak Ngaju Asli) yang mengatakan tidak tau atau baru tahu Kaharingan sekarang sya kasih tau : Kaharingan artinya Tumbuh atau Hidup, Danum Kaharingan artinya  Air Kehidupan , Ranying Hatala Langit artinya Tuhan Yang Maha Esa, Kitab Sucinya Kaharingan adalah Panaturan, tempat ibadahnya adalah Balai Basarah (Balai Kaharingan) jd Agama Kaharingan maksudnya adalah agama suku atau kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Hatala dalam bahasa Ngaju) yang hidup dan tumbuh atau dianut secara turun temurun dalam masyarakat Dayak (Religi Suku/kepercayaan tradisional suku dayak di kalimantan). sekarang dalam suku dayak sudah diperbolehkan mencantumkan KTP Agama Kaharingan,  dan dalam upacara adat Kaharingan dalam perkawinan pun juga diakui dalam pencatatan, bagi teman2 yang mau tau banyak Agama, Adat istiadat dayak kapan2 ke kalteng jalan2 ke museum Balanga atau lihat2 acara Tiwah (dlm bahasa dayak ngaju ) disebut Wara ( dalam bahasa dayak manyan)dan orang dayak penganut Agama Kaharingan yg terkenal adl acara adat Tiwahnya dan saya sangat setuju sekali kalau agama Kaharingan diakui oleh Pemerintah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jecky</title>
		<link>http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/cp-2/#comment-163572</link>
		<dc:creator>jecky</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 07:35:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.indonesiamatters.com/1573/agama-dayak/#comment-163572</guid>
		<description>Mengapa mesti bertengkar?
Bukankah kepercayaan itu adalah hak setiap orang? Kalaupun agama suku kaharingan belum diakui pemerintah, boleh jadi karena ada pertimbangan-pertimbangan yang dipikirkan pemerintah bagi tertibnya masa depan sebuah bangsa. Coba pikirkan; setiap suku di Indonesia memiliki sistem kepercayaan, atau yang langka disebut sebagai agama suku. Seandainya, jika di negara ini terdapat 1000 suku, dan setiap suku memiliki unsur-unsur kepercayaan masing-masing, dan 1000 suku ini menuntut agar sistem keperayaannya diakui dan disahkan oleh pemerintah sebagai agama yang sah, tentu negara ini akan kacau. Udahlahhh...Jangankan seribu agama, lima agama saja di negara ini sudah kacau balau, tidak saling menghargai dan tidak saling menghormati. Menurut saya, alangkah baiknya suku dayak kaharingan tetap mempertahankan nilai-nilai religiusitasnya sebagai bentuk kebudayaan yang memiliki nilai tinggi dalam bangsa ini, sehingga  kebudayaan itu tidak sampai hilang ditelan zaman. Sederhanakan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mengapa mesti bertengkar?<br />
Bukankah kepercayaan itu adalah hak setiap orang? Kalaupun agama suku kaharingan belum diakui pemerintah, boleh jadi karena ada pertimbangan-pertimbangan yang dipikirkan pemerintah bagi tertibnya masa depan sebuah bangsa. Coba pikirkan; setiap suku di Indonesia memiliki sistem kepercayaan, atau yang langka disebut sebagai agama suku. Seandainya, jika di negara ini terdapat 1000 suku, dan setiap suku memiliki unsur-unsur kepercayaan masing-masing, dan 1000 suku ini menuntut agar sistem keperayaannya diakui dan disahkan oleh pemerintah sebagai agama yang sah, tentu negara ini akan kacau. Udahlahhh&#8230;Jangankan seribu agama, lima agama saja di negara ini sudah kacau balau, tidak saling menghargai dan tidak saling menghormati. Menurut saya, alangkah baiknya suku dayak kaharingan tetap mempertahankan nilai-nilai religiusitasnya sebagai bentuk kebudayaan yang memiliki nilai tinggi dalam bangsa ini, sehingga  kebudayaan itu tidak sampai hilang ditelan zaman. Sederhanakan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

