Pelarangan Sekte-sekte Islam

Jan 7th, 2008, in Id, by David

View the original article here.


15 Comments on “Pelarangan Sekte-sekte Islam”

  1. abu danies Says:
    February 1st, 2008 at 6:05 pm

    semua orang yang telah menyatakan diri masuk islam dengan membaca 2 kalimat syahadt, maka wajib bagi mereka untuk berjalan dengan 2 tatanan yang ada yaitu al-qur’an dan as-sunnah / hadist, segala yang diluar keduannya adalah sesat yang sama saja dengan sekte-sekte baru dalam islam.

  2. iwest Says:
    May 24th, 2008 at 4:12 pm

    sebenarnya itu kerjaan org2 iseng masa! ada org ngaku2 Nabi,pake ngaku Tuhan lagi,seperti sai baba nau’zhubillah.org yg percaya itu di bawah idiot.Dan harusnya MUI bertindak tegas seperti ajaran ‘wong telu’yang kini berada NTB,semoga sai baba nggak datang ke indonesia

  3. medz Says:
    June 11th, 2008 at 9:46 am

    yah klo kita mank ngaku umat nabi muhammad gx usah prcya ma hal2 aneh dech… apalgi prcaya klo da nabi setelah nabi muhammad kn dh sesat tuch orank….
    lagian islam cuma punya 2 landasan hidup yaitu kitab suci “al-qur’an dan sunnah nabi”… jadi klo da kitab suci lain kaya tadzkirah truz kta percya kn aneh ntu namanya…

    so’…
    wat ahmadiyyah lebih baik wat agama za sndri… msa da agama d’dalam agama….

  4. Romeo Says:
    June 15th, 2008 at 8:58 am

    http://www.inter-islam.org/faith/qadian.htm

    Silakan buka sejaranh tentang pengangkatan Mirza Gulam Ahmad oleh Pemerintahan Inggris dikala masa perjuangan kemerdekaan India, perlu diketahui saya orang Indonersia yang bekerja di India, disini malah ngak banyak orang percaya sama Gulam Ahmad

  5. Kartika Says:
    July 7th, 2008 at 4:03 am

    Meskipun dilarang sekte akan tetap muncul seiring perkembangan pola pikir manusia. Pemikiran manusia akan rasa haus ketentraman akan terus diupayakan. Ketentraman ada dalam keselarasan rasa manusia itu sendiri. Ia berdiri sendiri dan tidak seorangpun dapat menyetuhnya. Andai ketentraman itu ada pada suatu keyakinan tertentu maka manusia akan meyakini dengan hatinya. Secara umum ketentraman adalah rasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktifitas hidupnya. Rasa aman dan nyaman itu akan ada dan terwujud jika manusia satu dengan yang lainnya dapat hidup rukun, tanpa mengganggu, bersikap positif. Jika seorang manusia sudah memaksakan dirinya dan keyakinannya untuk diakui dan ataupun diikuti oleh orang lain, maka ia sudah mengganggu ketentraman. Pengakuan seseorang pada orang lain ataupun jika seseorang mengikuti keyakinan tanpa paksaan maka ketentraman akan tetap terjaga, sebab ia mengakui dan meyakini dengan kerelaan tanpa paksaan. Dalam ada ungkapan Jawa: Ajining diri saka lathi , ajining raga saka busana. Tentunya hal tersebut yang menilai adalah orang lain bukan diri sendiri. Jika seseorang baik tutur kata dan busana maka tanpa diminta orang lain akan menghormati bahkan mengikutinya tanpa diminta ataupun terpaksa.

  6. roel Says:
    July 30th, 2008 at 10:37 am

    Masalah keyakinan adalah masalah yang sangat sakral dan sangat sensitif. tidak akan pernah seseorang akan membelokkan keimanannya hanya karena tentangan yang ada di masyarakat, bahkan yang akan terjadi kekokohan imannya. masalah ahmadiyah, yang seharusnya berfikir adalah pemerintah jangan masyarakat. tidak akan pernah ada kekacauan pelarangan ahmadiyah jika pemerintah dari dulu kala sudah newaspadai hal ini. jika sudah ada ketetapan yang pasti dari pemerintah tentang suatu agama. maka hal itu akan membuat kedamaian.

  7. Taufic Amirullah Says:
    August 21st, 2008 at 3:31 pm

    Saya orang indonesia asli, saya tamat kuliah di universitas sai baba di india tahun 1992. 100% saya lulus tanpa mengeluarkan biaya. disana saya mengenal lebih jauh tentang baba, beliau lah guru yang sejati. karena beliau sekarang saya bisa menjadi lebih taat tehadap agama saya yaitu islam. sekarang saya sudah memiliki hotel bintang empat di london berkat ilmu yang saya pelajari dan ajaran sai baba tentang bagaimana menghadapi hidup ini. saya juga membangun pati asuhan di india bagi umat muslim di india. berkat sai baba, saya menjadi lebih dekat dengan allah… beliau adalah guru sejati… ajaran beliau adalah ajaran universal. bukan sesat, kafir, ataupun dajjal.

  8. rendra Says:
    August 31st, 2008 at 1:28 pm

    asslamualaikum.wr.wb
    sebenarnya saya mau,mengoreksi sedikit apa yang telah di katakan oleh mas taufic amrullah…bahwa bila yang di katakan tidak benar,apa bisa di bilang benar kalau seseorang mRasulullah SAW bersabda:

    Barangsiapa yang mendengar tentang kedatangan Dajjal, hendaklah ia menjauhinya. Demi Allah sesungguhnya seseorang akan mendatanginya dan ia menyangka bahwa dirinya seorang yang beriman, lalu ia mengikutinya yang dapat menimbulkan berbagai syubuhaat” (Sahih Jami’ shogir 6301/ Al-Bany)
    . Dalam Sahih Bukhori diriwayatkan bahwasanya Rasulullah SAW pernah memberikan khutbah di hadapan para sahabatnya, lalu beliau menyebutkan Dajjal. Beliau bersabda:

    “Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) picak (bermata sebelah) sedangkan Alloh tidaklah picak” (Sahih Jami’ shogir 3495/ Al-Bany)

    saya harap apa yang bisa saya sampaikan dapat di jadikan masukan

    wassalam

  9. Denny Says:
    December 12th, 2008 at 1:21 pm

    Ajaran yang datangnya dari hasil pemikiran manusia, filsafat, dan seribu sekte bukan ajaran yang datangnya dari Tuhan Semesta Alam, Allah SWT.
    Adanya penambahan dan pengurangan (bid’ah) dalam ajaran agama mengakibatkan ajaran agama kehilangan keasliannya.
    Ajaran yang tidak laku di negeri asalnya, seperti : ahmadiyah di india; kok masih laku di indonesia. Apa semua orang cuma bisa ikut2 saja?. Perlu gak, indonesia meng-impor ajaran sesat atau sampah sekalipun?

  10. imas Says:
    March 28th, 2009 at 10:03 pm

    jika mereka menginginkan adanya sekte baru bagi saya boleh saja asalkan mereka keluar dari islam dalam artian membuat agama baru dan bagi saya itu adalah hal yang sangat sulit untuk perkembangannya karena agama yang sudah ada saja tidak ada habis nya untuk tetap dikupas

  11. kin Says:
    August 26th, 2009 at 10:38 pm

    jangan di campur antara yang benar dan salah
    terlebih jika TAHU bahwa kesalahan yang telah di sebarkan

    kalian tahu Sholat adalah tiang agama, lalu kenapa kalian perbanyak NGOCEH
    ,RIYA’,NGAJI GAK PENTING,SHOLAWATAN dan RIYA,RIYA LAINNYA…..
    asalkan PAK USTAD DAPET DUIT, BU USTAJAH DAPET DUIT, DAPET BESEK BANYAK…

    MASyaALLAH….BEJAT..BEJAT..apakah kalian tahu para muslimin dan muslimat masih
    banyak yang belum tahu dan FAHAM arti bacaan SUJUD, RUKU’,I’TIDAL dan hal
    prinsip ISLAM yang harus mendasar mereka tahu…
    RASUL menerima TUGAS setelah siap usia
    Nabi menerima wahyu pertama BACA,….BACA,…..BACA………..

    apa yang kalian ajarkan tidaklah banyak salah, tetapi BEJAT,….Islam adalah para Muslim
    yang berilmu bukan orang beragama namun BUTA hati dan mata

    WAHAI MUSLIM belajarlah,,…bacalahh….Pahamilah…lalu amalkanlah…
    jangan kalian teruskan budaya2 goblok yang berusaha merusak ISLAM
    RIYA’….
    WAHAI perusak ISLAM…INGAT…Islam adalah damai tak perlu kau rusak dengan berpura-pura
    menjadi USTAD maupun HAJImu
    AKU dan MOSLEM-art lainnya takkan terlihat dan terus maju…….

  12. dedensikerei Says:
    January 11th, 2011 at 10:31 pm

    Jangan menghujat orang lain sebelum kita tahu kebenaran yang hakiki.
    Seharusnya sebelum menunjuk seseorang bersalah ,merenunglah dan koreksi diri dan bertaya : APAKAH SUDAH BETUL RUKUN AGAMA ISLAM YANG SAYA JALANKAN
    Shalat cuma baru , 5 x 10 menit setiap hari
    Puasa cuma 30 hari di bulan ramadhan ( syariat ),Islam cuma KTP dan TURYNAN ORANG TUA
    Besedekah cuma seadanya.mafsu keserakahan masih menggunung di kepala
    MERENUNGLAH >
    Apa sudah benar rukun agama islam yang di jalani,sehingga bisa dan mau menghujat keyakinan yang berbeda dgn apa yg kita jalani
    Ingatlah,walaopom sesuatu itu salah dimata MANUSIA,tetapi di mata ALLAH yang salah
    menurut manusia itu PERLU dimata ALLAH,pahamilah dan belajarlah dari kesalahan orang lain ( jangan menghujat ) untuk mencapai taraf berkeimanan yang lebih baik.
    Kenapa tidak sekalian disuruh bubarkan sekalian pengikut dan ajaran TAREQAT yang juga banyak dan tak terdaftar pada DEPARTEMEN AGAMA,
    Jangan bermata seperti IKAN ASIN yang melotot tapi tak melihat.
    Seharusnya kalaupun itu salah ,ambilah pelajaran untuk kita menuju kebajikan

  13. diego Says:
    January 11th, 2011 at 10:56 pm

    Ajaran yang tidak laku di negeri asalnya, seperti : ahmadiyah di india; kok masih laku di indonesia.

    Ajaran (islam) yang gak bikin manusia di negeri asalnya (arab) menjadi manusia yang berkualitas (moral dan intelektual), koq diadopsi ama orang indonesia (yang jelas2 superior dalam hal2 itu (disamping lebih berkelas dalam tradisi).

  14. dedensikerei Says:
    February 11th, 2011 at 2:27 am

    BUNG DIEGO,ISLAM itu TUNTUNAN UNTUK MENGELOLA DUNIA DAN MENJADI TALI YANG MENGHUBUNGKAN PENGANUT ( MUSLIM ) dengan SANG PENCIPTA ALAM INI.
    Dari sisi mana bung memandang kita orang INDONESIA lebih SUPERIOR drpd Orang ARAB sana.
    MALING ( KORUPTOR ) juga jelas jelas dilarang dlm AGAMA ISLAM dan harus di perangi ,tetapi kenapa malah subur di INDONESIA kita ( YG BUNG ANGGAP HEBAT ).
    Sebagai INSAN YG beragama ,janganlah merasa diri kita yg benar dan bisa menjelekan orang lain yang tdk sama akidah nya dengan kita.
    SUDAH BENARKAH JALAN YANG SAYA TEMPUH HINGGA BISA MEMBERI ORANG LAIN CAP SALAH,itu yg perlu kita sikapi bersama,tidak seperti kasus AHMADYAH ,yang dikucilkan.

  15. unseen Says:
    February 11th, 2011 at 9:41 am

    Ajaran yang tidak laku di negeri asalnya, seperti : ahmadiyah di india; kok masih laku di indonesia. Apa semua orang cuma bisa ikut2 saja?. Perlu gak, indonesia meng-impor ajaran sesat atau sampah sekalipun?

    Bukannya semua aliran agama di Indonesia bahkan yg bukan sesat dan sampah menurut andapun hasil impor semua ?



Your view on “Pelarangan Sekte-sekte Islam” :


Notify me of followup comments via e-mail.

RSS
RSS feed
Email

Copyright Indonesia Matters 2006-12
Privacy Policy | Terms of Use | Contact