Pesta Tahun Baru

Dec 18th, 2007, in Id, by David

View the original article here.


2 Comments on “Pesta Tahun Baru”

  1. Hanif Says:
    April 9th, 2008 at 10:24 am

    Sebagai seorang muslim, saya juga khuatir masalah ini akan terus berlarutan.
    Namun saya kira sambutan tahun baru ini masih wajar disebabkan masalah2 yang ada bukan salah sambutan tapi orang yang menyambutnya.

  2. tifosi Says:
    May 14th, 2008 at 12:59 pm

    masalah mau bagaimana orang mau merayakan tahun baru-nya, saya rasa itu lebih baik dibebaskan kepada individu masing-masing.

    Kalau memang mereka punya kesadaran dan tanggung jawab moral kepada diri sendiri (bukan karena larangan agama atau fatwa-fatwa yang dibikin oleh orang-orang kurang kerjaan sehingga bisanya mencampuri urusan orang lain), mereka akan dengan sendirinya menghindari hal-hal seperti itu.

    Ingat, bangun moral dengan kesadaran, bukan dengan peraturan dan larangan.

    Orang yang dewasa adalah orang yang sadar akan tindakan yang dia lakukan, efeknya terhadap dirinya dan orang lain, dan bertanggungjawab atas konsekuensi yang timbul dari tindakannya tersebut.

    Melihat lagat MUI yang selalu larang sana dan larang sini, saya bertanya dalam hati, apakah (maaf) semua umat muslim itu mentalnya seperti anak-anak yang selalu mesti dikasih tahu boleh ini dan tidak boleh itu?



Your view on “Pesta Tahun Baru” :


Notify me of followup comments via e-mail.

RSS
RSS feed
Email

Copyright Indonesia Matters 2006-12
Privacy Policy | Terms of Use | Contact